<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400</id><updated>2012-02-09T06:43:25.313-08:00</updated><category term='http://www.blogger.com/img/gl.align.full.gif'/><title type='text'>J U N A E D I ; Kisah Perjalanan Bisnis Masa Depan</title><subtitle type='html'>adalah authorized dealer pulsa Elektronik mitra Anda dalam berbisnis Pulsa Elektronik dengan Cepat. Hanya dengan satu chips untuk semua operator telephone dan kendali bisnis ada ditangan/jari Anda.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>76</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-1220341158110885681</id><published>2011-07-27T21:11:00.000-07:00</published><updated>2011-07-27T21:11:39.844-07:00</updated><title type='text'>Mulailah, beranilah dan bertumbuhlah menjadi bijaksana.</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0cpN-tPFVrQ/TjDhbnT8TfI/AAAAAAAAAlc/WxHwY8xURqw/s1600/Tanaman.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="145" width="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-0cpN-tPFVrQ/TjDhbnT8TfI/AAAAAAAAAlc/WxHwY8xURqw/s200/Tanaman.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika anda pemalu, ragu-ragu, atau pasif, anda berisiko memiliki kehidupan yang dipenuhi dengan rutinitas dan sasaran-sasaran yang tidak tercapai. Kemajuan-kemajuan yang kita lihat saat ini dilakukan oleh orang-orang yang "berani" ilmuwan, politikus, artis, dan orang-orang lain yang tidak menunggu datangnya peluang; mereka menciptakan peluang. Jadi jika anda ingin menjadi seseorang yang pemberani dan tidak dapat dihentikan, berikut ini merupakan beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk memulai momentum anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berpura-Puralah Anda Adalah Seorang Pemberani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda bertukar tempat dengan seseorang yang sangat berani, apa yang akan mereka lakukan jika mereka ada di posisi anda? Jika anda mengenal seseorang yang berani, bayangkan bagaimana mereka akan bertindak. Jika anda tidak mengenal orang seperti itu, pikirkan seorang karakter yang berani dari film atau buku. Habiskan waktu satu jam setiap hari selama seminggu untuk berpura-pura menjadi mereka. Saat anda melakukannya, pergilah ke suatu tempat dimana orang-orang tidak mengenal anda dan tidak akan terkejut melihat tindakan anda yang mungkin lain dari biasanya. Cobalah lakukan dan lihat apa yang terjadi, Anda mungkin menemukan hal-hal luar biasa ketika anda berani, dan anda mungkin akan merasa yakin untuk menerapkan sikap ini pada kehidupan anda sehari-hari. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Ambil Inisiatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda merasa ragu "khususnya dalam berinteraksi dengan orang lain" simpan ego anda dan ambil langkah pertama. Tanyakan pada rekan kerja anda apakah mereka mau pergi ke cafe untuk minum-minum sehabis bekerja. Katakan kepada orang yang anda sukai bahwa anda memiliki 2 tiket konser dan anda ingin orang tersebut ikut dengan anda. Berikan sahabat karib anda pelukan dan minta maaf atas kesalahan yang pernah anda buat sebelumnya. Tersenyumlah dan berkediplah pada kasir yang berpenampilan menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lakukan Sesuatu Diluar Dugaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa anda lakukan yang kira-kira akan mengejutkan orang-orang yang mengenal anda? Memakai sepatu hak tinggi? Bungie jumping? Mengikuti kelas dansa? Orang-orang pemberani tidak takut mencoba melakukan sesuatu yang baru, dan salah satu alasan mereka sangat menarik untuk berada di sekeliling anda adalah karena mereka terus membuat anda menerka-nerka. Anda bisa memulai dari sesuatu yang kecil, mungkin mengenakan pakaian dengan warna atau gaya yang tidak biasanya anda pakai, atau mengunjungi tempat yang biasanya tidak anda kunjungi. Pada akhirnya, anda akan mencapai suatu titik dimana anda memiliki ide yang membuat orang lain ternganga saat anda mengutarakannya (Apakah anda serius? Arung Jeram? atau Anda pasti bercanda. Anda ingin membeli ruko di jalan tersebut?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mintalah Apa Yang Anda Inginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada menunggu untuk dikenali orang karena usaha anda, atau mengharapkan seseorang untuk mempertimbangkan kebutuhan anda, majulah dan mintalah. Beberapa orang merasa bahwa meminta sesuatu adalah perbuatan yang serakah, egois, dan kasar â€" dan itu betul, jika anda meminta sesuatu yang bukan menjadi hak anda. Namun jika seseorang menahan sesuatu yang menjadi hak anda, merekalah yang serakah, egois, dan kasar. Lagipula, hal terburuk apa yang mungkin terjadi? Mereka berkata tidak. &lt;br /&gt;Mintalah promosi atau kenaikan gaji yang telah anda nanti dan sudah anda kerjakan. &lt;br /&gt;Mintalah potongan harga. Menawarlah. Frase â€œBerapa harga terbaik yang anda bisa berikan untuk saya?â€ merupakan cara mudah dan ampuh untuk menghemat uang. &lt;br /&gt;Mintalah agar iuran tahunan kartu kredit anda dihapuskan. &lt;br /&gt;Mintalah bantuan atau nasihat kepada saudara, sahabat, atau orang yang benar-benar asing. &lt;br /&gt;Mintalah klarifikasi jika anda tidak yakin apa yang orang harapkan dari anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengambil Risiko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perbedaan antara ceroboh dan mengambil risiko. Orang-orang ceroboh tidak mengambil risiko.. mereka tidak memikirkan risiko yang ada. Di sisi lain, seorang pemberani sangat memahami risiko yang ada, dan telah memutuskan untuk tetap pada keputusan yang mereka ambil, siap dan bersedia menerima konsekuensi jika kenyataan berbeda dengan yang mereka harapkan. Pikirkan seorang atlet yang mengambil risiko setiap harinya. Apakah mereka ceroboh? Tidak. Mereka mengambil risiko yang terukur. Anda mungkin melakukan kesalahan; kita semua melakukan kesalahan. Namun tidak melakukan apa-apa juga merupakan kesalahan, sesuatu yang bisa membawa anda pada kekosongan dan penyesalan. Bagi sebagian orang, mengambil risiko dan mengalami kegagalan merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga daripada tidak melakukan apapun. Sebaliknya, jangan mencampuradukkan berani dengan agresif. Agresif seringkali memaksakan pendapat atau tindakan anda pada orang lain. Keberanian tidak ada hubungannya dengan orang-orang di sekitar anda; keberanian adalah mengatasi rasa takut anda dan mengambil tindakan. Ingatlah, meskipun anda akan merasa sangat bersemangat dalam melakukan sesuatu yang baru, risiko kegagalan tetap ada karena kurangnya pengalaman anda. Sikapi kegagalan anda; kegagalan bukanlah kebalikan dari kesuksesan, kegagalan merupakan komponen penting dari kesuksesan. Kebalikan dari sukses adalah berdiam diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Temukan Kembali Diri Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, keberanian berasal dari dalam diri anda, dari apa yang anda percayai. Keberanian bukan tentang apa yang anda lakukan, melainkan siapa diri anda. Jika anda tidak mengenal diri anda, anda tidak pernah menjadi pemberani. Mulailah menghargai keunikan anda. Temukan hal-hal yang membuat anda berbeda dan tunjukkan pada orang-orang di sekeliling anda. Curahkan perhatian dan sayangi diri anda sendiri karena tidak penting apa yang orang lain katakan. Itulah inti dari keberanian. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;GO BRIGHT! &lt;br /&gt;Angga C. Gautama &lt;br /&gt;Kek Coklat Ubi Manis SAHARA &lt;br /&gt;Buah Tangan Alternatif dari Pekanbaru&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-1220341158110885681?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/1220341158110885681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=1220341158110885681' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/1220341158110885681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/1220341158110885681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2011/07/mulailah-beranilah-dan-bertumbuhlah.html' title='Mulailah, beranilah dan bertumbuhlah menjadi bijaksana.'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0cpN-tPFVrQ/TjDhbnT8TfI/AAAAAAAAAlc/WxHwY8xURqw/s72-c/Tanaman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-7238024968980995433</id><published>2011-01-27T19:53:00.001-08:00</published><updated>2011-01-27T19:53:24.384-08:00</updated><title type='text'>KAYA RAYA dari BISNIS SAMPINGAN</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;   &lt;style type="text/css"&gt;p.p1 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; line-height: 20.0px; font: 12.0px Arial}p.p2 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; line-height: 20.0px; font: 12.0px Arial; min-height: 14.0px}p.p3 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial; min-height: 14.0px}p.p4 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial}&lt;/style&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/TUI9e4MPusI/AAAAAAAAAlQ/MtPOUC3xzZA/s1600/Pohon.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="204" src="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/TUI9e4MPusI/AAAAAAAAAlQ/MtPOUC3xzZA/s320/Pohon.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Kaya adalah kuasa.&amp;nbsp; Dengan kekayaan anda dapat melakukan banyak hal.&amp;nbsp; Sebaliknya miskin adalah beban.&amp;nbsp; Kemiskinan adalah pembatas anda untuk melakukan apa yang anda sukai.&amp;nbsp; Ali bin Abi Thalib, mengatakan bahwa kemiskinan itu ada di tepi jurang kekafiran (mendustakan Tuhan).&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bisnis Sampingan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;1. Bisnis sampingan dimiliki oleh satu atau beberapa orang karyawan.&amp;nbsp; Selain itu, bisa juga ada pemilik bisnisnya yang bukan karyawan.&amp;nbsp; Misalnya satu bisnis dimiliki oleh 5 orang.&amp;nbsp; Tiga orang diantara mereka adalah karyawan di instansi / perusahaan lain.&amp;nbsp; Satu orang fokus menangani bisnis tersebut.&amp;nbsp; Satu orang lagi hanya setor modal.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;2. Bila pemilik bisnis sampingan semuanya karyawan di instansi / perusahaan lain, maka bisnis sampingan tersebut harus dijalankan oleh orang lain (karyawan: direktur, manager, dsb).&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;3. Bisnis sampingan beda dengan pekerjaan sampingan.&amp;nbsp; Bisnis sampingan dikerjakan oleh orang lain.&amp;nbsp; Sedang pekerjaan sampingan dikerjakan oleh kita juga.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;4. Tugas utama pemilik bisnis sampingan adalah mengambil keputusan-keputusan penting dan membuat sistem (aturan, petunjuk, standar, dsb) untuk bisnis sampingannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;5. Bisnis sampingan harus dijalankan tanpa mencuri apapun (waktu, sumberdaya, jaringan, channel, pulsa telepon, energi, dsb) dari instansi / perusahaan tempat anda bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;6. Meski ia sampingan, tapi bisnis ini harus dijalankan dengan serius.&amp;nbsp; Bukan sekedar mengisi waktu, ikut tren, tambah aktivitas, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;7. Bisnis sampingan dibangun untuk dibesarkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;8. Bisnis sampingan harus menguntungkan (memberi tambahan penghasilan) untuk anda.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;9. Bisnis sampingan dimulai dengan sebuah transparansi kepada perusahaan tempat anda bekerja baik pada atasan, bawahan atau mitra kerja.&amp;nbsp; Jangan sembunyi-sembunyi.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kenapa Anda Mesti Berbisnis Sampingan?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Ada karyawan berpikir : “Hidup saya sudah mapan.&amp;nbsp; Penghasilan saya cukup.&amp;nbsp; Untuk apa lagi saya berbisnis sampingan?&amp;nbsp; Bikin pusing aja”.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Ada juga karyawan yang berpendapat : “Sudah bekerja keras begini saja, penghasilan kurang terus.&amp;nbsp; Mana bisa berbisnis sampingan?&amp;nbsp; Nggak ada modal.&amp;nbsp; Nggak ada waktu”&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Karyawan lain berkeinginan : “Pengen banget punya bisnis sampingan.&amp;nbsp; Tapi kalau gagal gimana?”&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Nah, pendapat anda yang bekerja sebagai karyawan tentang bisnis pasti macam-macam.&amp;nbsp; Ada yang menganggap tak perlu.&amp;nbsp; Ada yang menganggap tak mungkin.&amp;nbsp; Ada yang ingin punya bisnis tapi merasa takut dan khawatir.&amp;nbsp; Atau ada yang pernah mencoba dan gagal, lalu kapok dengan bisnis.&amp;nbsp; Sebaliknya, mungkin ada yang mencoba dan sukses sampai sekarang.&amp;nbsp; Dan, mungkin ada yang tak berpikir sama sekali tentang bisnis.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Sebetulnya, bagi karyawan sangat penting untuk berpikir tentang bisnis.&amp;nbsp; Memutuskan untuk berbisnis.&amp;nbsp; Berlatih untuk mulai berbisnis dan berjuang membesarkan bisnisnya.&amp;nbsp; Tanpa mesti keluar dari pekerjaan yang sedang digeluti sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Maka membuka pikiran akan bisnis menjadi prasyarat utama.&amp;nbsp; Jangan menilai dan memutuskan bisnis itu tak bagus, untuk anda, padahal anda belum cukup tahu tentang bisnis.&amp;nbsp; Toh, membuka pikiran atas hal-hal baru pasti ada manfaatnya.&amp;nbsp; Dan bukan tidak mungkin hal-hal baru tersebut justru bisa meningkatkan kualitas hidup anda dan memampukan anda untuk mewujudkan hal-hal yang anda dan keluarga anda inginkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Maka ada banyak alasan kenapa karyawan harus punya bisnis sampingan.&amp;nbsp; Mari kita urai satu per satu.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Anda telah punya gaji untuk biaya hidup&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Ada orang yang mulai berbisnis dari nol.&amp;nbsp; Benar-benar nol.&amp;nbsp; Artinya tanpa punya penghasilan.&amp;nbsp; Pengangguran.&amp;nbsp; Maka mereka harus berbisnis untuk dua hal.&amp;nbsp; Pertama, memenuhi kebutuhan biaya hidup sehari-hari. Kedua, mengembangkan bisnis itu sendiri.&amp;nbsp; Akibatnya, banyak yang berhasil untuk yang pertama, tapi gagal untuk yang kedua.&amp;nbsp; Bisnisnya begitu-begitu aja.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Nah, untuk anda yang karyawan, anda pasti sekarang ini telah memiliki gaji.&amp;nbsp; Jadi biaya hidup sehari-hari telah ada sumber pemenuhannya.&amp;nbsp; Meski memang bervariasi.&amp;nbsp; Ada yang cukup, berlebih atau kekurangan.&amp;nbsp; Nah, satu sumber penghasilan ini, telah menjadi sebuah keuntungan, kan?&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Anda telah terbiasa bekerja&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Selama ini anda telah bekerja.&amp;nbsp; Berarti anda telah punya budaya kerja.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kebiasaan kerja anda telah terbentuk.&amp;nbsp; Maka anda telah terbiasa mentaati aturan.&amp;nbsp; Disiplin.&amp;nbsp; Mencapai target kerja.&amp;nbsp; Fokus pada pekerjaan.&amp;nbsp; Mengasah keterampilan.&amp;nbsp; Punya jaringan luas.&amp;nbsp; Dan sebagainya.&amp;nbsp; Nah, semua hal ini keuntungan anda.&amp;nbsp; Bedanya, bila selama ini kehebatan-kehebatan anda tersebut diarahkan hanya untuk tempat kerja, maka sekarang anda arahkan untuk membangun bisnis anda juga.&amp;nbsp; Memang ada kemungkinan fokus anda terganggu.&amp;nbsp; Tapi dengan cepat anda akan bisa menyesuaikan kondisi baru ini, tanpa ada yang dirugikan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Anda memiliki keterampilan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Pekerjaan anda sekarang didapat karena anda telah memiliki keterampilan tertentu.&amp;nbsp; Nah, keterampilan ini akan sangat berguna dalam membangun bisnis anda.&amp;nbsp; Anda bisa membangun bisnis yang basisnya adalah keterampilan anda tersebut.&amp;nbsp; Anda pasti pernah tahu ada orang yang bisnis rumah makannya sukses karena tadinya ia koki di sebuah restoran.&amp;nbsp; Maka penambahan keberanian dan keputusan untuk berbisnis pada keterampilannya membuatnya sukses.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Maka sudah saatnya, keterampilan anda memberikan manfaat optimal bagi anda dengan membangun bisnis sampingan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Anda Lebih Mudah dapat Modal Bisnis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Karyawan, karena mempunyai penghasilan tetap, dinilai memiliki kemampuan bayar pinjaman oleh bank.&amp;nbsp; Maka sumber permodalan dari bank menjadi lebih mudah didapat.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Ada seorang yang saya kenal.&amp;nbsp; Ia mempunyai beberapa bisnis sampingan.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Toko bahan bangunan, sekolah, dan sebagainya.&amp;nbsp; Ketika ditanya kenapa ia tak berhenti saja dari pekerjaannya, ia menjawab : “Nanti dulu.&amp;nbsp; Karena saya karyawan, bank lebih percaya sama saya itu”&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Anda Ingin jadi Bos&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Sekarang ini, anda mungkin merasa (dan terbukti) lebih hebat dari bos anda sekarang.&amp;nbsp; Anda sudah layak menjadi bos.&amp;nbsp; Tapi karena anda berada di perusahaan punya orang lain, anda harus tunduk pada peraturan dan keputusan perusahaan.&amp;nbsp; Karenanya, mungkin selamanya anda tak pernah bisa jadi bos.&amp;nbsp; Nah, memiliki bisnis sampingan adalah langkah awal untuk wujudkan keinginan anda.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6. Anda butuh menambah penghasilan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Apakah sekarang ini gaji anda setiap bulan tidak cukup?&amp;nbsp; Maka memiliki bisnis sampingan&amp;nbsp; bisa menjadi solusi.&amp;nbsp; Bisnis yang sesuai dengan kondisi anda.&amp;nbsp; Bisnis yang tidak mempengaruhi pekerjaan anda sekarang.&amp;nbsp; Bisnis yang bisa dibesarkan.&amp;nbsp; Bisnis yang orang lain bisa menjalankannya untuk anda.&amp;nbsp; Bisnis yang bisa memberikan tambahan penghasilan sekaligus tumpuan di masa depan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7. Biaya hidup makin meningkat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Sekarang ini, kondisi ekonomi bisa berubah sewaktu-waktu.&amp;nbsp; Kebijakan pemerintah untuk mengurangi atau meniadakan subsidi membuat harga berbagai kebutuhan sehari-hari naik.&amp;nbsp; Sementara gaji anda relatif tidak naik.&amp;nbsp; Bila ini terjadi terus menerus, maka hidup anda akan makin sulit.&amp;nbsp; Masih ingat ketika beberapa tahun lalu harga BBM naik?&amp;nbsp; Apa yang terjadi dengan daya beli anda dan keluarga?&amp;nbsp; Apakah harus lebih berhemat?&amp;nbsp; Nah, sampai kapan berhemat itu bisa terus dilakukan?&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Bisnis sampingan memungkinkan anda untuk mendapat penghasilan tambahan.&amp;nbsp; Lebih jauh dari itu.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Bisnis sampingan bisa membuat anda kaya raya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;8. Anda akan pensiun&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Suatu saat nanti, anda akan pensiun.&amp;nbsp; Berhenti bekerja.&amp;nbsp; Memang anda akan dapat uang pesangon.&amp;nbsp; Anda yang pegawai negeri akan dapat uang pensiun.&amp;nbsp; Kira-kira cukupkah uang pesangon dan uang pensiun itu untuk memenuhi kebutuhan hidup anda sehari-hari?&amp;nbsp; Kemungkinan besar tidak cukup itu.&amp;nbsp; Memang, ketika anda pensiun, biaya hidup bisa turun, tapi bagaimana dengan biaya kesehatan?&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Anda mungkin berpikir, anda bisa andalkan anak-anak anda.&amp;nbsp; Ah,… realistis saja.&amp;nbsp; Anak-anak anda mungkin anak-anak yang berbakti pada anda, tapi bukankah mereka juga sedang berjuang untuk memapankan kondisi keuangan mereka dan keluarga mereka juga?&amp;nbsp; Kembali, bisnis sampingan bisa jadi andalan anda.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;9. Kalau anda kena PHK bagaimana?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Gelombang PHK terjadi dimana-mana.&amp;nbsp; Mungkin anda sekarang tidak kena.&amp;nbsp; Tapi apakah ada jaminan di masa depan anda tidak kena PHK?&amp;nbsp; Berat menjawabnya bukan?&amp;nbsp; Nah, mumpung PHK itu masih jauh, anda harus menyiapkan diri.&amp;nbsp; Untuk jaga-jaga.&amp;nbsp; Persiapan yang penting sekali nilainya.&amp;nbsp; Terutama pada saat anda membutuhkan sumber penghasilan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Jadi, bila anda kena PHK, anda tak akan bingung.&amp;nbsp; Anda toh sudah punya bisnis.&amp;nbsp; Biaya hidup anda sudah tertolong oleh adanya bisnis sampingan ini.&amp;nbsp; Kita semua berdoa anda tak kena PHK.&amp;nbsp; Siapa orangnya yang mau di-PHK?&amp;nbsp; Tapi sekali lagi, bila anda punya bisnis sampingan, kondisi anda pasti tak seburuk rekan kerja anda yang tak punya bisnis sampingan.&amp;nbsp; Iya, kan?&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;10. Karena anda orang baik dan peduli&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Anda orang baik dan peduli.&amp;nbsp; Anda pasti merasa tersentuh melihat banyak saudara-saudara, tetangga, teman, dan kenalan yang mungkin tak punya pekerjaan.&amp;nbsp; Kehidupan mereka susah.&amp;nbsp; Mungkin, ada juga yang anak-anaknya tak bisa sekolah.&amp;nbsp; Atau ada yang terpaksa harus lakukan pekerjaan haram.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Kondisi ini tak bisa dibiarkan.&amp;nbsp; Sebenarnya, anda juga punya tanggung jawab sosial untuk atasi masalah ini.&amp;nbsp; Maka memiliki bisnis sampingan adalah solusi hebatnya.&amp;nbsp; Bisnis itu bisa beri banyak manfaat untuk anda.&amp;nbsp; Juga bisa tolong mereka yang susah tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Nah, itu beberapa alasan kenapa anda harus berbisnis sampingan.&amp;nbsp; Dengan manfaat yang sedemikian banyak, maka ambil keputusan segera untuk miliki bisnis sampingan.&amp;nbsp; Jangan menunda-nunda sesuatu yang sudah jelas baik dan banyak manfaatnya.&amp;nbsp; Penundaan atas hal-hal penting hanya akan membawa anda pada satu hal : penyesalan dan masalah besar.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kenapa tidak&amp;nbsp; membangun bisnis sampingan?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Berbagai keuntungan dan manfaat bisa kita dapat dari bisnis sampingan.&amp;nbsp; Tapi kenapa banyak orang yang telah mengetahuinya tetap tak mulainya?&amp;nbsp; Karena masih ada penghalang.&amp;nbsp; Berbentuk keraguan.&amp;nbsp; Kekhawatiran.&amp;nbsp; Ketakutan.&amp;nbsp; Ketidakpastian.&amp;nbsp; Maka sangat penting untuk anda mengetahui penghalang anda itu.&amp;nbsp; Lalu mencari dan melakukan solusinya.&amp;nbsp; Maka manfaat dari bisnis sampingannya akan didapat.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Sama seperti kita naik mobil dari Jakarta ke Bogor.&amp;nbsp; Di Bogor, banyak hal penting yang harus kita lakukan.&amp;nbsp; Banyak manfaat yang ingin kita raih di sana.&amp;nbsp; Tapi ternyata, ada sebatang pohon besar yang rubuh dan menghalangi jalan.&amp;nbsp; Sementara, cuma itu satu-satunya jalan.&amp;nbsp; Nah, apa yang akan kita lakukan?&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Maka pilihan terbaik adalah menyingkirkan halangan tersebut.&amp;nbsp; Pohonnya bisa digeser ke pinggir jalan sehingga mobil kita bisa lewat.&amp;nbsp; Atau pohonnya dipotong-potong.&amp;nbsp; Dan sebagainya.&amp;nbsp; Pokoknya, pohon itu disingkirkan.&amp;nbsp; Maka kita bisa melaju lagi menuju Bogor.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana bila kemudian ada lubang-lubang?&amp;nbsp; Kita kendalikan mobil untuk tidak terjerumus ke lubang.&amp;nbsp; Kita pilih lalui lubang kecil agar bisa hindari lubang besar.&amp;nbsp; Bagaimana bila lubang besarnya tak bisa dihindari?&amp;nbsp; Maka mobil kita arahkan masuk lubang besar itu.&amp;nbsp; Perlahan-lahan agar mobil tak rusak.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Nah, dalam bisnis banyak lubang.&amp;nbsp; Lubang itu bentuknya masalah dan resiko.&amp;nbsp; Ada resiko dan masalah kecil.&amp;nbsp; Ada resiko dan masalah besar.&amp;nbsp; Maka hadapi resiko dan masalah besar dan kecil itu butuhkan keyakinan dan keterampilan.&amp;nbsp; Buku ini akan sangat bantu anda untuk menguatkan keyakinan dan menajamkan keterampilan.&amp;nbsp; Hasilnya?&amp;nbsp; Anda bisa lalui berbagai resiko dan dapatkan peluang.&amp;nbsp; Anda dapat selesaikan masalah dan dapatkan pelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini beberapa alasan kenapa seorang karyawan tak membangun bisnis :&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Merasa telah Mapan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Anda merasa telah mapan.&amp;nbsp; Gaji anda besar.&amp;nbsp; Setiap bulan bisa menabung.&amp;nbsp; Gaya hidup anda pun nyaman.&amp;nbsp; Semua kebutuhan dan keinginan telah terpenuhi dengan cukup.&amp;nbsp; Jadi untuk apa repot-repot berbisnis?&amp;nbsp; Mungkin itulah sikap anda.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Bila keadaan anda telah mapan, maka pertanyaannya, sampai kapan?&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bila anda sudah tak bekerja lagi (pensiun atau kena PHK) apakah kemapanan dan kenyamanan anda akan bisa terus anda nikmati?&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Hidup mapan sesungguhnya adalah kondisi terbaik untuk memulai bisnis.&amp;nbsp; Toh, hidup anda sudah cukup.&amp;nbsp; Biaya hidup sehari-hari terpenuhi.&amp;nbsp; Bahkan anda bisa nabung.&amp;nbsp; Bukankah jadi sangat rasional dan masuk akal bila anda justru mulai bisnis sampingan untuk&amp;nbsp; antisipasi hal-hal yang tak diinginkan?&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Tak Punya Waktu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;“Pekerjaan saya sangat menyita waktu.&amp;nbsp; Bagaimana bisa bisnis sampingan?”&amp;nbsp; Nah, pikiran ini lah justru penghalangnya.&amp;nbsp; Bisnis sampingan kan bukan anda yang lakukan secara teknis sehari-hari.&amp;nbsp; Karyawan anda yang lakukan itu.&amp;nbsp; Anda bertugas ambil keputusan-keputusan penting.&amp;nbsp; Dan itu sangat tidak menyita waktu.&amp;nbsp; Ingat, anda sedang bangun bisnis sampingan.&amp;nbsp; Bukan pekerjaan sampingan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Terlalu Fokus Kerja, tak Terpikirkan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Karena fokus kerja, peluang bisnis sampingan memang tertutup.&amp;nbsp; Nah, sekarang saatnya anda mulai pikirkan kelayakan yang lebih untuk anda dan keluarga.&amp;nbsp; Memang, bila tak pikirkan, potensi besar akan kurang beri manfaat.&amp;nbsp; Maka mulai buka pikiran akan bisnis sampingan.&amp;nbsp; Buka berbagai kemungkinannya.&amp;nbsp; Pelajari pula berbagai resiko dan masalahnya.&amp;nbsp; Termasuk resiko dan masalah bila anda tak memulainya dari sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Peraturan Perusahaan tak Bolehkan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Peraturan perusahaan tak bolehkan?&amp;nbsp; Benar kah?&amp;nbsp; Di sinilah letak pentingnya&amp;nbsp; anda bekerja sama dengan orang lain.&amp;nbsp; Perusahaan tentu tak bolehkan karyawannya gunakan waktu kerja untuk kepentingan pribadi.&amp;nbsp; Maka gunakan lah waktu orang lain.&amp;nbsp; Cari dan dapatkan orang kepercayaan untuk menjalankan bisnis sampingan anda.&amp;nbsp; Sulit?&amp;nbsp; Tentu saja sulit.&amp;nbsp; Memangnya jaman sekarang, apa yang tidak sulit.&amp;nbsp; Tapi yakin, anda akan bisa atasi berbagai kesulitan itu.&amp;nbsp; Maka anda akan mengalami sebuah pengalaman puncak (peak experience).&amp;nbsp; Ingat saja : kesenangan besar didapat karena anda atasi kesulitan besar.&amp;nbsp; Bukan menghindarinya.&amp;nbsp; Hadapi.&amp;nbsp; Atasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Takut Gagal / Rugi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Ketakutan atas sesuatu yang asing, tak biasa dilakukan, wajar saja.&amp;nbsp; Tapi kalau&amp;nbsp; anda putuskan mundur, wah….rugi anda.&amp;nbsp; Kenapa?&amp;nbsp; Karena sebenarnya anda punya kesempatan untuk atasi ketakutan itu.&amp;nbsp; Dan karena anda akan kehilangan kesempatan emas.&amp;nbsp; Iya kan?&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Buku ini akan terangkan sumber ketakutan anda itu.&amp;nbsp; Juga cara mengatasinya.&amp;nbsp; Asyik kan?&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6. Pernah Gagal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Atau anda pernah coba berbisnis dan gagal?&amp;nbsp; Lalu kegagalan itu menghantui anda?&amp;nbsp; Membuat anda takut gagal lagi?&amp;nbsp; Memang gagal itu menyakitkan.&amp;nbsp; Nah, yang banyak orang tak tahu adalah : Kegagalan itu bukan hanya menyakitkan, tapi juga (bisa) menguatkan.&amp;nbsp; Maka ambillah kekuatan dari kegagalan.&amp;nbsp; Bukankah anda menjadi rugi dua kali bila sudah gagal jadi lemah pula.&amp;nbsp; Salah satu faktor kenapa orang jadi sukses adalah karena mereka menjadi lebih kuat, lebih cerdas, lebih bijak, lebih sabar, lebih terampil setelah gagal.&amp;nbsp; Maka, bila selama ini kegagalan melemahkan anda, maka sekarang lah saatnya untuk ambil manfaat darinya.&amp;nbsp; Ambil keuntungan dari kegagalan.&amp;nbsp; Maka anda tetap tidak suka akan gagal, tapi sekarang, anda siap menghadapinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7. Tak punya ilmu / keterampilan bisnis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Bisnis memang beda dengan kerja sebagai karyawan.&amp;nbsp; Menjadi karyawan butuh satu keterampilan khusus.&amp;nbsp; Bila anda ahli keuangan, ya sudah cukup.&amp;nbsp; Tak perlu jadi ahli marketing.&amp;nbsp; Dalam bisnis, anda butuh beberapa keahlian.&amp;nbsp; Terutama keuangan.&amp;nbsp; Marketing.&amp;nbsp; Produksi.&amp;nbsp; Kepemimpinan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Keterampilan-keterampilan itu bisa dipelajari dan dikuasai.&amp;nbsp; Prosesnya juga sesuai dengan kondisi anda.&amp;nbsp; Nah, bisnis yang anda bangun adalah lahan yang paling pas untuk belajar dan mempraktekkan keterampilan tersebut.&amp;nbsp; Belajar dari buku, seminar, training, bertanya pada ahlinya, mentor, internet dan sebagainya pun bisa dilakukan.&amp;nbsp; Jadi, karena sumber keterampilannya banyak, maka&amp;nbsp; sebenarnya tak beralasan bila masalah ilmu / keterampilan ini jadi hentikan niat mulia anda bangun bisnis sampingan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;8. Tak Punya Pembimbing&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Guru saya mengatakan : “Ketika murid siap belajar, guru akan berdatangan”.&amp;nbsp; Kenapa bisa begitu?&amp;nbsp; Ya, karena murid yang siap belajar pasti akan mencari guru.&amp;nbsp; Dalam bisnis, guru / pembimbing penting.&amp;nbsp; Mereka adalah orang-orang baik yang siap ajari kita.&amp;nbsp; Kegagalan dan kesuksesan&amp;nbsp; mereka di masa lalu penting sebagai pelajaran.&amp;nbsp; Karena kita tak senang dan akan rugi kalau gagal, maka bila ada orang lain yang telah alami kegagalan itu, maka kita tinggal belajar darinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Saya membangun bisnis budidaya lele Sangkuriang dibimbing oleh Pak Nasrudin.&amp;nbsp; Beliau telah lama bergelut di lele.&amp;nbsp; Detail-detail ilmu lele beliau paham.&amp;nbsp; Maka ketika saya belajar pada beliau, bisnis saya relatif lancar.&amp;nbsp; Berbagai masalah bisa diatasi. &amp;nbsp;Beliau bahkan siap membantu saya di sisi teknis produksi.&amp;nbsp; Juga di sisi pemasaran dan berbagai sisi bisnis lele lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Saya menyebut hal ini sebagai “melipat waktu”.&amp;nbsp; Kenapa?&amp;nbsp; Karena saya bisa belajar banyak dengan sangat cepat, biayanya relatif kecil, dan kegagalan yang juga kecil.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;9. Merasa tak Berbakat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Ada pandangan bahwa bisnis harus ada bakat.&amp;nbsp; Pandangan ini menurut saya benar.&amp;nbsp; Dengan ada bakat, maka bisnis bisa dipelajari dan dijalankan dengan baik.&amp;nbsp; Hal yang banyak orang tidak tahu atau ragu adalah bahwa &lt;b&gt;semua orang sebenarnya punya bakat bisnis. &lt;/b&gt;Saya bahkan yakin, semua orang sebenarnya punya bakat untuk jadi apapun.&amp;nbsp; Bagaimana dengan anda?&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;10. Tak Punya Modal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Bisnis butuh modal? Tentu saja.&amp;nbsp; Sebesar atau sekecil apapun modal yang dibutuhkan.&amp;nbsp; Tinggal bagaimana kondisi kita.&amp;nbsp; Bila kita mungkin untuk memulai bisnis dengan modal, ya silakan mulai.&amp;nbsp; Bagaimana bila tak punya modal?&amp;nbsp; Maka jangan mulai segala sesuatu dari hal yang kita tak punya.&amp;nbsp; Bila kita tak punya modal, lalu mensyaratkan mulai bisnis harus punya modal dulu, maka kapan mulainya?&amp;nbsp; Ini kekeliruan banyak orang.&amp;nbsp; Memulai sesuatu dari yang tak ada.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Maka guru saya, Pak Wahyu Saidi mengajarkan : “Mulai lah dari yang ada”.&amp;nbsp; Yang ada apa?&amp;nbsp; Keinginan?&amp;nbsp; Mulai saja.&amp;nbsp; Bila tak punya modal, silakan jadi marketer bagi bisnis orang lain dulu.&amp;nbsp; Agen penjual ikan lele saya, Pak Hari, bisa punya bisnis tanpa modal.&amp;nbsp; Ia membeli lele saya dengan pembayaran tempo satu atau dua hari.&amp;nbsp; Lho, koq tempo? Iya, karena ia harus menjual lele itu ke pasar dulu.&amp;nbsp; Terjual, baru bisa bayar saya.&amp;nbsp; Pake modal?&amp;nbsp; Relatif tidak kan?&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Buat Keputusan Tegas untuk Kaya Raya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Keinginan tanpa keputusan, angan-angan”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Keputusan tanpa tindakan, kesia-siaan”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p3" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p4" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;alam sukses,&lt;/div&gt;&lt;div class="p3" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p4" style="text-align: justify;"&gt;Junaedi&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p4" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://buyanur.com/2011/01/27/kaya-raya-dari-bisnis-sampingan-pelatihan-peluang-usaha/"&gt;http://buyanur.com/2011/01/27/kaya-raya-dari-bisnis-sampingan-pelatihan-peluang-usaha/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-7238024968980995433?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/7238024968980995433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=7238024968980995433' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/7238024968980995433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/7238024968980995433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2011/01/kaya-raya-dari-bisnis-sampingan.html' title='KAYA RAYA dari BISNIS SAMPINGAN'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/TUI9e4MPusI/AAAAAAAAAlQ/MtPOUC3xzZA/s72-c/Pohon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-65655719628700888</id><published>2010-12-29T19:10:00.000-08:00</published><updated>2010-12-29T19:22:52.923-08:00</updated><title type='text'>Pentingnya Seorang Mentor Sukses</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/TRv5R-s5nfI/AAAAAAAAAkE/akO6vCLIWQ8/s1600/ibu-anak.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 123px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/TRv5R-s5nfI/AAAAAAAAAkE/akO6vCLIWQ8/s200/ibu-anak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556308652576054770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejauh mana peran seorang mentor sukses? Seperti Anda lihat pada gambar disamping, ibu adalah mentor bagi anaknya. Sebab ibunya lebih dulu tahu tentang dunia dibandingkan anaknya. Saat kita lahir, banyak hal yang tidak kita ketahui, beruntunglah kita sebab ada seorang ibu atau orang tua lainnya di samping kita. Sehingga ada yang membantu dan mengarahkan kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dalam dunia karir maupun bisnis, kecuali Anda sudah segala tahu, maka Anda memerlukan seorang mentor untuk membantu, mempermudah, dan mengarahkan jalan bisnis dan karir Anda. Intinya kehadiran seorang mentor sukses sangat penting jika Anda mau sukses.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mendapatkan seorang mentor sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Mendapatkan Mentor Sukses&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah tip-tip mendapatkan mentor sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rajinlah silaturahim&lt;/span&gt;, terutama dengan orang-orang yang bisa Anda jadikan sebagai mentor. Tidak perlu seseorang ayng sudah kaya dan terkenal, cukup seseorang yang memiliki ilmu atau pengalaman dibidang yang kita perlukan. Jika Anda butuh seorang mentor carilah, bukan berharap mentor yang mencari Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2.    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersikaplah terbuka.&lt;/span&gt; Sebuah wadah tidak akan bisa diisi jika wadah tersebut tertutup. Begitu juga dengan pikiran kita, jika tertutup, maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari siapa pun. Ciri-ciri pikiran tertutup:&lt;br /&gt;   ◦    Suka membantah. Dia menerima nasihat, tetapi saat dinasihati malah membantah.&lt;br /&gt;   ◦    Kalah dengan alasan. Saat ada halangan dia berhenti dengan alasan ada halangan tersebut.&lt;br /&gt;   ◦    Tidak menerima sesuatu yang baru. Dia hanya mau melakukan sesuatu yang sudah biasa dia lakukan saja.&lt;br /&gt;   ◦    Tidak mau menerima tantangan. Maunya dikasih tugas yang bisa-bisa saja.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;3.    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hormati mentor.&lt;/span&gt; Kadang aneh, ada orang yang bertanya dengan cara maksa, marah-marah, atau tidak sopan. Mentor tersebut akan membantu keberhasilan Anda, maka wajar jika Anda menghormatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengertilah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; dengan kesibukan mentor।&lt;/span&gt; Jika mentor Anda orang sukses, pasti dia sibuk. Jangan mau punya mentor yang malas, nanti Anda akan terbawa malas.  Mentor yang baik, pasti mentor yang sibuk dan Anda harus mengerti. Tidak usah marah-marah saat pertanyaan Anda tidak dijawab. Sabarlah, coba pada kesempatan lain. Bukannya marah atau ngambek. Jika perlu, bantu kesibukan mentor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5.    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan manja, seperti anak kecil.&lt;/span&gt; Kecuali Anda masih kecil, bersikaplah dewasa. Jangan manja, segala sesuatu ingin disuapin oleh mentor. Mentor itu hanya mengarahkan apa yang harus Anda lakukan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana&lt;/span&gt; cara melakukannya itu adalah tugas Anda. Bahkan ada yang konyol, seorang yang manja malah minta mentor melakukan sesuatu untuk dia. Jika memang Anda ingin seseorang bekerja untuk Anda, itu bukan mentor. Carilah konsultan atau orang yang menawarkan jasa untuk melakukan sesuatu yang tidak Anda bisa. Yup, Anda harus membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Haruskah Punya Mentor Sukses?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan saya, kenapa harus mempertanyakan ini? Mungkin ada yang berkata bahwa banyak orang yang sukses tidak memiliki mentor sukses. Tentu saja bisa saja. Namun satu kunci kesuksesan seseorang itu ialah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dia melakukan sesuatu dengan cara yang benar&lt;/span&gt;. Untuk menemukan cara yang benar itu bisa Anda cari sendiri atau Anda belajar kepada orang yang sudah menemukannya. Itu semua pilihan Anda.&lt;br /&gt;Memang, sebagian orang begitu enggan memiliki mentor sukses. Merasa berat memiliki mentor sebab dia tidak mau diatur atau diarahkan. Tidak apa-apa, jika seseorang tidak mau diarahkan, artinya dia harusnya sudah tahu arah atau akan mencarinya sendiri. Sekali lagi, itu terserah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenapa Orang Sukses Mau Menjadi Mentor Sukses?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah tadi dikatakan bahwa seorang mentor sukses itu biasanya sibuk? Lalu kenapa dia mau menjadi seorang mentor? Jika Anda mempertanyakan masalah ini, jelas Anda butuh seorang mentor sukses. Sebab ini salah satu rahasia sukses dan Anda belum mengetahuinya. Salah satu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rahasia sukses itu adalah berbagi&lt;/span&gt;. Seseorang yang sukses tentu akan mau berbagi untuk keberhasilan dia sendiri. Mereka tidak akan menolak menjadi mentor sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertindaklah. Mulailah bangun jaringan untuk mendapatkan seorang mentor sukses. Ingat tip-tip yang sudah dijelaskan diatas. Jika Anda bertanya apakah saya punya mentor, maka jawabannya ialah saya punya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;banyak&lt;/span&gt; mentor sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Sumber: http://www.motivasi-islami.com/pentingnya-seorang-mentor-sukses/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-65655719628700888?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/65655719628700888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=65655719628700888' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/65655719628700888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/65655719628700888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2010/12/pentingnya-seorang-mentor-sukses.html' title='Pentingnya Seorang Mentor Sukses'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/TRv5R-s5nfI/AAAAAAAAAkE/akO6vCLIWQ8/s72-c/ibu-anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-2780001453072912928</id><published>2010-07-23T04:10:00.000-07:00</published><updated>2010-07-23T04:35:33.973-07:00</updated><title type='text'>Ayo.., Membuka Usaha Mulai Sekarang!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/TEl9MSlieGI/AAAAAAAAAjw/EQw2DeNCx68/s1600/Kuda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 98px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/TEl9MSlieGI/AAAAAAAAAjw/EQw2DeNCx68/s200/Kuda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497062470283589730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kemampuan belajar dari kegagalan menentuykan keberhasilan pebisnis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tak ada resep jitu untuk menjadi businessman keculai memulainya. Berbisnis adalah learning by doing. Tak ada pebisnis yang bisa meraih sukses tanpa terantuk kegagalan. Lebh cepat memulai bisnis lebih baik agar ide Anda tidak didahului orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua orang memilih jalan hidupnya menjadi seorang entrepreneur. Tapi, tiap orang perlu dibuka inspirasinya untuk menjadi seorang wirausahawan sedini mungkin. Dengan memulai usaha lebih dini, akan terbuka kesempatan mengekplorasi inspirasi usahanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat panjang itu kerap disampaikan pengusaha properti Ciputra untuk menjawab pertanyaan kapan harus memulai bisnis. Jadi, lebih cepat memulai usaha, tentu lebih baik. Jika tidak memulai dari sekarang, bisa jadi orang lain akan lebih dulu melaksanakan ide Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian dan pengalaman para pebisnis tenar di Amerika Serikat (AS), usia bukan penentu kesuksesan seorang pebisnis. Ada pebisnis yang sukses merintis usahanya di usia muda, ada pula yang baru sukses di masa senja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farrah Gray sebagai contoh, pemuda kelahiran Chicago Amerika Serikat 9 September 1984 adalah contoh pebisnis sukses yang merintis usaha sedari dini. Ia memulai bisnis dari jualan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hand &amp;amp; body lotion&lt;/span&gt; seharga U$ 1,5 per botol secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;door to door&lt;/span&gt; di usia 6 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjang usia 13 tahun, Gray mengawalai produksi sirop dengan mendirikan Farr-Out Foods. Pas 14 tahun, Farr-Out Food mencetak penjualan U$ 1,5 juta. Dan kini Gray memiliki perusahaan media raksasa bernama Innercity Broadcasting dan beraset jutaan dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Grey, Harland Sanders justru terlambat masuk ke kancah bisnis. Pendiri Kentuky Fried Chicken (KFC) tersebut baru merintis usaha ayam goreng ketika berusia 48 tahun. Dan, baru di usia 62 tahun, Sanders mengibarkan merek dagang KFC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal lain berbisnis adalah jangan takut gagal. Agung Bayu Waluyo, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Netrpreneurship Education Manager&lt;/span&gt; Universitas Ciputra &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Entrepreneurship Center,&lt;/span&gt; berpesan, belajrt dari pengalaman sering menjadi kunci sukses. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Entrepreneur&lt;/span&gt; bahkan harus pernah mengalami kegagalan. "Ia harus bisa mengelola kegagalan sama halnya mengelola kebrhasilan," kata Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain yang tidak kalah penting dalam memulai bisnis adalah kepercayaan dengan pilihan ide. Biarkan insting Anda bekerja dan berkembang. Jangan berhenti berinovasi. Siapa tau hasil inovasi Anda justru bisa memenuhi ceruk pasar yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah penting pelajari kegagalan pesaing, pelajari pengalaman pesaing, dan pastikan Anda tidak mengulanginya. Jika sekarang ANda masih jadi pekerja/karyawan dan ingin memulai usaha, sebaiknya jangan menunggu usia pensiun. Sangat beresiko mempertaruhkan uang pensiun untuk modal usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan seperti ini sering dilakukan orang Indonesia. "Maksimal lima tahun menjelang pensiun harus sudah mulai merintis uaha," ujar Eko Endarto, perencana keuangan dari Finansial Consulting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedasarkan pengalaman, pada tahun pertama membukja usaha perlu dana investasi besar, serta masih mencari bentuk usaha yang pas. Baru tahun ke dua butuh suntikan dana segar untuk pengembangan usaha. "Usaha di tahun pertama biasanya belum belum membawa hasil, baru mencari bentuk," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko menyarankan pekerja/karyawan yang ingin berbisnis, mulai start di usia menjelang 40-an, terutama saat karier mencapai puncak. Syukur-syukur perusahaan menawarkan pensiun dini yang bisa digunakan jadi modal. "Kalau sahanya gagal, masih ada kesempatan untuk jadi pekerja lagi," imbuh Eko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah modal umum menjadi pengusaha. Anda siap memulainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memulai dari Hasrat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berbagai penelitian menunjukan faktor penentu sukses sebuah bisnis pertama kali datang dari hasrat seseorang. Hasrat ini lebih berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis ketimbang faktor lainnya. Misalnya bisnis bengkel modifikasi mobil atau motor, biasanya dimulai dari kegemaran si pengusaha terhadap otomotif.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selain hasrat, sebelum membuka usaha, seseorang perlu mengidentifikiasi peluang yang ada di lingkungan sekitar. Ambil contoh, di lingkungan yang panas, kebutuhan orang akan air minum jelas tinggi. Ini bisa dibaca oeleh pebisnis sebagai peluang bisnis minuman dalam kemasan atau air isi ulang.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Contoh lain adalah dari pengamatan perubahan nilai di masyarakat. Ambil contoh, orang Indonesia membeli handphone untuk gaya hidup bukan berdasarkan kebutuhan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di Amerika Serikat, pnsel cerdas BlackBerry populer karen punya kemampuan push mail. DI Indonesia, yang jadi keunggulan BlackBerry bukan push mail, tapi berbagai aplikasi jejaring sosial. Karenanya, penjualan BlackBerry tetap laris manis. Bahkan, produsen ponsel yang mirip BlackBerry ikut kecipratan permintaan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Agung Bayu Waluyo dari Universitas Ciputra menyarankan, calon entrepreneur bisa memulai bisnis begitu menyadari empat hal. Pertama; ada peluang dari supply dan demand yang cocok terhadap sebuah barang. Kedua; sudah memiliki barang, tetapi masih mancari pangsa pasar. Ketiga; menyadari ada permintaan yang besar, tapi pasokan minim. Ini misalnya bisa dilihat dari kebutuhan obat penyakit kanker dan AIDS. Keempat; mencipatakan peluang ketika seseorang bisa melihat kebutuhan di mas mendatang, dan berusaha untuk memenuhinya denga teknologi. Contoh yang terakhir ini adalah Mrk Zuckerbrg, pencipta situs jejaring sosial bernaba Facebook.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat dan salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Sumber: http://www.kontan.co.id/index.php/epaper&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-2780001453072912928?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/2780001453072912928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=2780001453072912928' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/2780001453072912928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/2780001453072912928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2010/07/ayo-membuka-usaha-mulai-sekarang.html' title='Ayo.., Membuka Usaha Mulai Sekarang!'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/TEl9MSlieGI/AAAAAAAAAjw/EQw2DeNCx68/s72-c/Kuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-6376701919476459453</id><published>2010-05-17T03:04:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T03:32:27.165-07:00</updated><title type='text'>Melatih Kekuatan Memilih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S_EVPTHOEqI/AAAAAAAAAjg/9pxBeqmx2iU/s1600/brain.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S_EVPTHOEqI/AAAAAAAAAjg/9pxBeqmx2iU/s200/brain.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472178374804640418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Trouble is a friend." - Lenka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sahabat, setiap kita saat ini adalah hasil dari keputusan dan tindakan kita di masa lalu.&lt;/span&gt; Tindakan dan keputusan kita bertahun yang lalu, punya peran membentuk diri kita saat ini. Keputusan dan tindakan kita kemarin, telah menjadikan kita sebagaimana kita yang hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maka sahabat, setiap keputusan dan tindakan kita hari ini, akan menentukan bagaimana kita di masa depan.&lt;/span&gt; Jika kita menginginkan kebaikan terjadi pada diri kita di hari esok, maka segala keputusan dan tindakan kita hari ini, juga harus menjadi keputusan dan tindakan yang baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keputusan dan tindakan yang baik, adalah keputusan dan tindakan yang sangat jelas memberi sinyal tentang arah di dalam rute yang benar menuju kepada kebaikan kita di masa depan.&lt;/span&gt; Keputusan dan tindakan yang baik adalah bukan yang berbelok arah, dan bukan pula yang berbalik arah dari rute itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kita sering sekali merasakan kesulitan untuk meyakini tingkat kebaikan yang tepat terkait dengan keputusan yang kita ambil dan tindakan yang kita lakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apakah keputusan yang saya ambil ini sudah baik dan tepat?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apakah tindakan yang akan saya lakukan ini sudah baik dan tepat?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan seperti itu bisa berakibat buruk pada kestabilan diri dan menciptakan keraguan serta kegamangan. Akibatnya, perjalanan kita menuju kepada kebaikan akan kita rasakan sebagai langkah-langkah yang terseok dan rapuh. Diri, pikiran, dan perasaan kita juga akan menjadi lebih rapuh, menjadi lebih rentan di hadapan badai kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Itu sebabnya sahabat, kita memerlukan keyakinan yang lebih kuat di dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan.&lt;/span&gt; Hanya dengan ini, maka mata dan hati kita juga hanya akan tertuju ke depan. Dan tentunya, keadaan ini akan membuat kita bisa memudahkan jalan menuju kepada kebaikan yang kita cita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan, sering kita anggap sebagai sesuatu yang sulit kita capai tingkatan idealnya. Ini ada benarnya, sebab &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;keyakinan adalah tiang penyangga yang kekuatannya tidak datang begitu saja. Kekuatan keyakinan, adalah kekuatan yang harus kita bangun setiap saat, setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apakah keputusan yang saya ambil ini sudah baik dan tepat?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apakah tindakan yang akan saya lakukan ini sudah baik dan tepat?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apakah saya yakin bahwa keputusan yang saya ambil ini sudah baik dan tepat?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apakah saya yakin tindakan yang akan saya lakukan ini sudah baik dan tepat?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dan sungguh sahabat, Tuhan begitu menyayangi kita dengan menganugerahkan sebuah kemampuan yang memang sesuai dengan kesanggupan setiap manusia.&lt;/span&gt; Dengan kemampuan itu, setiap kita telah diciptakan untuk mampu membangun keyakinan. Kemampuan itu, adalah kemampuan untuk MEMILIH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HAL TERPENTING DI BALIK SETIAP KEPUTUSAN DAN TINDAKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terpenting di balik setiap keputusan dan tindakan, adalah PILIHAN. Dengan kata lain, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;setiap keputusan dan tindakan adalah identik dengan PILIHAN.&lt;/span&gt; Dan kita sama mengetahui, bahwa setiap penyimpangan, kemunduran, atau terhentinya perjalanan menuju kepada kebaikan, hanya disebabkan oleh kegagalan dalam mengambil keputusan dan dalam melakukan tindakan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maka sesungguhnya, kegagalan itu adalah kegagalan di dalam menetapkan PILIHAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain sahabat, berhasil atau tidaknya kita mencapai tujuan dan cita-cita kebaikan, adalah ditentukan oleh besarnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kekuatan dari PILIHAN&lt;/span&gt; yang kita tetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PILIHAN itu sendiri adalah fenomena &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;obyektif&lt;/span&gt; yang dihamparkan di hadapan kita setiap saat, setiap waktu. Dengan obyektifitasnya itu, maka PILIHAN adalah sesuatu yang netral dan apa adanya. Dalam pada itu, segala pilihan kebaikan yang kita tetapkan sebagai tujuan di dalam kehidupan, adalah sesuatu yang amat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;subyektif&lt;/span&gt; sifatnya, di mana untuk menuju kepada kebaikan ada begitu banyak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pintu-pintu kebaikan.&lt;/span&gt; Apa yang perlu kita tempuh dengan demikian, adalah menjadikan diri kita sebagai pribadi-pribadi yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mempunyai kekuatan di dalam MEMILIH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERDIRI ATAU JATUH DI HADAPAN PILIHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setiap kali kita dihadapkan pada PILIHAN, maka pada ketika itu SESUNGGUHNYALAH fungsi kemanusiaan kita sedang berada di titik PUNCAKNYA.&lt;/span&gt; Ketika kita berada di tengah masalah, kita berada di tengah hutan rimba PILIHAN. Segala hal yang berkecamuk di dalam pikiran dan perasaan kita, adalah hamburan-hamburan PILIHAN. Ketika itulah, kekuatan kita di dalam menetapkan PILIHAN menjadi sangat berperan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ketika itu, inilah yang berlangsung dan terjadi pada diri kita sebagai normalnya manusia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kita sebenarnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEGAK BERDIRI&lt;/span&gt; sebagai manusia dengan keaktifan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERASAAN&lt;/span&gt; di titik puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kita sebenarnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEGAK BERDIRI&lt;/span&gt; sebagai manusia dengan keaktifan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PIKIRAN&lt;/span&gt; di titik puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hanya PERASAAN yang mendominasi lebih dari proporsinyalah, yang membuat kita TERJATUH ke dalam PILIHAN yang impulsif, kompulsif, atau obsesif, yang akan menjadi sebab bagi penyesalan kita di kemudian hari.&lt;/span&gt; Penyesalan yang terjadi karena gagalnya upaya untuk tetap mengarah kepada kebaikan. Penyesalan yang terjadi akibat pengambilan keputusan yang berujung pada tindakan yang justru mensabotase kebaikan. Kita sering menyebut hal ini sebagai keputusan dan tindakan yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kurang menggunakan AKAL SEHAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hanya PIKIRAN yang mendominasi lebih dari proporsinyalah, yang membuat kita TERJATUH ke dalam PILIHAN yang rigid alias kaku dan berdarah dingin, yang juga akan menjadi sebab bagi penyesalan kita di kemudian hari.&lt;/span&gt; Penyesalan yang juga terjadi karena gagalnya upaya untuk tetap mengarah kepada kebaikan. Penyesalan yang terjadi akibat pengambilan keputusan yang berujung pada tindakan yang justru juga mensabotase kebaikan. Kita sering menyebut hal ini sebagai keputusan dan tindakan yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KURANG BERPERASAAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lebih dari itu sahabat, hanya PERASAAN dan PIKIRAN yang mendominasi JIWA lebih dari proporsinyalah, yang membuat kita TERJERUMUS ke dalam pilihan yang buruk, yang jauh dari kebaikan, yang dipastikan akan menjadi sebab bagi penyesalan kita di kemudian hari.&lt;/span&gt; Penyesalan yang terjadi karena KEGAGALAN KEMANUSIAAN yang meng-gagal-total- kan kebaikan. Kita akan menyebut hal ini sebagai keputusan dan tindakan yang TIDAK BERPERIKEMANUSIAAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu sahabat yang baik, apa yang perlu kita lakukan adalah terus belajar di dalam kebaikan, dengan terus berlatih guna menguatkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEKUATAN MEMILIH,&lt;/span&gt; agar perasaan dan pikiran tetap menjadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"alat"&lt;/span&gt; kita dan tidak sebaliknya malah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"memperalat"&lt;/span&gt; kita yang sebenarnya sedang menuju kepada cita-cita kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MELATIH KEKUATAN MEMILIH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi ekologisnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PILIHAN&lt;/span&gt; keputusan dan tindakan kita saat ini, dan demi ekologisnya semua itu dengan masa depan, maka kita perlu berhati-hati menetapkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PILIHAN&lt;/span&gt; keputusan dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PILIHAN&lt;/span&gt; tindakan. Agar kita sebagai manusia yang baik-baik, tidak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TERJATUH&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TERJERUMUS&lt;/span&gt; dan kemudian terlepas dari kebaikan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, "ekologis" itu mudahnya adalah, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"tetap melekat pada kebaikan dan terus membawa kebaikan, kapanpun dan dimanapun."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mari kita sama-sama belajar dan berlatih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, perhatikanlah daftar berikut ini dan jika perlu tambahkanlah sendiri daftar ini sesuai dengan kondisi dan keadaan sahabat, apapun kondisi dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERASAAN&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PIKIRAN&lt;/span&gt; sahabat saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01. TAQWA versus FUJUR&lt;br /&gt;02. BENAR versus SALAH&lt;br /&gt;03. PAHALA versus DOSA&lt;br /&gt;04. BERMORAL versus AMORAL&lt;br /&gt;05. BAIK versus BURUK&lt;br /&gt;06. PINTAR versus BODOH&lt;br /&gt;07. SMART versus STUPID&lt;br /&gt;08. CANTIK versus TIDAK CANTIK (bukan tentang fisik)&lt;br /&gt;09. COOL versus NOT COOL&lt;br /&gt;10. KEREN ABIEZ versus NORAK ABIS&lt;br /&gt;11. GUE BANGET versus BUKAN GUE BANGET (di dalam kebaikan)&lt;br /&gt;12. AMAN versus TIDAK AMAN (bagi kebaikan)&lt;br /&gt;13. MEMULUSKAN versus MENGHAMBAT (proses menuju kebaikan)&lt;br /&gt;14. NYAMAN versus TIDAK NYAMAN (untuk kebaikan diri sendiri)&lt;br /&gt;15. BERANI (karena benar) versus TAKUT (karena salah)&lt;br /&gt;16. HIDUP versus MATI&lt;br /&gt;17. BERSYUKUR versus TIDAK BERSYUKUR&lt;br /&gt;18. SABAR versus AMARAH&lt;br /&gt;19. ENAK versus MEMUAKKAN&lt;br /&gt;20. BIJAK versus TIDAK BIJAK&lt;br /&gt;21. CINTA versus BENCI&lt;br /&gt;22. ADIL versus DZALIM&lt;br /&gt;23. KAYA versus MISKIN (bicara akibat)&lt;br /&gt;24. KEBAHAGIAAN versus PENDERITAAN (bicara akibat)&lt;br /&gt;25. KETERATURAN versus KEKACAUAN&lt;br /&gt;26. MENANG versus KALAH&lt;br /&gt;27. SELESAI versus TAMBAH RUNYAM&lt;br /&gt;28. Dan seterusnya... (tambahkan sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat bisa menambahkan pasangan-pasangan kontras sebanyak yang sahabat mau, sesuai yang bisa sahabat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PIKIRKAN&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RASAKAN&lt;/span&gt; saat ini. Semakin sahabat menambahkannya, semakin banyak pintu-pintu kebaikan yang berpotensi sahabat masuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sahabat, apa yang kita lakukan setiap saat adalah memberi MAKNA, sebab kehidupan adalah tentang MAKNA.&lt;/span&gt; Dan kita, baru saja memberi MAKNA bagi berbagai kemungkinan keputusan dan tindakan yang dihadapkan kepada kita setiap saat dan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKNA-MAKNA itu, akan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kita jadikan LABEL&lt;/span&gt; alias penanda bagi berbagai kemungkinan sebagai calon PILIHAN. LABEL-LABEL itu, adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PINTU-PINTU&lt;/span&gt; menuju kepada kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan LABEL itu secara sengaja dan khusus saling kita hadapkan sebagai dua kutub yang bertentangan. Di dalam teknik persuasi, upaya ini disebut dengan "the power of contrast".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah sahabat, bahwa ketika kita me-LABEL-kan sebuah makna, maka LABEL itu melekat pada berbagai kemungkinan dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUKAN pada DIRI KITA.&lt;/span&gt; LABEL-LABEL itu mewakili karakteristik, sifat, dan potensi dari berbagai PILIHAN kita nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita berhadapan dengan berbagai kemungkinan keputusan dan tindakan kehidupan, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tahan dirilah sejenak&lt;/span&gt; untuk tidak langsung menetapkan PILIHAN KEPUTUSAN atau bahkan langsung melakukan apa yang menjadi PILIHAN TINDAKAN. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tuailah manfaat terbesar dari kesabaran, yaitu KEKUATAN UNTUK MEMILIH. Dan inilah yang perlu sahabat lakukan di saat JEDA itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama, urutkanlah ulang semua koleksi LABEL di atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sahabat melakukannya, jangan lupa untuk MENGAMBIL angka nol (0) yang berada di depan semua angka di atas. Angka nol itu tidak kita buang, melainkan kita tanamkan kepada diri kita, bahwa itu adalah sebuah SIMBOL bagi jiwa kita yang baik, bahwa kita sedang dengan sengaja berdiri di titik nol, alias di titik NETRAL. Dengan tidak lagi mengandung angka "nol" di depannya, hasil pengurutan ulang yang sahabat lakukan, akan sangat mencerminkan tingkat kepentingannya bagi sahabat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurutkan ulang ini bisa kita lakukan dengan merasakan pengaruh terbesar dari pasangan LABEL terhadap perasaan dan pikiran kita. Misalnya saja, kita sangat benci disebut "BODOH" maka tentunya kita akan sangat senang disebut "PINTAR". Pada hari-hari yang lain, kita mungkin lebih senang disebut "ADIL" dan sangat tidak senang disebut "DZALIM". Ini sangat tergantung pada mood, atau kondisi perasaan dan pikiran kita pada suatu saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang biasanya terjadi, adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;otomatisnya kita melekatkan berbagai LABEL itu ke diri kita sendiri.&lt;/span&gt; Jika orang lain yang melakukannya, maka kita cenderung meng-ya-kannya. Maka kita bisa memaklumi, bahwa akibatnyapun akan sangat mungkin menjadi keputusan dan tindakan yang juga otomatis, yang justru menjatuhkan atau menjerumuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah keadaan di mana kita sedang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"diperalat"&lt;/span&gt; oleh pikiran dan perasaan kita sendiri. Salah satu ciri dari kondisi "diperalat", adalah ketika kita berada dalam situasi "miskin pilihan pasangan LABEL". Misalnya, ketika kita melihat suatu persoalan hanya sebagai "MENANG versus KALAH". Padahal, belum tentu bahwa "MENANG versus KALAH" adalah di puncak peringkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalani proses jeda dan mengurutkan ulang ini, adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;upaya awal bagi kita untuk menggeser semua LABEL agar tidak lagi "memperalat" melainkan menjadi "alat" yang bisa kita gunakan untuk mengelola PILIHAN-PILIHAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurutkan ulang ini, juga bisa dilakukan dengan menjawab pertanyaan, "Apa yang paling penting buat saya saat ini?" - Apapun jawaban yang sahabat dapatkan, selalulah menjadikannya sebagai pasangan LABEL yang saling bertentangan. Misalnya, jika yang paling penting bagi sahabat pada suatu saat adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"SELESAINYA MASALAH",&lt;/span&gt; maka pasangan kontrasnya adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"MASALAH TAMBAH RUNYAM".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, apapun hasil dari mengurutkan ulang di atas, adalah cerminan dari kondisi dan situasi diri sahabat pada saat itu. Dan manapun pasangan LABEL yang berada di puncak peringkat, hanya berarti satu, yaitu bahwa sahabat sedang berada di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;puncak performa&lt;/span&gt; sebagai pribadi yang sesungguhnya baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maka sahabat, mengurutkan ulang semua pasangan LABEL sebagaimana di atas, adalah upaya mengakomodasi perasaan dan sekaligus pikiran dengan tetap berada di dalam kerangka kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua, ambillah satu pasangan LABEL yang sedang berada di puncak peringkat.&lt;/span&gt; Misalnya "BAIK versus BURUK". Mulai dari sini, konsistenlah HANYA dengan pasangan LABEL ini saja (lihat note di bagian bawah ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga, bersiaplah untuk melekatkan pasangan LABEL itu kepada kemungkinan- kemungkinan keputusan dan tindakan yang sedang sahabat hadapi. Tapi, tunda dulu proses ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat, PILIHLAH SATU LABEL untuk MEMAKNAI setiap kemungkinan keputusan dan tindakan yang kita hadapi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, mulailah sahabat melakukan LABELLING. Misalnya, "kemungkinan A" berlabel "BAIK", "kemungkinan B" berlabel "BAIK", "kemungkinan C" berlabel "BURUK" dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal proses, kemungkinan keputusan dan tindakan itu mungkin saja lebih dari dua, atau bahkan banyak. Akan tetapi, lekatilah dengan HANYA salah satu dari dua PILIHAN LABEL MAKNA di puncak peringkat. Jangan gunakan LABEL dari pasangan LABEL di peringkat yang lain, sebab itu akan memicu "konflik internal" di dalam perasaan dan pikiran sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan waktu, sahabat akan menemukan bahwa setiap masalah sebenarnya hanya akan bermuara pada dua ujung yang sifat, karakter, dan potensinya bertolak belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelima, simpulkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sahabat memiliki cara yang lebih mudah dan lebih bijak untuk menetapkan PILIHAN keputusan dan PILIHAN tindakan, sehingga Insya Allah keputusan dan tindakan sahabat memang bisa sahabat yakini mengarah kepada tujuan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Note: &lt;/span&gt;Dalam hal terjadi keseimbangan hasil di antara dua LABEL kontras, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;barulah&lt;/span&gt; sahabat bisa bergeser ke pasangan LABEL di peringkat berikutnya. "Tata tertib" ini memang diperlukan agar tidak memicu "konflik internal" sebagaimana diungkapkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringkat dari pasangan-pasangan LABEL itu juga akan berubah-ubah urutannya, tergantung pada situasi dan keadaan pikiran dan perasaan sahabat di setiap saat. Peringkat hari ini mungkin akan berbeda dengan peringkat besok. Apa yang penting, adalah sahabat selalu mempunyai pasangan kontras, di mana yang satu menuju kepada cita-cita kebaikan dan satu lagi sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga, kita semua bisa lebih banyak berlatih dan belajar setiap hari, ketika kita dihadapkan pada berbagai PILIHAN kemungkinan dari keputusan dan tindakan di dalam hidup yang menuju kepada kebaikan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sehingga, apapun LABEL yang sedang kita lekatkan kepada berbagai kemungkinan itu secara obyektif, sahabat tetap berdiri sebagai pribadi yang secara subyektif baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sahabat semua menjadi lebih mudah menemukan cara yang memuluskan jalan menuju kepada cita-cita kebaikan. Aamiin. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O ya sahabat, bukankah semua pelajaran di atas sesungguhnya adalah tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MELATIH HATI NURANI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======================================&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Ikhwan Sopa : Master Trainer E.D.A.N. - http://www.motivasi-komunikasi- leadership. co.cc&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-6376701919476459453?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/6376701919476459453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=6376701919476459453' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/6376701919476459453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/6376701919476459453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2010/05/melatih-kekuatan-memilih.html' title='Melatih Kekuatan Memilih'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S_EVPTHOEqI/AAAAAAAAAjg/9pxBeqmx2iU/s72-c/brain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-5198766952378750905</id><published>2010-03-09T00:03:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T00:15:41.005-08:00</updated><title type='text'>Entrepreneur: Meraih Kemenangan di Tengah Cibiran Alam Semesta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S5YBQ0wIDdI/AAAAAAAAAjY/BhKQtvcZW8M/s1600-h/business-plan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 155px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S5YBQ0wIDdI/AAAAAAAAAjY/BhKQtvcZW8M/s200/business-plan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446542187901226450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Entrepreneur: Meraih Kemenangan di Tengah Cibiran Alam Semesta&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh: JOI Ihalauw&lt;br /&gt;Staf Pengajar UPH Business School&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul ini adalah secuil pesan Claude Hopkins kepada anaknya, yang menggambarkan perjalanannya menjadi seorang sukses. Seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt; berani bertindak berbeda, kokoh dalam keyakinan saat melihat peluang, bahkan jika harus melawan arus sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media membeberkan fakta jumlah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt; di Indonesia hanya 400.000 dari jumlah kebutuhan 4,4 juta orang. Kita tersentak. Kalau saja bisa mencapai 2% dari jumlah penduduk, Indonesia pasti lebih maju. Amerika Serikat memiliki entrepreneur 11% dari jumlah penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kao (John J. Kao) menunjukan empat komponen saat menelisik fenomena kewirausahaan: insan kreatif yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt;, tugas kreatif, konteks organisasi, dan tantangan lingkungan sekitar. Tulisan ini hanya sekelumit tentang insan kreatif, yaitu bagaimana meningkatkan kemampuan berpikir strategis seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt; pemula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, tindakan terencana dan serius untuk membentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt; pemula Indonesia baru tampak dalam satu dekade terakhir. Beberapa perguruan tinggi menyelenggarakan program studi kewirausahaan. Bank-bank ikut berkiprah melalui progran CSR. Semisal Bank Mandiri, yang telah mendidik 9.900 mahasiswa untuk menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt;, tapi 3.000 saja yang lolos tempaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kao mengatakan, konsep &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneurship&lt;/span&gt; berarti tindakan cipta-nilai melaui pengenalan peluang-peluang bisnis, pengelolaan kesediaan memikul resiko sepadan dengan peluang itu, serta mahir komunikasi dan manajemen pengerahan sumber daya manusia, finansial, dan material yang diperlukan, sehingga proyek yang dikerjakan membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kao memberi penekakanan pada kemampuan mencipta nilai. Jika nilai untuk pelanggan dipahami sebagai perbandingan atara manfaat dengan biaya, maka sejak dini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt; harus tahu bahwa manfaat selalu berubah, sebab keinginan (manfaat yang dicari) pembeli di pasar pun dinamis. Jadi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt; harus cerdik menyikapi kecenderungan keinginan dan mampu mencipta manfaat baru untuk ditawarkan ke pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkiprah sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt; mengharuskan ia untuk selalu berpijak pada realitas, menginderai kesenjangan antara manfaat dicari (keinginan) dan manfaat aktual (dalam produk) yang ditawarkan ke pasar. Boleh jadi kesenjangan antara manfaat yang dicari dengan manfaat aktual itu pada awalnya secercah peluang saja. Waktu jualah yang menjawab apakah kelak secercah peluang itu sesungguhnya sesuatu yang besar dan menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mejalani waktu inilah yang sering membimbangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt; pemula. Keraguannya diperbesar oleh rasa takut rugi, tidak punya cukup modal untuk bisa bertahan lebih lama, usia beranjak naik sedangkan hasil belum kelihatan, tidak berpengalaman, dan persaingan ketat. Ada juga mitos bahwa kelompok etnis tertentu saja yang bisa menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya untuk menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt;, seseorang harus bertindah, bertindak, dan terus bertindak untuk menciptakan nilai! Hal ini dikukuhkan oleh hasil penelitian Shefsky pada 1994 terhadap 200 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt;, sehingga ia menyimpulkan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur are made, not born!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan berpikir strategis adalah salah satu modal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt; pemula. Ohmae (Kenichi Ohmae) menunjukan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3R&lt;/span&gt; penting dari seni pikir strategik: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reality; entrepreneur&lt;/span&gt; harus membiasakan menjelajah lanskap abad ke-21, mengamati kenyataan dan kecendurangan pasar, industri dan lingkungan makro. Mereka perlu peka terhadap tantangan dari perubahan yang sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita simak, Etnis Tionghoa secara budaya terbiasa memandang tantangan atau krisis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(wei cie)&lt;/span&gt; sebagai ancaman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(wei sien)&lt;/span&gt; sekaligus peluang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(cie hue)&lt;/span&gt;. Ketika dihadapkan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wei cie&lt;/span&gt;, secara simultan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wei sie&lt;/span&gt;n dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cie hue&lt;/span&gt;. Dunia belum kiamat, ada kesempatan! Ini kemampuan berpikir kreatif memandang setiap ancaman sebagai peluang yang tertunda; memuntir ancaman menjadi peluang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ripeness&lt;/span&gt; atau timing, tepat saat dalam mengidentifikasi dan menggarap peluang. Tidah heran jika kita sering mendengar bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;opportunity never knocks twice,&lt;/span&gt; atau "dia hoki banget". Bukan tanpa dasar ketika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ries&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Trout&lt;/span&gt; mengatakan bahwa timing adalah Himalaya-nya strategi. Jadi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt; pemula perlu mengasah diri dalam mengenali dan menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;strategic window&lt;/span&gt;, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;limited periods during which the fit between the requirements oh the firm is at an optimum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yang terakhir&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Resources.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Entrepreneur&lt;/span&gt; pemula harus mampu mengerahkan sumberdayanya yang terbatas untuk menciptakan nilai. Sering kita terjebak dalam kebiasaan berpikir bahwa kelimpahan sumberdayalah yang paling penting. Fakta menunjukan, bukan kelimpahan sumberdaya, melainkan racikan unik dari berbagai sumberdaya yang dikuasailah yang terpenting sehingga terbentuk kapabilitas-kapabilitas unik untuk mencipta nilai superior. Bukankah bahan-bahan untuk membuat nasi goreng adalah sama? Tetapi mengapa ada yang laris banget? &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kuncinya: Keunikan RACIKAN!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-5198766952378750905?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/5198766952378750905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=5198766952378750905' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/5198766952378750905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/5198766952378750905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2010/03/entrepreneur-meraih-kemenangan-di.html' title='Entrepreneur: Meraih Kemenangan di Tengah Cibiran Alam Semesta'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S5YBQ0wIDdI/AAAAAAAAAjY/BhKQtvcZW8M/s72-c/business-plan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-9059517480441090030</id><published>2010-02-16T01:55:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T02:06:50.929-08:00</updated><title type='text'>Gran Opening MAXILink, senin 15 Februari 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S3psD0LdY0I/AAAAAAAAAjQ/XviyuysqCHk/s1600-h/Baliho.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S3psD0LdY0I/AAAAAAAAAjQ/XviyuysqCHk/s200/Baliho.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438778312805409602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Senin 15 Feb. 2010, hari itu adalah hari "Grand Opening" Loket Pembayaran Listri &amp;amp; Telepon (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;MAXILink&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam baru menunjukan -+10.00 wib tiba-tiba HP berdering setelah saya lihat ternyata dari istri tercinta, antara percaya dan tidak istri berujar dengan suara terbata-bata seolah tdk bisa menyimpan kegembiraan karena usaha yang masih bayi ini didatangi oleh segerombolan ibu-ibu komplek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita sang istri dengan nada panik meminta saya untuk tambah saldo PLN&amp;amp;Telepon segera karena saldo yg ada sudah menipis. Tidak mau kehilangan pelanggan dan demi kepuasan atas layanan kami tanpa berpikir panjang lebar saya pun langsung beranjak dr tempat duduk menuju ATM untuk segera tranfer. Alhamdulillah persolan telah terselesaikan dan pelanggan pun merasa puas atas layanan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit promosi (spanduk &amp;amp; poster) alhamdulillah hari pertama kami buka loket pembayaran Listrik &amp;amp; Telepon langsung diserbu oleh ibu-ibu komplek dan masyarakat sekitar. Ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami karena usaha yg kami jalankan ini ibarat bayi baru lahir tapi telah ditunggu oleh bapak-bapak dan ibu-ibu. Alhamdulillah ya Allah ternyata perjuangan kami tidak sia-sia dan dibutuhkan oleh orang lain. Semoga kami dapat menjalankan amanah-Mu dan pengguna layanan kami bertambah banyak serta dapat terpuaskan akan layanan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu point yang kami dapat adalah "Jika kita berjuang dijalan Allah dan sepenuh hati insaya Allah akan dimudahkan", demikian sharing ini saya sampaikan semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;081310004288&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-9059517480441090030?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/9059517480441090030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=9059517480441090030' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/9059517480441090030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/9059517480441090030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2010/02/gran-opening-maxilink-senin-15-februari.html' title='Gran Opening MAXILink, senin 15 Februari 2010'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S3psD0LdY0I/AAAAAAAAAjQ/XviyuysqCHk/s72-c/Baliho.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-1700848970696609835</id><published>2010-02-10T03:36:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T03:46:40.499-08:00</updated><title type='text'>THE POWER OF KEPEPET</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S3Kcd5QiZvI/AAAAAAAAAjI/JQzW3nWLAsg/s1600-h/the_power_of_kepepet.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S3Kcd5QiZvI/AAAAAAAAAjI/JQzW3nWLAsg/s200/the_power_of_kepepet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436579737589933810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seandainya sekarang anda tidak memiliki uang tabungan, penghasilan pun kurang dari 1 juta sebulan. Apakah anda bisa mendapatkan uang 10 juta - jam 9 esok hari?" Saat saya menanyakan pertanyaan ini kepada peserta seminar, hampir semua menjawab, Tidak Bisa.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa?? Karena mereka mengukur kemampuannya berdasarkan kondisi normal mereka. Dengan penghasilan 1 juta perbulan, jika savingnya 200 ribu perbulan, maka butuh 50 bulan untuk mendapatkan 5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika pertanyaan saya ubah? Seandainya, malam hari ini, orang yang paling Anda sayangi, mendadak sakit keras. Dokter mendiagnosa ada sebuah tumor ganas yang harus dioperasi esok pagi. Jika tidak, maka (maaf) nyawanya akan melayang. Sedangkan operasi hanya bisa dilaksanakan jika anda menyerahkan uang tunai sejumlah 5 juta rupiah sebelum jam 9 esok hari. Bagaimana? Apakah anda masih akan mengatakan tidak bisa? Mayoritas akan menjawab, "Harus bisa". Kenapa? Karena KEPEPET, jika tidak, nyawa orang yang kita cintai tersebut akan melayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebenarnya jika dalam kondisi yang terdesak dan tidak diberikan pilihan untuk "tidak bisa", manusia akan mencari jalan untuk berfikir "Bagaimana Harus Bisa". Tetapi kenapa sukses, kaya, membahagiakan orang tua atau keluarga, seolah bukan suatu kebutuhan yang mendesak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, diluar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali hanya akan keluar pada kondisi terdesak, seperti seorang nenek bisa melompat dari gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka yang 'kepepet' sebelumnya. Seperti per atau pegas, saat kita tekan, maka akan menimbulkan gaya yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita lakukan? Cara Pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, adalah dengan cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi kepepet, maka kita akan mengfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita, bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini anda di PHK, apa yang akan anda lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara Nyata. Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu terpaksa berfikir bagaimana melunasinya. Jika anda masih single dan tidak punya tanggungan keluarga, mungkin anda mau langsung mencoba keluar kerja dan mulai usaha?! Semua itu pilihan anda lho, jangan salahkan saya untuk resikonya. Tergantung dari karakter masing-masing orang. Saya menempuh cara yang terakhir, cukup konyol, tapi berhasil. Kuncinya: Tetap jaga KREDIBILITAS Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mana yang akan anda pilih, yang penting MELANGKAH, jangan kebanyakan mikir atau sekedar membaca artikel saya ini. Karena kehidupan anda tidak akan berubah hanya dengan mendengar, tapi dengan ACTION.&lt;br /&gt;Seperti kata Rudy Hartono, apa yang membuatnya menjadi juara? Jawabnya: “Every Point is a Game Point.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FIGHT!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;081310004288&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jaya Setiabudi dapat dihubngi di email : masj@fone-mail.com&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-1700848970696609835?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/1700848970696609835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=1700848970696609835' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/1700848970696609835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/1700848970696609835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2010/02/power-of-kepepet.html' title='THE POWER OF KEPEPET'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S3Kcd5QiZvI/AAAAAAAAAjI/JQzW3nWLAsg/s72-c/the_power_of_kepepet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-5674765504989274218</id><published>2010-01-18T00:24:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T00:36:57.532-08:00</updated><title type='text'>Takut Salah Nggak Usahlah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S1QcbG9VG-I/AAAAAAAAAjA/Pq_wulSKPl8/s1600-h/bicycle_accident.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S1QcbG9VG-I/AAAAAAAAAjA/Pq_wulSKPl8/s200/bicycle_accident.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427994702938184674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;*Takut Salah? Nggak Usahlah!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nyaris yakin bahwa Anda pasti bisa mengendarai sepeda. Roda dua maksud saya. Saya mengajak Anda berkelana ke masa lalu. Mari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pasti masih ingat bagaimana indahnya masa-masa itu. Masa kanak-kanak ketika kita merasa begitu bebas dan merdeka menjelajahi pelosok kampung kita, atau malah ke kampung-kampung tetangga, dengan bersepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kenangan terindah kita, berasal dari masa-masa itu. Entah Anda tinggal di perkotaan, di kompleks perumahan, di dekat pasar, atau di desa, bersepeda menyusuri pematang sawah barangkali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingatkah Anda, tentang segala hal yang Anda alami sebelum masa-masa indah itu bisa Anda nikmati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud saya, saat kita baru belajar menaiki sepeda. Saat kita dilanda gelora emosi karena belum juga bisa mengendalikan dan menyeimbangkan posisi bersepeda. Saat itu, kita melakukan begitu banyak kesalahan. Inilah di antara kesalahan yang pernah saya buat kala itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Jatuh ke selokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Menabrak pagar rumah orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Nyelonong keluar dari gang dan menyeruduk mobil lewat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Menabrak sepeda teman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Terpeleset pasir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Rem blong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tambahkan sendiri pengalaman Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, setahu saya, belum banyak helm pengaman dijual. Apalagi pengaman siku dan lutut seperti yang banyak beredar sekarang. Masih bagus, jika waktu itu sepeda Anda punya rem yang berfungsi dengan sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri, pernah belajar dengan sepeda yang tidak punya rem. Waktu itu, cara saya menghentikan sepeda adalah dengan menekan sandal jepit saya langsung ke roda depan. Ha...ha...ha.. berhenti juga, walaupun "overshoot" (landing melebihi batas landasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kesalahan dan blunder yang saya lakukan itu, banyak yang terjadi pada diri saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Lecet dan keseleo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Lutut memar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Tulang kering luka dan terkelupas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Sikut carut-marut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Kadang ya benjol juga jidat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Dimarahi orang, ini pasti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi menangis, atau berkelahi berebut sepeda, dan diomeli orang tua atau tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi, Anda bisa tambahi daftar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah Anda ingat bagaimana rasanya, pedal sepeda yang memantul dan menutuk ke tulang kering Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah Anda ingat bagaimana rasanya, terjerembab dengan telapak tangan menggelosor di atas aspal berpasir? Masih ingatkah Anda bagaimana rasanya malam hari setelah kejadian semacam itu? Telapak tangan yang terasa begitu panas dan berdenyut semalaman? Bisa jadi, Anda merasakannya sembari berlinang air mata dan terisak-isak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab pertanyaan saya, apakah semua kesalahan dan blunder itu, membuat Anda berhenti belajar naik sepeda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya! Tepat sekali, Anda ingin bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The power of dream!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan impianlah yang membuat Anda tetap berjuang dan belajar keras. Sampai bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, hari ini, saya yakin bahwa semua kesalahan dan blunder dari masa-masa itu, justru menjadi bagian dari keindahan itu sendiri. Setuju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab lagi pertanyaan saya. Kok bisa, kekuatan impian Anda begitu besarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini rahasianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda kecil, Anda masih polos. Anda belum banyak dicekoki dan "diracuni" oleh berbagai pengertian dan pemahaman tentang benar atau salah, dan tentang baik atau buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, Anda sangat yakin dalam menyikapi segala kesalahan dan blunder yang terjadi. Di mata Anda, semua kesalahan dan blunder adalah semata-mata "kesalahan teknis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan usia dan pendidikan Anda, Anda mulai menyusun dan mengorganisir berbagai konsep dan pemahaman tentang salah, benar, baik, dan buruk. Tentang moralitas dan idealisme kehidupan. Sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, tanpa Anda sadari, Anda mulai merumuskan sebuah konsepsi baru tentang kesalahan, yaitu *"kesalahan moral"*. Dan yang sangat sering terjadi, adalah kekurangwaspadaan Anda dalam memisahkan dua macam kesalahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mulai sekarang, camkanlah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mau melakukan sesuatu, dan kemudian menemukan berbagai kemungkinan kesalahan dan blunder yang mungkin akan terjadi, jangan langsung berhenti. Uji dahulu semua itu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah jika kesalahan atau blunder itu terjadi, akankah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Membuat Anda berdosa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Membuat Anda masuk neraka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Membuat Anda masuk penjara?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Mencederai moralitas dan keyakinan Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Melukai orang-orang yang Anda cintai?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Merugikan khalayak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda bisa menjawab "tidak", maka segala kesalahan itu semata-mata hanya *"teknis"* sifatnya. Dan *"kesalahan teknis*" semacam ini, selalulah merupakan *pembelajaran*. Penting, dan bernilai untuk Anda. Jangan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Jangan Berhenti!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba pertimbangkan hal-hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mau membuka warung kelontong di garasi Anda, dan tetangga seberang rumah Anda sudah lebih dahulu membuka warung di garasinya. Anda ingin sekali, tapi Anda membatalkannya, karena *"tidak enak hati"*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mangga Dua sana, ratusan toko elektronik berjajar rapi menjual barang yang identik dan persis sama. Rezeki ada yang mengatur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mau mengejar cita-cita, kemudian sekitar Anda memberi masukan negatif. Anda mau berhenti? Apakah Anda mau bilang, *"apa kata orang nanti?"*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah. Jika Anda mampu menjawab "tidak" untuk enam pertanyaan di atas, lakukan saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Lakukan Saja!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ballroom hotel Twin Plaza kemarin, ada seorang peserta yang bertanya kepada saya, *"Pak, saya kok sering merasa terdemotivasi, gimana pak?"* Saya bilang, *"Bukan pak, Anda hanya sedang terdiskoneksi.... - dari mimpi."*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*"People often think that they're being demotivated by their situations. No, they're just being disconnected from their dreams."*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan Sopa&lt;br /&gt;Master Trainer E.D.A.N.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;http://www.motivasi-komunikasi-leadership.co.cc&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-5674765504989274218?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/5674765504989274218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=5674765504989274218' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/5674765504989274218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/5674765504989274218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2010/01/takut-salah-nggak-usahlah.html' title='Takut Salah Nggak Usahlah'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S1QcbG9VG-I/AAAAAAAAAjA/Pq_wulSKPl8/s72-c/bicycle_accident.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-5618404357154676873</id><published>2010-01-11T20:33:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T20:43:28.216-08:00</updated><title type='text'>Hasil Pertemuan 9 Januari 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S0v9mHDyOUI/AAAAAAAAAi4/uD9hKZTSlhg/s1600-h/09.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 162px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S0v9mHDyOUI/AAAAAAAAAi4/uD9hKZTSlhg/s200/09.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425709007269673282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu'alaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kemarin sudah diselenggarakan pertemuan membahas program kerja TDA jaksel resume nya sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGRAM KERJA TDA JAKSEL 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sasaran TDA Jaksel :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membangun fondasi kepengurusan yang solid&lt;br /&gt;2. Menambah jumlah member TDA Jaksel&lt;br /&gt;3. Menumbuhkan peran kelompok mastermind&lt;br /&gt;4. Membangun kualitas anggota TDA Jaksel&lt;br /&gt;5. Mengakselerasi bisnis anggota&lt;br /&gt;6. Menjadikan TDA Jaksel sebagai wadah pembelajaran bagi anggota&lt;br /&gt;7. Bersinergi dengan TDA (pusat) / TDA wilayah lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pengurus TDA Jaksel 2010 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pemilihan langsung 31 Desember 2009 :&lt;br /&gt;• Ketua: Tjarli Suhendra&lt;br /&gt;• Divisi Bisnis : Sonny Sofjan&lt;br /&gt;• Divisi Mastermind : Irwan Rahman&lt;br /&gt;• Bendahara : Siska Tri Hapsari&lt;br /&gt;• Sekretaris : Salma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Kegiatan TDA Jaksel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pertemuan rutin Kelompok Mastermind minimal 2 kali dalam sebulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Edukasi internal KMM TDA Jaksel :&lt;br /&gt;• Tujuan : Akselerasi Free Cashflow&lt;br /&gt;• Khusus untuk anggota KMM&lt;br /&gt;• Pertemuan 2 mingguan durasi 3 jam&lt;br /&gt;• Iuran/investasi Rp.50.000 / pertemuan&lt;br /&gt;• Bahan/materi :&lt;br /&gt;   § Bisnis &amp;amp; Investasi&lt;br /&gt;   § Key Performance Indikator&lt;br /&gt;   § Membuat Bisnis Plan&lt;br /&gt;   § Marketing&lt;br /&gt;   § Tips &amp;amp; Trik meningkatkan sales&lt;br /&gt;   § Membuat Laporan Keuangan&lt;br /&gt;   § Analisa Laporan Keuangan&lt;br /&gt;   § Bisnis Internet&lt;br /&gt;   § Menulis Buku sebagai bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Focus Group Discussion&lt;br /&gt;   • Bedah buku TDA Jaksel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Forum TDA Jaksel :&lt;br /&gt;• Forum pertemuan bulanan menampilkan public figure&lt;br /&gt;• Peserta tebuka untuk umum&lt;br /&gt;• Thematik yang ispiratif :&lt;br /&gt;   § Menyusun Business Plan&lt;br /&gt;   § Financing UKM&lt;br /&gt;   § Perpajakan yang terkait banyak dengan UKM&lt;br /&gt;   § Sharing know how bisnis furniture (Owner King furniture)&lt;br /&gt;   § Bisnis ritel&lt;br /&gt;   § Bisnis kuliner&lt;br /&gt;   § Google Wave (Pak Chaidir &amp;amp; team, paling cepat bulan Juni 2010 )&lt;br /&gt;   § Bisnis pendidikan&lt;br /&gt;   § Bisnis Emas&lt;br /&gt;   § Industri kreatif&lt;br /&gt;   § Marketing &amp;amp; Sales&lt;br /&gt;   § Memilih Business Opportunity / Franchise yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Talkshow TDA Jaksel - Kompas&lt;br /&gt;Khusus Edukasi Internal KMM, materi nya akan diupdate oleh Pak Sonny.&lt;br /&gt;Khusus Talkshow TDA Jaksel - Kompas akan diupdate oleh Pak Dudun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk program kerja Divisi Mastermind dan Portal TDA Jaksel masih pending, belum dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tjarli Suhendra&lt;br /&gt;==============================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-5618404357154676873?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/5618404357154676873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=5618404357154676873' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/5618404357154676873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/5618404357154676873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2010/01/hasil-pertemuan-9-januari-2010.html' title='Hasil Pertemuan 9 Januari 2010'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S0v9mHDyOUI/AAAAAAAAAi4/uD9hKZTSlhg/s72-c/09.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-6679050588175184277</id><published>2010-01-06T02:25:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T02:29:30.451-08:00</updated><title type='text'>Mitos tentang Networking</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S0Rl9vN_gxI/AAAAAAAAAiw/WhB4s0s1Iec/s1600-h/Pertemanan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 128px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S0Rl9vN_gxI/AAAAAAAAAiw/WhB4s0s1Iec/s200/Pertemanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423571962582500114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menjalin networking atau jaringan kerja tak selalu berarti mengenal semua orang yang berkedudukan penting dalam bisnis yang dijalankan. Networking bahkan tak harus dibangun dengan kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, istilah networking muncul pada bidang teknologi informasi. Istilah ini dipakai untuk menggambarkan sebuah konstruksi atau desain, baik yang berbentuk hardware maupun software untuk menciptakan sebuah sistem jringan sekaligus mengoperasikan sistem tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, istilah ini kemudian diadopsi untuk menjelaskan sebuah hubungan dalam kehidupan sosial. Pernah mendengar istilah social networking? Nah, istilah ini bisa diartikan sebagai sebuah jaringan pertemanan yang mampu membuat anggotanya untuk berkomunikasi satu dengan yang lain. Komunikasi atau pertemanan ini bersifat simbiosis mutualisme karena masing-masing anggotanya mendapatkan keuntungan dari hubungan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia kerja, networking atau jaringan kerja bisa mengarah pada setiap bentuk kegiatan yang dilakukan seseorang agar bisa mendapatkan jaringan bisnis yang dikelolanya. Karena itulah, istilah networking sering dikaitkan dengan menjalin hubungan hubungan dengan banyak orang untuk memuluskan rencana atau kepentingan orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, konsultan karier Liz Ryan seperti dikutip news.yahoo.com, menganggap bahwa masyarakat masih sering salah mengartikan istilah networking. Ia mengatakan, banyak mitos yang berkembang tentang networking yang bisa mengacaukan pandangan tentang arti networking sesungguhnya. Berikut 10 mitos yang diungkapkan Liz tentang networking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Networking berarti bertemu dengan sebanyak mungkin orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimpan begitu banyak kartu nama orang-orang penting atau bertemu dengan semua orang penting di kota Anda bisa jadi sebuah jalan menuju kesuksesan bisnis. Tapi yang paling penting sebenarnya ialah kualitas hubungan tersebut, bukan kuantitasnya. Tak ada gunanya Anda menyimpan kartu nama mereka tanpa sedikit pun menjalin pertemanan yang akrab dengan orang-orang tersebut. Jadi sebaiknya Anda melakukan komunikasi intens dengan mereka. Intinya jalinan komunikasi menjadi penting, mungkin saja suatu waktu Anda memang membutuhkan orang yang Anda kenal melalui kartu nama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Networking berarti menceritakan tentang bisnis Anda kapan pun di mana pun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang salah jika Anda antusias menceritakan bisnis dan kehidupan Anda. Tapi orang-orang biasanya akan segera lupa dengan detail cerita Anda. Akan lebih baik jika Anda mencoba menarik simpatinya dengan mendengarkan cerita dan keinginan mereka. Dengan mendengarkan orang lain, Anda bisa melihat keinginan terdalam mereka dan punya potensi besar untuk didengarkan saat Anda memberi umpan balik atau saran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Networking adalah kerja keras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Networking akan terbentuk secara otomatis jika Anda berkenalan dengan seseorang, tetap menjalin kontak dan hubungan yang baik dengannya, dan menempatkan kepentingannya terlebih dahulu dengan selalu berpikir, "Apa yang saya bisa lakukkan untuk orang ini?" Setelah Anda tahu apa yang diinginkannya, tentu akan mudah untuk menjalin jaringan kerja dengannya. Untuk itu, usaha ekstra keras sangat dibutuhkan. Baik menyangkut pemikiran Anda juga sedikit menguras tenaga Anda. Tapi kerja keras itu nantinya akan sangat menguntungkan Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Networking dibentuk saat Anda sedang membutuhkannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Anda baru membangun jaringan saat Anda membutuhkannya? Sebuah networking tidak bisa langsung berfungsi dengan baik saat baru dibentuk. Sistem ini membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk tumbuh dan menampakkan hasil. Jadi jangan tunggu sampai Anda membutuhkan untuk mencari pekerjaan atau berkarier di bidang lain. Mulailah membentuk networking sekarang juga dan lihat hasilnya saat Anda membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Networking hanya untuk orang-orang yang kurang cerdas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun sebuah networking yang baik dan berfungsi tepat, seseorang membutuhkan keahlian berkomunikasi yang lihai untuk memengaruhi orang lain. Kemampuan mendengarkan orang lain juga jadi salah satu senjata untuk membangun kepercayaan pada networking. Jadi bagaimana mungkin networking hanya untuk orang yang kurang cerdas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Networking hanya untuk enterpreneurs&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun jaringan dengan kaum profesional lainnya membuat seorang bisa mendapatkan perspektif yang berbeda tentang dunia bisnis dan kerja, yang bisa jadi tidak dipikirkan sebelumnya oleh orang tersebut. Pendapat ini, tidak selalu benar, networking dibutuhkan bagi Anda yang ingin memiliki wawasan yang luas, dan jaringan yang luas pula. Sehingga keingintahuan Anda untuk menambah wawasan itu, bukan berarti Anda kurang cerdas kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Networking hanya membuang-buang waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tujuan Anda membangun networking hanya untuk menjajakan produk Anda atau menceritakan tentang pekerjaan Anda tanpa ada ketertarikan mendengarkan cerita orang lain, maka networking memang sia-sia belaka. Inti dari networking adalah membangun pertemanan, rasa nyaman, dan kepercayaan. Jika hal ini sudah dirasakan orang lain terhadap Anda, maka apa pun yang Anda inginkan akan mengikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Networking mahal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini banyak situs pertemanan yang gratis. Pertemuan tatap muka juga bisa dirancang di lokasi yang tidak terlalu mengeluarkan banyak biaya. Sehingga menjalin networking membutuhkan biaya mahal itu adalah pendapat yang keliru. Saat ini yang dibutuhkan adalah bagaimana Anda memanfaatkan celah dan peluang yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Networking itu menipu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Anda berbincang dengan seseorang dalam networking, topik dan kalimat yang keluar dari mulut Anda diatur oleh Anda sendiri. Semuanya tergantung pada Anda. Jadi jika Anda berbohong, itu karena Anda yang ingin berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Networking ketinggalan zaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin hubungan antar manusia dikatakan ketinggalan zaman? Apalagi jika hubungan tersebut berkaitan dengan kemajuan bisnis. Walaupun dengan kecanggihan teknologi dan apapun bisa dilakukan sendiri, namun membuat networking tetap diperlukan. Kita perlu berinteraksi dengan yang lain. Walaupun mungkin interaksi itu hanya di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Kutipan dari www.reppen.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-6679050588175184277?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/6679050588175184277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=6679050588175184277' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/6679050588175184277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/6679050588175184277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2010/01/mitos-tentang-networking.html' title='Mitos tentang Networking'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/S0Rl9vN_gxI/AAAAAAAAAiw/WhB4s0s1Iec/s72-c/Pertemanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-1597126212214913965</id><published>2009-12-16T19:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-16T19:49:10.576-08:00</updated><title type='text'>Bedanya Bosan Dan Malas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SymkvWo71uI/AAAAAAAAAik/Mby2f0ghL-Y/s1600-h/bosan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SymkvWo71uI/AAAAAAAAAik/Mby2f0ghL-Y/s200/bosan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416041160327812834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;"Waspadalah jika Anda mudah jenuh atau gampang bosan! Bakat leadership Anda mungkin cukup tinggi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Semalam, setelah menyiapkan materi leadership "Tranforming Leaders" untuk para anggota dewan, saya merenungi sesuatu. Sesuatu yang benar-benar menarik karena menciptakan sebuah cara pandang baru. Cara pandang yang menurut saya lebih empowering alias memberdayakan. Cara pandang yang bisa merubah paradigma kita selama ini tentang rasa bosan. Saya lalu mengupdate status dengan ungkapan sebagaimana paragraf pertama di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Adair, dalam salah satu buku leadershipnya, mengungkapkan bahwa salah satu karakteristik seorang leader yang ideal dan terus tumbuh, adalah memiliki kualitas toughness atau keras hati (dan mungkin juga keras kepala) yang sehat. Para leader dengan kualitas pribadi yang demikian, adalah mereka yang demanding alias penuntut, dan pada saat yang sama sering merasa tidak nyaman di dalam lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tidak nyaman&lt;/span&gt; alias &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;bosenan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa tidak nyaman itu muncul karena &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;standar tinggi&lt;/span&gt; yang mereka ciptakan sendiri. Segala hal di sekitar mereka, cenderung lebih cepat menjadi membosankan karena di mata mereka semua itu segera menjadi &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;di bawah standar&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa tidak nyaman inilah yang seringkali menciptakan fenomena "out of the box", "terobosan", "breakthrough", "kreatifitas", "trend", dan sebagainya. Dengan kata lain, kebosanan yang dikontrol dengan baik dan terarah sangat mungkin akan menciptakan fenomena &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;kebangkitan&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;terobosan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika Anda mulai merasa &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;bosan&lt;/span&gt; dengan pekerjaan, profesi, atau bisnis Anda saat ini, waspadalah! Anda mungkin punya bakat &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;leadership&lt;/span&gt; yang tinggi. Jika Anda bisa mengontrol, menginvestigasi, dan mengelola kebosanan dengan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;baik dan terarah&lt;/span&gt;, sangat mungkin rasa bosan Anda itu, yang selama ini adalah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;"kendala"&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;"masalah"&lt;/span&gt;, akan berbalik 180 derajat menjadi &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;"peluang"&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;"tantangan"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kita bisa melakukan pergeseran "paradigma kebosanan" dari&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;masalah&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;kendala&lt;/span&gt;, menjadi  dan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;peluangtantangan&lt;/span&gt;, maka poin-poin berikut ini layak Anda pertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Segala sesuatu tidak diciptakan dengan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;sia-sia&lt;/span&gt;. Segala sesuatu punya &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;makna&lt;/span&gt; untuk &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;memantaskan&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;membesarkan&lt;/span&gt; Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rasa &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;bosan&lt;/span&gt; harus dibedakan dari rasa &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;malas&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kemampuan membedakan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;bosan&lt;/span&gt; dari &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;malas&lt;/span&gt;, bisa berarti &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;perbedaan besar&lt;/span&gt; dalam hidup Anda, saat ini dan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;BOSAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda merasa bosan, Anda cenderung meninggalkan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;yang ada&lt;/span&gt; dan mencari yang &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;baru&lt;/span&gt;. Anda cenderung melupakan yang &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;di tangan&lt;/span&gt; dan mulai mencari &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;dunia luar&lt;/span&gt;. Jika Anda bosan, apa yang ada mulai terasa &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tidak nyaman&lt;/span&gt;, dan kemudian Anda mulai mencari-cari &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;alternatif&lt;/span&gt;. Anda bosan jika Anda merasakan sesuatu yang &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;monoton&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;begitu-begitu saja&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus memastikan, apakah Anda benar-benar merasa &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;bosan&lt;/span&gt; atau hanya merasa &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;malas&lt;/span&gt;. Anda harus melakukan uji kriteria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berikut ini adalah pertanyaan yang merupakan turunan dari konsep John Adair, tentang elemen mutlak di dalam leadership, yaitu &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;The Leader, The Situation, The Team&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa yang sebenarnya saya inginkan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa yang bisa saya lakukan sekarang?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Siapa yang bisa membantu saya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;The Team&lt;/span&gt; - Pertanyaan terakhir itu krusial, sebab ciri dari seorang leader adalah kemampuannya untuk mendapatkan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;pengikut&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;pendukung&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;The Situation&lt;/span&gt; - Pertanyaan yang di tengah juga krusial, sebab memulai segala bentuk transformasi harus dimulai dari &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;diri sendiri&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;The Leader &lt;/span&gt;- This is You - Pertanyaan pertama paling krusial, sebab itu adalah tentang &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;kejelasan visi&lt;/span&gt; alias vision clarity. Paling krusial karena secara langsung mengacu kepada &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;eksistensi&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;tujuan keberadaan diri&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika jawaban yang Anda peroleh dari ketiga pertanyaan itu, ternyata masih terkait sangat erat dengan segala hal yang melekat pada diri Anda saat ini, yaitu pekerjaan Anda, profesi Anda, karir Anda, bisnis Anda, lingkungan dan organisasi Anda, maka bisa jadi; Anda cuma &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;malas!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;yakin&lt;/span&gt; bahwa jawaban Anda memang mengacu kepada berbagai hal &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;baru&lt;/span&gt; dan berada &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;di luar sana&lt;/span&gt;, maka sangat mungkin Anda perlu menetapkan ulang &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;visi&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;misi &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Anda&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Bosan &lt;/span&gt;adalah tentang &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;kejelasan visi&lt;/span&gt;, tentang &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;keyakinan&lt;/span&gt; dan tentang &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;keterikatan&lt;/span&gt; Anda pada visi &lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;itu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Bosan &lt;/span&gt;adalah tentang &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;WHAT&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;MALAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana, fenomena kemalasan bisa dideskripsikan begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu bahwa itu &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;baik&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;pantas&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;layak&lt;/span&gt; untuk Anda. Anda &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;berhak&lt;/span&gt;, Anda sebenarnya &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;menginginkannya&lt;/span&gt;, dan Anda sebenarnya &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tahu&lt;/span&gt; bahwa Anda memang &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;bisa&lt;/span&gt; mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda hanya sedang terkooptasi oleh keadaan temporer. Anda hanya sedang kebingungan dalam memilih &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;cara&lt;/span&gt; untuk menuju ke sana. Dalam konteks ini, Anda hanya perlu berfokus untuk kreatif dalam menjawab pertanyaan yang di tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa yang sekarang bisa saya sikapi, putuskan, dan lakukan tentang semua ini?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Malas&lt;/span&gt; adalah tentang &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Malas&lt;/span&gt; adalah tentang &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;HOW&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspadalah dalam mengindentifikasi perasaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosan adalah tentang &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;vision clarity&lt;/span&gt;, malas adalah tentang &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Bosan adalah tentang &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;WHAT&lt;/span&gt;, malas adalah tentang &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;HOW&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: Ikhwan Sopa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Master Trainer E.D.A.N.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.motivasi -komunikasi- leadership. co.cc&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-1597126212214913965?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/1597126212214913965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=1597126212214913965' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/1597126212214913965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/1597126212214913965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/12/bedanya-bosan-dan-malas.html' title='Bedanya Bosan Dan Malas'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SymkvWo71uI/AAAAAAAAAik/Mby2f0ghL-Y/s72-c/bosan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-3898646363684487844</id><published>2009-12-03T04:00:00.001-08:00</published><updated>2009-12-03T05:02:57.256-08:00</updated><title type='text'>Mengelola Masalah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Sxeor6JKxdI/AAAAAAAAAiU/OgtbBDsyNpU/s1600-h/problem.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 149px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Sxeor6JKxdI/AAAAAAAAAiU/OgtbBDsyNpU/s200/problem.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410978949604492754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Makin besar masalah yang Anda hadapi, makin besar peluang yang Anda miliki."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Matthias Schmelz - Penulis buku termahal di dunia, di Amazon bukunya (450 halaman) dijual seharga $995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kata "problem" ada suku kata "pro". Dalam bahasa latin, "pro" berarti &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;"positif"&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;"berpihak"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;.&lt;/span&gt; Jika kita punya masalah, maka ia sebenarnya positif dan berpihak kepada kita. Ingatlah lagi berbagai masalah dan persoalan yang berhasil kita selesaikan, pasti selalu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;berdampak&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;positif&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;dan makin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;membesarkan&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sering terjadi, adalah sikap &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;otomatis&lt;/span&gt; kita yang cenderung menjadikan masalah atau problem sebagai sesuatu yang &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;"kontra"&lt;/span&gt; terhadap diri kita sendiri. Maka menghadapi masalah, sebenarnya adalah tentang bagaimana menjadikannya sebagai &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;sekutu&lt;/span&gt; yang makin menguatkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa menyelesaikan masalah, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah merubah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;proses berpikir&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;berpersepsi.&lt;/span&gt; Sebab, inti setiap masalah adalah tentang cara berpikir dan cara memandang. Kemudian, cara berpikir dan cara memandang itulah yang akan membentuk cara kita membangun &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;perasaan.&lt;/span&gt; Artinya, perasaan tidak datang dan diterpakan begitu saja kepada kita. Ia adalah sesuatu yang kita bangun sendiri. Di sinilah letaknya, apa yang sesungguhnya menjadi persoalan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bisa merubah proses berpikir dan bercara pandang, dan kemudian kita bisa membangun perasaan yang lebih berpihak atau "pro" kepada diri sendiri, maka kita akan menjadi lebih &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;kreatif.&lt;/span&gt; Dan kreatifitas, akan bermuara pada berbagai &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;pilihan.&lt;/span&gt; Dan kekayaan pilihan, adalah peluang untuk berbagai &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;keputusan&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;tindakan&lt;/span&gt; yang akan menciptakan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;solusi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 102);"&gt;== ALBERT EINSTEIN ==&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fisikawan, Outstanding Problem Solver.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert Einstein pernah mengatakan bahwa jika dia diberi waktu satu jam untuk menyelesaikan suatu masalah, maka ia akan menggunakan 55 menit untuk &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;mendefinisikan masalah&lt;/span&gt; dan 5 menit untuk &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;menemukan solusi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara problem solving a la Einstein telah terbukti juga ampuh untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan pada umumnya. Einstein mengungkapkan sembilan langkah penting yang perlu ditempuh untuk menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;1. Rephrase the problem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang eksekutif di Toyota bertanya kepada para karyawan, "bagaimanakah caranya menaikkan produktifitas kalian?", maka respon yang diperoleh adalah wajah-wajah bengong. Kemudian, eksekutif itu merubah pertanyaannya menjadi, "bagaimanakah caranya agar pekerjaan kalian menjadi lebih mudah?" Kita tahu, sisanya adalah sejarah besar Toyota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Me-rephrase persoalan akan membuat pola berpikir menjadi lebih &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;akurat&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;berdayaguna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;2. Expose and challenge assumptions&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap persoalan, selalu dilatarbelakangi oleh setumpuk &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;asumsi.&lt;/span&gt; Asumsi-asumsi itu, bisa jadi tidak akurat atau mengakibatkan bias. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuatnya &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;eksplisit,&lt;/span&gt; dan kemudian mengujinya dengan berbagai pertanyaan yang menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Benarkah bahwa...?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguji asumsi akan membuat pola berpikir menjadi lebih &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;jernih&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;terarah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;3. Chunk up&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap persoalan, adalah bagian dari persoalan yang lebih besar. Maka, apa yang perlu dilakukan adalah menelusuri persoalan ke atas, sehingga bisa diketahui dengan jelas bagaimana dan seberapa besar pengaruhnya pada berbagai target yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bagian dari persoalan apakah, persoalan yang satu ini?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chunking up akan membuat persoalan menjadi jelas duduk perkaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;4. Chunk down&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap persoalan, terdiri dari berbagai persoalan yang lebih kecil. Maka, apa yang perlu dilakukan adalah menelusuri persoalan ke bawah, sehingga bisa diketahui dengan jelas detil-detil dari persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Persoalan-persoalan apa yang membangun persoalan yang satu ini?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chunking down akan membuat persoalan menjadi lebih&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;spesifik&lt;/span&gt; dan pada saat yang sama akan membuat diri kita bisa merasa &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;lebih besar&lt;/span&gt; dari persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;5. Find multiple perspectives&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap persoalan, terkait dengan berbagai sudut pandang berbagai pihak. Persoalan dan penyelesaiannya, akan berpengaruh terhadap hubungan-hubungan dengan berbagai pihak ini. Dalam NLP, cara ini erat hubungannya dengan konsep ekologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bagaimanakah persoalan ini dari sudut atau dari kacamata...?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil multi persepsi akan membuat persoalan menjadi lebih ter&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;fokus&lt;/span&gt; dan pada saat yang sama akan sangat membantu agar berbagai kemungkinan solusi tidak berdampak &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;menciptakan&lt;/span&gt; persoalan baru atau &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;memperberat&lt;/span&gt; suatu persoalan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;6. Use effective language constructs&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek pilihan bahasa dan kata-kata sangat berpengaruh terhadap bagaimana suatu persoalan akan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;ditindaklanjuti&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;dikelola.&lt;/span&gt; Lebih jauh lagi, aspek bahasa dan kata-kata sangat berpengaruh pada tinggi rendahnya &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;tingkat stamina&lt;/span&gt; kita dalam menindaklanjuti dan mengelola persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Besar atau hanya sering?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;7. Make it engaging&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah persoalan menjadi menarik, karena kita akan menghabiskan sejumlah energi dan waktu dalam menghadapi persoalan. Jika persoalan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;menarik,&lt;/span&gt; maka energi dan waktu yang digunakan akan tergantikan dengan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;efisien&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;menguatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Persoalan, atau tantangan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;8. Reverse the problem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu trik untuk keluar dari persoalan dengan segera, adalah dengan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;menjungkirbalikkan&lt;/span&gt; persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin menang, cari tahu apa yang akan membuat kita kalah. Jika kita ingin besar, temukan apa yang membuat kita kecil. Jika kita ingin berhasil, selidiki apa yang akan membuat kita gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;9. Kumpulkan fakta-fakta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan harus &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;jelas&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;detil&lt;/span&gt;. Jangan sampai, sesuatu yang bukan persoalan malah kita anggap persoalan, atau suatu persoalan muncul dengan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;kabur&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;samar-samar&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;== MATTHIAS SCHMELZ ==&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis buku termahal di dunia, "The Millionaire Maker".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses berpikir, cara pandang, perasaan, dan kreatifitas, selalu berhubungan dengan berbagai &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;makna&lt;/span&gt;. Dan makna, selalu lekat dengan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;kata-kata&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;bahasa&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata memiliki kekuatan, sebab pikiran kita bekerja dengan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;bahasa&lt;/span&gt;. Jika kita ingin merubah proses berpikir dan berpersepsi, kita bisa memulainya dengan mengubah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;kata-kata&lt;/span&gt; yang kita gunakan. Mulailah dengan memaknai ulang kata "masalah", "persoalan", dan "problema". Kita perlu melakukan ini sesegera mungkin saat kita merasa ketiga hal itu datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pilihan 1 - "Situasi"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memaknainya sebagai situasi, maka hal ini akan membuat kita lebih &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;tenang&lt;/span&gt;. Sebab, apa yang disebut dengan situasi bersifat &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;netral&lt;/span&gt;, dan dia tidak hanya terekspos kepada diri kita secara pribadi, melainkan "sedang terjadi" pada dunia yang kita hidup di dalamnya. Entah apakah situasi itu baik atau buruk, setiap situasi punya karakter khas, yaitu bisa &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;dianalisis&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kacamata ini, masalah, persoalan, dan problema, adalah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;"obyek pembelajaran"&lt;/span&gt;. Dan belajar, tidak pernah merugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pilihan 2 - "Tantangan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memaknainya sebagai tantangan, maka hal ini akan memicu &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;ambisi&lt;/span&gt; kita untuk dua hal sekaligus, yaitu menerima dan menuntaskan. Rata-rata kita menyukai tantangan. Hidup kita cenderung membosankan tanpa tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kacamata ini, masalah, persoalan, dan problema, adalah sesuatu yang membuat&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;"hidup menjadi lebih hidup"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pilihan 3 - "Kesempatan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memaknainya sebagai kesempatan, maka hal ini akan merubah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;sikap&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;pendekatan kita&lt;/span&gt;. Jika kita benar-benar bisa memaknainya, maka kita tidak memilih kalimat, "Kok bisa sih, gue ngalamin yang beginian?" melainkan, "Apa yang bisa aq lakukan untuk keluar dari hal ini?" atau, "Apa dari hal ini yang akan menguntungkan saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pilihan 4 - "Kesenjangan Keputusan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memaknainya sebagai kesenjangan keputusan, maka hal ini akan langsung &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;mendorong&lt;/span&gt; kita untuk menuju solusi. Dengan dorongan ini, kita tidak lagi berputar-putar di sekitar persoalan dan terlalu lama berkutat dengannya, melainkan mulai memikirkan berbagai keputusan yang harus kita ambil sebagai penyelesaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar baiknya, berbagai persoalan, biasanya hanyalah tentang kesenjangan keputusan. Nyaris setiap persoalan bisa diselesaikan dengan mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;== STEVEN GILLMAN ==&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Brain Power Enhancer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Teknik Un-Bonding - "Bagaimana jika...?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap persoalan melekat pada suatu pihak. Persoalan kita melekat pada diri kita. Persoalan juga bisa melekat pada sesuatu yang tidak bermasalah. Untuk bisa menghadapi persoalan, kita harus bisa &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;memisahkan &lt;/span&gt;persoalan atau &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;mengisolirnya&lt;/span&gt; dari berbagai hal yang tidak relevan. Salah satu caranya adalah dengan membuat persoalan menjadi "semakin berat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menjalankan bisnis di rumah. Kemudian muncul persoalan, yaitu bahwa kita menganggap rumah kita sudah mulai sumpek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bagaimana jika... rumah ini lebih kecil lagi?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa yang bisa kita lakukan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab pertanyaan di atas, akan cenderung mendorong kitamemisahkan bisnis kita dari rumah kita. Kita bisa berpikir untuk menempatkan bisnis kita di salah satu pojok rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melupakan pertanyaan ini, apa yang kita anggap solusi mungkin saja adalah membesarkan rumah atau menyewa ruangan kantor di luar rumah. Untuk bisnis kita itu adalah solusi, tapi bisa memunculkan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;persoalan baru&lt;/span&gt;, yaitu biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;== MINDTOOLS ==&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Career Skills Expert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Teknik Mencecar - "Mengapa...?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mengapa pelanggan kita, Tuan A tidak puas?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebab kita tidak melayaninya sebagaimana yang kita janjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mengapa kita tidak melayaninya sebagaimana yang kita janjikan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebab kita terlalu sibuk dengan pelanggan lain dan berbagai pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mengapa kita terlalu sibuk dengan pelanggan lain dan berbagai pekerjaan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebab kita tidak pernah mengira pelanggan menjadi begitu banyak dan pekerjaan menumpuk dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mengapa sampai kita tidak bisa memproyeksikan hal ini?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebab kita selalu sibuk mengejar penjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mengapa penjualan kita menjadi sesuatu yang harus dikejar?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebab kita butuh cash flow yang terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh begitu. Kita perlu berhemat lebih jauh lagi, agar cash flow tetap terjamin &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;dan&lt;/span&gt; kita bisa menyisihkan sebagian darinya untuk membiayai karyawan kita mengikuti pelatihan "service excellence" bersama Pak Sopa, sehingga walaupun sibuk berjualan mereka tetap bisa melayani pelanggan dengan baik. Nanti saya minta beliau mengisi pelatihan di luar jam kerja. ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Teknik Apresiasi - "Terus kenapa kalo gitu...?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini biasa digunakan di dunia militer. Tujuannya adalah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;memperkaya&lt;/span&gt; informasi terkait dengan fakta-fakta masalah. Teknik ini bisa dilakukan dengan mengajukan pertanyaan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;"Terus kenapa kalo gitu...?"&lt;/span&gt; secara bertubi-tubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Terus kenapa kalo gitu...?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Terus kenapa kalo gitu...?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya... terus ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Terus kenapa kalo gitu...?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Terus kenapa kalo gitu...?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang bertubi-tubi dan diajukan dengan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;kepala dingin&lt;/span&gt;, akan membuat persoalan menjadi semakin jelas &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;arah&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;juntrungannya&lt;/span&gt;. Semakin pasti &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;dampak&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;akibatnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Semakin kuat &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;pengaruh&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;perannya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;== CHUCK GALLOZZI ==&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Personal Development Expert, Motivator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menghadapi masalah, sebenarnya kita sedang memiliki &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;"sesuatu yang perlu berubah"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Langkah 1 - Menjawab Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa yang saya inginkan sekarang?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini terdiri dari sub-sub pertanyaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa yang saya ingin miliki?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ingin menjadi manusia yang bagaimanakah saya ini?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa yang akan saya lakukan dalam posisi itu?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa yang saya akan bagi bersama orang lain?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab pertanyaan ini adalah tentang &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;tujuan, arah, orientasi, makna hidup, dan alasan keberadaan diri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Langkah 2 - Merespon Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa yang menghalangi saya dari mendapatkannya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa yang akan saya lakukan tentang itu?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab pertanyaan yang pertama adalah sebuah pengakuan tentang&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;keberadaan&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; masalah. Tindak lanjut dari jawabannya adalah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;persiapan-persiapan&lt;/span&gt;. Menjawab pertanyaan berikutnya adalah memproduksi peta jalan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;(roadmap)&lt;/span&gt; dan rencana tindakan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;(action plan)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kedua ini adalah tahap pertama menuju solusi. Tahap pertama menuju solusi selalu merupakan tahap yang diwarnai dengan berbagai keragu-raguan. Ketahuilah bahwa fenomena ini adalah normal. Kuncinya adalah berani dan percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Langkah 3 - Implementasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan apa yang telah menjadi rencana tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Langkah 4 - Maintenance&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan monitor untuk &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;progres&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;kemajuan&lt;/span&gt;, dan lakukan langkah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;perbaikan&lt;/span&gt; jika dipandang perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Langkah 5 - Relapse&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin tidak langsung berhasil. Maka yang perlu kita lakukan adalah mengulangi kembali langkah 1 sampai langkah 5. Lagi... lagi... dan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;"Gagal hanya ada jika kita berhenti."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: Master Trainer E.D.A.N.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.motivasi -komunikasi- leadership. co.cc&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.facebook .com/motivasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-3898646363684487844?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/3898646363684487844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=3898646363684487844' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/3898646363684487844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/3898646363684487844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/12/mengelola-masalah.html' title='Mengelola Masalah'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Sxeor6JKxdI/AAAAAAAAAiU/OgtbBDsyNpU/s72-c/problem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-7878282518219372853</id><published>2009-09-08T23:18:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T23:26:20.911-07:00</updated><title type='text'>8 Jurang Kegagalan dalam Berbisnis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SqdJwRl6DeI/AAAAAAAAAhU/9G4zqSHgYlU/s1600-h/Bangkrut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 168px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SqdJwRl6DeI/AAAAAAAAAhU/9G4zqSHgYlU/s200/Bangkrut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379349373622291938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berikut ini adalah 8 jurang kegagalan dalam berbisnis yang sebaiknya anda hindari :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;1. Tidak berbisnis secara serius&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak orang yang ingin berbisnis dan hanya menganggap sebagai penghasilan tambahan, ketika anda berpikir bahwa bisnis anda hanya penghasilan tambahan maka yang ada dapat hanya sebagai penghasilan tambahan. Pebisnis sukses sangat serius mengelola bisnisnya dan mencurahkan tenaga dan waktunya untuk memperbesar bisnisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;2. Memiliki keraguan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sering kali ragu ketika ingin berbisnis, apakah saya bisa? Bagaimana dengan pengahasilannya nanti? Dll. Dan bahkan ketika sudah memulai bisnisnya banyak sekali pengusaha yang masih ragu akan banyak hal. Pebisnis sukses tidak pernah ragu dan berusaha menghasilkan yang terbaik bagi bisnisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;3. Tidak menginvestasikan waktu untuk menguasai bisnisnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak ada bisnis yang mudah, tetapi bagaimana anda meluangkan waktu anda untuk belajar membangun bisnis anda dan mencari ilmu dari pengalaman dan orang-orang yang sudah sukses dalam bidang yang anda jalankan menentukan berkembang atau tidaknya bisnis anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;4. Berpikir bahwa bisnis adalah cara kaya yang instan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada bisnis kaya yang instan, semua dilalui dengan proses dan kerja keras. Sama seperti halnya anda bekerja, semua dimulai dari kerja keras dan integritas barulah anda dapat mencapai hasil yang anda harapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;5. Tidak memiliki fokus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak pebisnis yang tidak fokus akan tujuan awalnya berbisnis, semula ingin ke tujuan A tetapi dalam perjalanannya menghadapi rintangan dan cobaan kemudian mulai ingin coba-coba bisnis yang lain. Pengusaha yang sukses akan menghadapi semua halangan dan rintangan dengan fokus sampai mereka melewatinya, baru kemudian mereka berpikir jalan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;6. Tidak tahu bagaimana mempresentasikan bisnisnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang tidak akan tahu dan tidak akan melihat bisnis anda kalau anda tidak dapat mempresentasikan bisnis anda dengan baik, menonjolkan kualitas layanan dan produk dari bisnis anda adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;7. Tidak memiliki visi yang jelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebanyakan pengusaha hanya mengikuti apa yang sedang menjadi tren saat ini, mereka tidak mempunyai pandangan yang jauh kedepan, dan tidak mempunyai visi atas bisnisnya, sehingga ketika tren itu berubah maka bidang bisnis mereka pun ikut berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;8. Tidak memiliki goal yang jelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang pengusaha harus memiliki goal atau tujuan yang jelas akan bisnisnya. Dibawa kemana bisnis itu 1 tahun lagi, 5 tahun bahkan 10 tahun kedepan. Banyak sekali pengusaha yang hanya memikirkan proses dan tidak melihat tujuannya. Sehingga bisnis mereka hanya berputar-putar tanpa pernah sampai pada tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Sumber: NN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-7878282518219372853?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/7878282518219372853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=7878282518219372853' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/7878282518219372853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/7878282518219372853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/09/8-jurang-kegagalan-dalam-berbisnis.html' title='8 Jurang Kegagalan dalam Berbisnis'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SqdJwRl6DeI/AAAAAAAAAhU/9G4zqSHgYlU/s72-c/Bangkrut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-5190795695543743542</id><published>2009-08-03T03:07:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T03:09:40.796-07:00</updated><title type='text'>MAXIMart in Action I</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Sna3OKuLwCI/AAAAAAAAAgM/orvcSrjA8BQ/s1600-h/Festival.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Sna3OKuLwCI/AAAAAAAAAgM/orvcSrjA8BQ/s200/Festival.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365677460082638882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1430 Hijriyah, kami ibu-ibu PKK RT 03/16 bekerja sama dengan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;MAXIMart &lt;/span&gt;akan mengadakan jualan massal dengan mengambil tema "Festival Jajanan Buka Puasa". Acara ini diperuntukan warga RW 16 dan tidak tertutup kemungkinan adanya peserta dari luar RW 16 (umum). "Festival Jajanan Buka Puasa" tersebut akan diadakan 1 (satu) bulan penuh selama bulan suci ramadhan guna memudahkan warga mencari alternatif menu buka puasa yang hemat dan murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan diadakannya "Festival Jajanan Buka Puasa" tersebut adalah untuk menggali dan menyalurkan hobi dari warga RW 16 khususnya dan warga lain (umum) dibidang kuliner yang selama ini takut untuk menunjukan minat/keahliannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Festival Jajanan Buka Puasa" tersebut akan kami tempatkan di Lapangan Biru RW 16 dengan menggunakan tenda dan penyekat (lapak) guna membagi ruangan untuk peserta agar tetata rapih sehingga memudahkan penikamat menu buka puasa untuk memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah kami dari panitia kecil akan menjaring -+15 s/d 20 pedagang untuk berjualan bersama di satu lokasi yang representative dan mudah dijangkau dari sudut mana pun di lingkungan BDB I dan tersedianya fasilitas umun yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Festival Jajanan Buka Puasa" tersebut akan dimulai dari jam 15.00 WIB sampai 19.00 WIB (tentative). Maka dari itu kami dari ibu-ibu PKK RT 03 mohon dukungan dan suportnya dari semua pihak demi terselenggaranya acara tersebut di atas. Bersama ini pula kami mohon acara ini dipromosikan ke masing-masing warganya yang berminat untuk bergabung mengelar kulinernya di "Festival Jajanan Buka Puasa" yang berlokasi tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian surat permohonan dari kami, atas perhatian dan dukungannya kami ucapkan terima kasih dan mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-5190795695543743542?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/5190795695543743542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=5190795695543743542' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/5190795695543743542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/5190795695543743542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/08/maximart-in-action-i.html' title='MAXIMart in Action I'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Sna3OKuLwCI/AAAAAAAAAgM/orvcSrjA8BQ/s72-c/Festival.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-5718320630291213439</id><published>2009-07-30T07:44:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T07:46:10.204-07:00</updated><title type='text'>Tukang mie ayam aja fesbukan...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SnGyDslLCDI/AAAAAAAAAgE/QJsX_W-9i_I/s1600-h/bakso.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SnGyDslLCDI/AAAAAAAAAgE/QJsX_W-9i_I/s200/bakso.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364264407751395378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Whuaaa.....dari milist tetangga:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan, cekikikansambil melihat sesuatu yang ada di tangannya.Bahkan saking asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja,seakan mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penasaran, diriku pun bertanya"Mas Jason (panggil saja demikian, karena dia sering dipanggil Son ama pelanggannya "Son.. mie ayamnya siji maning sooon.."), sedang apa kok asik bener di pojokan?" tanyaku.&lt;br /&gt;"Eh mas ganteng...( satu hal yang aku suka dari Jason adalah : Orangnyasuka bicara Jujur!), ini mas, lagi update status!!..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WADEZIG!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"weehhh... njenengan fesbukan juga to??" tanyaku heran.&lt;br /&gt;"Ya iyalah mas... hareee geneee ga fesbukan?!.. .Lagian kan lumayan juga buat menjaring pelanggan lewat fesbuk, kata pak Hermawan Kertajaya kan dalam berdagang kita harus selalu melakukan diferensiasi termasuk dalam hal pemasaran mass.. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GLEK!! kalah gw. Gw yang sering naik Kereta ke jawa aja gak tau kalo ada yg namanya Hermawan Kereta Jaya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"emang mas statusnya apa?" tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;"nih mas aku bacain : Promo Mie Ayam, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambahkuah, beli empat gratis timbang badan... takutnya anda obesitas...segera saya tunggu di gang Jengkol, depan tengkulak Beras Mpok Hepi. Mie Ayam Jason : Melayani dengan Hati... ampela, usus dan jeroan ayamlainnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"GUBRAK!!Dua kosong untuk mas jason...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw yg uda lama fesbukan aja ga bisa bikin status se atraktif dia..Tapi ada yg aneh pas kulirik ke henpon yang dia pake aku kira henponnya blekberi atau minimal nokia seri baru yang uda bisa pake internetan. Selidik punya selidik, ternyataa... henponnya lawas bin jadul...HP yang masih monokrom, suara belum poliponik, dan masih pake antena luar kayak radio AM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mas, tapi kok bisa update fesbuk pake henpon sederhana gitu? (bahasahalusnya henpon lawas) Gimana caranya??&lt;br /&gt;"Owwh.. gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim ke Tri? jawab dia datar&lt;br /&gt;"Ohh.. mas nya pake Kartu Three ya? Yang gratis internetan itu?"" "Bukaaaan.................... mas, Tri itu lengkapnya Tri Ambarwati... Dia itu pacar saya, sama-sama dari Tegal, yang kerjaannya jagain Warnet 24Jam! Jadi kalo butuh update, tinggal sms dia aja nanti dia yang gantiin status saya, Lha wong dia tiap hari di depan komputer jagain warnet. Paling sebagai balesannya saya gratisin mie ayam seminggu sekali... murah to...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mendadak kepalaku pusing. Bagaikan menderita dehidrasi akut sekaligus hipotermia tingkat tiga, aku limbung mendengar jawaban spektakuler dari mas jason... BRUK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lho mas.. mas... jadi beli mie ayam ndak....kepriben iki?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-5718320630291213439?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/5718320630291213439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=5718320630291213439' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/5718320630291213439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/5718320630291213439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/07/tukang-mie-ayam-aja-fesbukan.html' title='Tukang mie ayam aja fesbukan...'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SnGyDslLCDI/AAAAAAAAAgE/QJsX_W-9i_I/s72-c/bakso.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-4191250634697797471</id><published>2009-06-16T02:00:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T02:23:01.931-07:00</updated><title type='text'>Bahagia, ada pada Jiwa yang Bisa Bersyukur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SjdiWbWxpXI/AAAAAAAAAf8/Y0PxjhZt1kI/s1600-h/Jean.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 148px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SjdiWbWxpXI/AAAAAAAAAf8/Y0PxjhZt1kI/s200/Jean.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347851219965683058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apakah anda pernah membayangkan menulis buku bukan dengan  tangan, kaki atau anggota tubuh lainnya? Bayangkan kalau anda menulis dengan kelopak  mata kiri? Jika Anda mengatakan itu hal yang mustahil untuk  dilakukan, Anda tentu belum mengenal orang yang bernama Jean-Dominique Bauby. Seorang pemimpin redaksi majalah Elle, majalah  kebanggaan Prancis yang digandrungi wanita seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Betapa mengagumkan semangat hidup dan tekad maupun kemauannya untuk  menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa.  Ia meninggal tiga hari setelah bukunya diterbitkan. Setelah tahu apa  yang dialami si Jean dalam menempuh hidup ini, Anda pasti akan  berpikir, "Berapa pun problem dan beban hidup kita semua,  hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1995, ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya  lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut locked-in syndrome, kelumpuhan total yang disebutnya "Seperti pikiran di dalam botol". Memang ia  masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya  adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah cara dia berkomunikasi  dengan para perawat, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini cara Jean menulis buku. Mereka (keluarga, perawat, teman- temannya) menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip  apabila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. "Bukan main,"  kata Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan  menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita  disuruh "menulis" dengan cara si Jean, barang kali kita harus  menangis dulu berhari-hari dan bukan buku yang jadi, tapi mungkin meminta ampun untuk tidak disuruh melakukan apa yang dilakukan Jean  dalam pembuatan bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang ditulisnya secara sangat istimewa. Judulnya, "Le Scaphandre" et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jean adalah contoh orang yang tidak menyerah pada nasib yang  digariskan untuknya. Dia tetap hidup dalam kelumpuhan dan tetap berpikir jernih untuk bisa menjadi seseorang yang berguna, walaupun  untuk menelan ludah pun, dia tidak mampu, karena seluruh otot dan saraf di tubuhnya lumpuh. Tetapi yang patut kita teladani adalah  bagaimana dia menyikapi situasi hidup yang dialaminya dengan baik dan tetap menjadi seorang manusia (bahasa Sansekerta yang berarti  pikiran yang terkendali), bahkan bersedia berperan langsung dalam film yang mengisahkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jean, tetap hidup dengan bahagia dan optimistis, dengan kondisinya  yang seperti sosok mayat bernapas. Sedangkan kita yang hidup tanpa  punya problem seberat Jean, sering menjadi manusia yang selalu  mengeluh..! Coba ingat-ingat apa yang kita lakukan. Ketika mendapat  cuaca hujan, biasanya menggerutu. Sebaliknya, mendapat cuaca panas  juga menggerutu. Punya anak banyak mengeluh, tidak punya anak juga  mengeluh. Carl Jung, pernah menulis demikian: "Bagian yang paling  menakutkan dan sekaligus menyulitkan adalah menerima diri sendiri  secara utuh, dan hal yang paling sulit dibuka adalah pikiran yang  tertutup!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, betapapun kacaunya keadaan kita saat ini, bagi yang sedang  stres berat, yang sedang berkelahi baik dengan diri sendiri maupun melawan orang lain, atau anggota keluarga yang sedang tidak bahagia  karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, yang baru mendapat musibah kecelakaan atau bencana, bagi yang sedang di-PHK, ingatlah  kita masih bisa menelan ludah, masih bisa makan dan menggerakkan  anggota tubuh lainnya. Maka bersyukurlah, dan berbahagialah...!  Jangan menjadi pengeluh, penggerutu, penuntut abadi, tapi  bijaksanalah untuk bisa selalu think and thank (berpikir, kemudian  berterima kasih/ bersyukurl).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel yang berjudul Kegagalan &amp;amp; Kesuksesan Hasil Konsekuensi  Pikiran ( SPM 26 Februari 2005) dituliskan, seseorang yang sadar  sepenuhnya, dia datang ke dunia ini hanya dibekali sebuah nyawa  (jiwa). Nah, nyawa itu harus dirawat dengan menjalani kehidupan secara bertanggung jawab. Dengan nyawa ini pulalah, seseorang harus  hidup bahagia, di manapun dia berada, dan dalam kondisi apapun, dia  harus bisa bahagia. Kunci kebahagiaan adalah bersyukur! Mensyukuri  apa yang kita dapat itu penting, termasuk sebuah nyawa agar kita  bisa hidup di alam ini. Dan kebahagiaan bisa dibuat, dengan tidak  meminta (menuntut) apapun pada orang lain, tetapi memberikan apa  yang bisa diberikan kepada orang lain agar mereka bahagia. Jadilah  seseorang yang merasa ada gunanya untuk kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Anda bisa mendengarkan intuisi sendiri sehingga bertindak  sesuai nurani dan menghasilkan apa yang Anda inginkan dalam hidup.  Hadapi hidup dengan tabah karena orang-orang beruntung bukan tidak  pernah gagal. Bukan tidak pernah ditolak, juga bukan tidak pernah  kecewa. Justru banyak orang yang sukses itu sebetulnya orang yang  telah banyak mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikirlah positif, Anda akan menjadi orang yang beruntung. Banyak  cerita tentang keberuntungan berasal dari kejadian-kejadian yang tidak menguntungkan. Misalnya, kehilangan pekerjaan memunculkan ide  besar untuk mulai bisnis sendiri dan menjadi majikan. Ditolak pun bisa mendatangkan kesuksesan. Tetapi, untuk mendapatkan keberuntungan diperlukan usaha. Dan mulailah sekarang juga untuk berusaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Sumber: Bahagia, ada pada Jiwa yang Bisa Bersyukur oleh Lianny Hendranata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hidup bukan sekedar Hidup"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-4191250634697797471?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/4191250634697797471/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=4191250634697797471' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/4191250634697797471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/4191250634697797471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/06/bahagia-ada-pada-jiwa-yang-bisa.html' title='Bahagia, ada pada Jiwa yang Bisa Bersyukur'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SjdiWbWxpXI/AAAAAAAAAf8/Y0PxjhZt1kI/s72-c/Jean.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-9022997877137309581</id><published>2009-06-10T22:57:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T23:15:47.009-07:00</updated><title type='text'>Pencerahan Hati: Rahasia Kesuksesan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SjCfaeo1jsI/AAAAAAAAAf0/5nUIsOTdiTA/s1600-h/ciumtangan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 133px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SjCfaeo1jsI/AAAAAAAAAf0/5nUIsOTdiTA/s200/ciumtangan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345948034938539714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Semoga kita semua mampu mengambil pelajaran dan hikmah dari Allah swt melalui e-mail dari seorang hamba Allah ini...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;.......................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak,&lt;br /&gt;puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;### RAHASIA PERTAMA ###&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama. *Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu*. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan&lt;br /&gt;dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu. Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah."*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengambil napas sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;### RAHASIA KEDUA ###&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. *"Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat). Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan&lt;br /&gt;selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;### RAHASIA KETIGA ###&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini&lt;br /&gt;membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu&lt;br /&gt;sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah&lt;br /&gt;yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;### RAHASIA KEEMPAT ###&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. *"Jangan mempermainkan wanita".*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. *Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak&lt;br /&gt;perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;### KEDAHSYATAN SEDEKAH ###&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka bertanya, 'Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjawab, ' Ada , yaitu besi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para malaikat pun kembali bertanya, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjawab, ' Ada , yaitu api'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanya kembali para malaikat, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu&lt;br /&gt;yang lebih kuat dari api?'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjawab, ' Ada , yaitu air'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?' tanya para malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah pun menjawab, ' Ada , yaitu angin'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya para malaikat bertanya lagi, 'Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang Mahakaya menjawab, ' Ada , yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Subhanallah. ... *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hidup bukan sekedar Hidup"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-9022997877137309581?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/9022997877137309581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=9022997877137309581' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/9022997877137309581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/9022997877137309581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/06/pencerahan-hati-rahasia-kesuksesan.html' title='Pencerahan Hati: Rahasia Kesuksesan'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SjCfaeo1jsI/AAAAAAAAAf0/5nUIsOTdiTA/s72-c/ciumtangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-2435325833005414662</id><published>2009-06-10T00:48:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T00:53:49.026-07:00</updated><title type='text'>Meraih Sukses Mulia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Si9mAehleuI/AAAAAAAAAfs/fVBT2i6JlNI/s1600-h/jamil-azzaini-s2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 162px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Si9mAehleuI/AAAAAAAAAfs/fVBT2i6JlNI/s200/jamil-azzaini-s2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345603441092033250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sejatinya, hidup itu terus bergerak&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Layaknya tanaman yang terus tumbuh&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Seperti hewan yang beranak pinak&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kehidupan manusia pun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;semestinya terus bergerak maju&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Memberi manfaat pada makhluk lain&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Memberi guna penduduk bumi&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan melahirkan cinta dari penghuni langit&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span&gt;(Nabi Muhammad SAW)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beruntung bisa bertemu Mr. Cheah di Brunei Darussalam. Ia adalah seorang guru besar bidang kesehatan warga negara Australia yang bekerja di Brunei Darussalam. Dalam sebuah obrolan dia bertanya pada saya, "Pak Jamil, kapan seseorang dikatakan sukses? Apakah Pak Jamil sudah sukses? Siapa contoh orang sukses?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya menggelitik saya. Mestinya, secara sederhana, seseorang dikatakan sukses bila telah memiliki "4-ta" (harta, tahta, kata, cinta) level tinggi. Jauh di atas rata-rata kebanyakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level "4-ta" yang tinggi itu, diperoleh karena expertise (keahlian, core competence, prestasi) yang dimilikinya. Selain itu, "4-ta"’ yang dimiliki juga diperoleh dengan cara yang fair, tidak melanggar etika serta ajaran agama yang dianutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila orientasi hidup kita hanya sukses semata, hidup akan terisolasi. Egoisme niscaya muncul di dalam diri kita. Boleh saja harta kita berlimpah, memiliki jabatan bergensi, berpendidikan tinggi, atau menjadi buah bibir di media massa, tapi jiwa dan&lt;br /&gt;kehidupan terasa gersang. Bahkan boleh jadi, kita tak memiliki sahabat sejati, dibenci dan dimusuhi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUKSES saja tak cukup. Kita perlu menambahkan satu kata lagi; MULIA. Orang bisa disebut hidup mulia bila ia mampu memberi banyak manfaat kepada orang lain. Orang mulia adalah orang yang senang berbagi. Elemen "4-ta" yang telah diperolehnya, dibagikan secara benar dan tepat kepada siapapun yang memerlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran agama mengajarkan begitu. Bahwa di setiap harta yang kita miliki terdapat hak kaum miskin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(dhuafa)&lt;/span&gt;. Harta yang kita miliki harus disucikan dengan berzakat. Ada juga mekanisme membagi harta selain zakat yakni dengan wakaf, infak-sedekah, persepuluhan atau kegiatan sosial lainnya. Inilah perilaku berderma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku berderma akan menyebabkan kehidupan kita dipenuhi keberkahan dan keberuntungan. Dalam konteks kehidupan riil, korelasi berderma dan keberkahan/keberuntungan ini bahkan pernah disurvei. Majalah Swa edisi April 2006 melaporkan, orang kaya yang semakin banyak berderma ternyata dia semakin kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mulia akan selalu memanfaatkan tahta dan posisi sosialnya untuk melahirkan orang-orang hebat. Ia akan memberi kesempatan kepada orang-orang yang  dipimpinnya untuk terus maju dan berkembang. Tak ada dalam pikirannya untuk ‘mematikan’ karir orang yang dipimpinnya. Tahta yang ia punya, digunakan menciptakan kader-kader berilmu. Ia akan mendelegasikan tugas-tugas yang menantang bagi orang yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrew Carnegie, orang terkaya di dunia abad ke-19, memiliki kader berilmu lebih dari 50 orang yang mengelilinginya setiap hari. Di atas batu nisannya tertulis: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Di sini terbaring seseorang yang dapat mencari orang-orang di sekitarnya yang lebih pandai daripada dirinya sendiri".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagi kata (ilmu), memberi manfaat bukan hanya kepada si penerima curahan ilmu tapi juga bagi si pemberi ilmu. Semakin sering kita berbagi kata (ilmu) maka ilmu yang kita miliki akan semakin dalam. Selain itu, dalam ajaran Islam orang yang menebar ilmu akan diberi reward luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad saw. pernah bersabda "Ketika anak adam meninggal putus seluruh amalnya kecuali tiga...",  salah satunya adalah ilmu yang diamalkan dan disebarluaskan. Para penebar ilmu akan terus menerus mendapat kiriman pahala meski dia sudah terbujur kaku di dalam bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagi cinta, bisa dilakukan sebagaimana yang dilakukan Mak Eroh. Seorang perempuan peraih penghargaan Kalpataru. Dia mampu menggali saluran air melewati 8 bukit dari kali Cilutung menuju desanya di Pasir Kadu, di Kabupaten Garut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, selama 45 hari dia gali sendiri saluran air itu. Ia menerima banyak cemoohan karena orang-orang desanya menganggap apa yang dillakukannya adalah hal yang mustahil. Rasa cintanya pada warga desa yang kebanyakan miskin tak menyurutkan upayanya. Hasilnya, 60 hektar tanaman padi di kampungnya dapat dipanen 3 kali setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ukirlah terus expertise (prestasi dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;core competence&lt;/span&gt;) kita agar mampu meraih level "4-ta" sempurna. Inilah cara meraih tingkatan sukses progresif, terus bergerak dan menanjak naik. Tapi jangan lupa, bagilah "4-ta" yang kita miliki kepada orang-orang di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai diskusi Mr. Cheah tersenyum. Sambil menjabat tangan saya dia berkata ”saya ingin termasuk orang yang SUKSES dan MULIA.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Penulis adalah seorang Inspirator Sukses Mulia, Jamil Azzaini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hidup bukan sekedar Hidup"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-2435325833005414662?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/2435325833005414662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=2435325833005414662' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/2435325833005414662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/2435325833005414662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/06/meraih-sukses-mulia.html' title='Meraih Sukses Mulia'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Si9mAehleuI/AAAAAAAAAfs/fVBT2i6JlNI/s72-c/jamil-azzaini-s2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-4666816642124491638</id><published>2009-06-08T23:28:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T23:34:06.160-07:00</updated><title type='text'>Belanja di "TOKO KEBAHAGIAAN"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Si4Bm5XongI/AAAAAAAAAfk/mEFPJA8SYzs/s1600-h/praying.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 133px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Si4Bm5XongI/AAAAAAAAAfk/mEFPJA8SYzs/s200/praying.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345211575481966082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang&lt;br /&gt;muda yang selalu resah dan gelisah menemui seorang bijak dan bertanya, ''&lt;br /&gt;Berapa lamakah waktu yang saya butuhkan untuk memperoleh kebahagiaan?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak itu memandang si anak muda kemudian menjawab,&lt;br /&gt;''Kira-kira sepuluh tahun.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal itu anak muda tadi terkejut,&lt;br /&gt;''Begitu lama?'' tanyanya tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Tidak,'' kata si orang bijak, ''Saya keliru.&lt;br /&gt;Engkau membutuhkan 20 tahun.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak muda itu bertambah bingung.&lt;br /&gt;''Mengapa Guru lipatkan dua,?'' tanyanya keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak kemudian berkata,&lt;br /&gt;''Coba pikirkan, dalam hal ini mungkin engkau membutuhkan 30 tahun.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terlintas dalam pikiran Anda ketika membaca cerita di atas?&lt;br /&gt;Tahukah Anda mengapa semakin banyak orang muda itu bertanya,&lt;br /&gt;semakin lama pula waktu yang diperlukannya untuk mencapai kebahagiaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas,&lt;br /&gt;bagaimana cara kita mendapatkan kebahagiaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah banyak disampaikan,&lt;br /&gt;kebahagiaan hanya akan dicapai kalau&lt;br /&gt;kita mau melakukan pencarian ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,&lt;br /&gt;itu semua tidak dapat Anda peroleh dengan cuma-cuma.&lt;br /&gt;Anda harus mau membayar harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih mudah kita gunakan analogi sebuah toko.&lt;br /&gt;Nama toko itu adalah ''Toko Kebahagiaan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana tidak ada barang yang bernama 'Kebahagiaan'' karena&lt;br /&gt;''Kebahagiaan'' itu sendiri TIDAK DIJUAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,&lt;br /&gt;toko ini menjual semua barang yang merupakan&lt;br /&gt;unsur-unsur pembangun kebahagiaan, antara lain:&lt;br /&gt;KESABARAN, KEIKHLASAN, RASA SYUKUR, KASIH SAYANG, KEJUJURAN,&lt;br /&gt;KEPASRAHAN dan RELA MEMAAFKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ''barang-barang'' yang Anda perlukan untuk mencapai kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi,&lt;br /&gt;berbeda dari toko biasa, toko ini tidak menjual produk jadi.&lt;br /&gt;Yang dijual di sini adalah BENIH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau&lt;br /&gt;Anda tertarik untuk Membeli ''Kesabaran''&lt;br /&gt;Anda hanya akan mendapatkan ''Benih Kesabaran.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu,&lt;br /&gt;segera setelah Anda pulang ke rumah Anda harus Berusaha Keras&lt;br /&gt;untuk Menumbuhkan Benih tersebut Sampai ia Menghasilkan BUAH KESABARAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Benih yang Anda beli di toko tersebut Mengandung&lt;br /&gt;Sejumlah Persoalan yang Harus Anda Pecahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya bila Anda MAMPU Memecahkan Persoalan tersebut,&lt;br /&gt;Anda akan Menuai Buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benih yang dijual di toko itu juga bermacam-macam tingkatannya.&lt;br /&gt;''Kesabaran Tingkat 1,'' misalnya, berarti menghadapi kemacetan&lt;br /&gt;lalu lintas atau pengemudi bus yang ugal-ugalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kesabaran Tingkat 2''&lt;br /&gt;berarti menghadapi orang yang sewenang-wenang atau&lt;br /&gt;orang yang suka memfitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kesabaran Tingkat 3'',&lt;br /&gt;misalnya, adalah menghadapi keluarga Anda yang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menu yang lain misalnya ''BERSYUKUR''&lt;br /&gt;''Bersyukur Tingkat 1''&lt;br /&gt;adalah bersyukur di kala SENANG, sementara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Bersyukur Tingkat 2''&lt;br /&gt;adalah bersyukur di kala SUSAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''KEJUJURAN Tingkat 1,''&lt;br /&gt;misalnya,&lt;br /&gt;kejujuran dalam Kondisi Biasa, sementara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kejujuran Tingkat 2''&lt;br /&gt;adalah kejujuran dalam Kondisi TERANCAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebagian produk yang dapat dibeli di ''Toko Kebahagiaan''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap produk yang dijual di toko tersebut Berbeda-beda Harganya&lt;br /&gt;sesuai dengan KUALITAS KARAKTER yang Ditimbulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang TERMAHAL ternyata adalah ''Kesabaran'' karena&lt;br /&gt;kesabaran ini merupakan Bahan Baku dari&lt;br /&gt;Segala Macam Produk yang Dijual di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang filsuf pernah mengatakan,&lt;br /&gt;''Apa yang Kita Peroleh dengan TERLALU MUDAH PASTI KURANG Kita HARGAI.&lt;br /&gt;Hanya Harga yang MAHAL-lah yang Memberi NILAI kepada SEGALANYA.&lt;br /&gt;Tuhan Tahu Bagaimana MEMASANG Harga yang Tepat pada Barang-barangnya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara pandang seperti ini kita akan menghadapi masalah secara berbeda.&lt;br /&gt;Kita akan Bersahabat dengan Masalah.&lt;br /&gt;Kita pun akan Menyambut Setiap Masalah yang Ada dengan&lt;br /&gt;Penuh KEGEMBIRAAN karena Dalam Setiap Masalah Senantiasa Terkandung&lt;br /&gt;''OBATdan VITAMIN'' yang Sangat Kita Butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian Anda akan BERTERIMA KASIH kepada&lt;br /&gt;Orang-orang yang Telah Menyusahkan Anda karena&lt;br /&gt;Mereka Memang ''diutus'' untuk Membantu Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemudi yang ugal-ugalan, orang yang jahat,&lt;br /&gt;orang yang sewenang-wenang adalah&lt;br /&gt;Peluang untuk MEMBENTUK Kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan yang Pas-pasan adalah&lt;br /&gt;peluang untuk MENUMBUHKAN RASA SYUKUR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana yang Ribut dan Gaduh adalah&lt;br /&gt;Peluang untuk MENUMBUHKAN KONSENTRASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang TAK TAHU BERTERIMA KASIH adalah&lt;br /&gt;Peluang untuk Menumbuhkan PERASAAN KASIH Tanpa Syarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang MENYAKITI Anda adalah&lt;br /&gt;Peluang untuk MENUMBUHKAN Kualitas RELA MEMAAFKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup Marilah kita Renungkan ungkapan berikut ini:&lt;br /&gt;''Aku memohon Kekuatan dan&lt;br /&gt;Tuhan memberiku Kesulitan-kesulitan untuk Membuatku KUAT.&lt;br /&gt;Aku memohon Kebijaksanaan dan&lt;br /&gt;Tuhan memberiku Masalah untuk Diselesaikan.&lt;br /&gt;Aku memohon Kemakmuran dan&lt;br /&gt;Tuhan memberiku TUBUH dan OTAK untuk Bekerja.&lt;br /&gt;Aku memohon Keberanian dan&lt;br /&gt;Tuhan memberiku berbagai BAHAYA untuk aku Atasi.&lt;br /&gt;Aku memohon Cinta dan&lt;br /&gt;Tuhan memberiku Orang-orang yang Bermasalah untuk Aku Bantu.&lt;br /&gt;Aku mohon Berkah dan Tuhan memberiku berbagai Kesempatan.&lt;br /&gt;Aku Tidak Memperoleh Apapun yang Aku Inginkan,&lt;br /&gt;tetapi Aku MENDAPATKAN Apapun yang Aku BUTUHKAN.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Oleh Kamila Vyndarti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;"Hidup bukan sekedar Hidup"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-4666816642124491638?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/4666816642124491638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=4666816642124491638' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/4666816642124491638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/4666816642124491638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/06/belanja-di-toko-kebahagiaan.html' title='Belanja di &quot;TOKO KEBAHAGIAAN&quot;'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Si4Bm5XongI/AAAAAAAAAfk/mEFPJA8SYzs/s72-c/praying.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-266236309435827677</id><published>2009-05-25T22:03:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T22:10:54.875-07:00</updated><title type='text'>Delayed Impossibility</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Sht5uzrt6OI/AAAAAAAAAfc/kgxe7ftdmks/s1600-h/otak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Sht5uzrt6OI/AAAAAAAAAfc/kgxe7ftdmks/s200/otak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339995628232370402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sesuatu yang tidak mungkin, sesungguhnya bukan fakta. Tapi hanya ada dalam pikiran. Pikiran kita sendiri yang memenjara diri kita, yang membatasi kemampuan diri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika berpikir kita tidak bisa, maka dengan sendirinya kita akan mencari pembenaran dari pola pikir yang kita tanam tadi. Tindakan yang kemudian diambil akan merupakan hasil dari ketidakmungkinan yang kita ciptakan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saja kita mampu mengikis rasa ketidakmungkinan dalam pikiran, maka potensi kita dengan sendirinya akan mengalir bagai air bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakmungkinan hanyalah masalah waktu. Yang tidak mungkin di masa lalu, menjadi harapan dan cita-cita dimasa kini. Dan harusnya menjadi kenyataan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada ketidakmungkinan, kecuali kita ijinkan pikiran kita sendiri yang membatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu kita mengatakan, "ah tidak mungkin bagi saya untuk mencapai hal itu", ketika itupula kita mematikan api impian dan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat kekuatan yang bisa dicoba untuk menekan ketidak-mungkinan yang menggerogoti impian kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;•••• Imaginasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imaginasi adalah kekuatan kreatif untuk menggambarkan keadaan ideal yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan seandainya hal yang menurut pikiran tadi tidak mungkin, menjadi hal yang sangat mungkin dan sudah terjadi. Rasakan perasaan bahagia yang ditimbulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasrat kita akan timbul dan mendorong bagi pencapaian impian kita menjadi hal yang mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;•••• Kecintaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kecintaan akan memunculkan kualitas terbaik dari kita. Cintai pekerjaan Anda saat ini. Cintai kondisi keluarga Anda saat ini. Cintai semua anugerah yang telah Tuhan berikan bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang tidak mungkin bila kekuatan cinta bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;•••• Tindakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan satu upaya yang akan menentukan langkah Anda selanjutnya. Anda tidak akan berubah bila tidak ada tindakan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari yang paling mungkin dapat Anda lakukan, sekecil apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tindakan kecil yang kita ambil akan menghapus jejak ketidakmungkinan menjadi sesuatu yang mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;•••• Kesabaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran akan menghantarkan kita kearah lebih baik. Sebesar apapun hasil yang didapat, hormati diri Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri penghargaan pada kekuatan sabar yang Anda kelola. Sayangi diri Anda, sesungguhnya Tuhan beserta orang-orang yang sabar. Sabar setelah melakukan suatu ikhtiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah hapus impian. Karena orang yang tidak punya mimpi, tidak mungkin mempunyai rencana. Sedang rencana yang masuk akal adalah proses untuk membangun kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Mario Teguh ) Delayed Impossibility&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;"Hidup Bukan Sekedar Hidup"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-266236309435827677?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/266236309435827677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=266236309435827677' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/266236309435827677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/266236309435827677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/05/delayed-impossibility.html' title='Delayed Impossibility'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Sht5uzrt6OI/AAAAAAAAAfc/kgxe7ftdmks/s72-c/otak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-176017184559589377</id><published>2009-04-02T01:13:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T01:17:22.669-07:00</updated><title type='text'>Tamu yang ga di Undang...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SdR0N_QHnAI/AAAAAAAAAfU/HvRKnzXziPM/s1600-h/Indikator.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SdR0N_QHnAI/AAAAAAAAAfU/HvRKnzXziPM/s200/Indikator.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320004843497561090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pak Tjarli dan anggota MM Jaksel... kemarin malam saya ikut hadir sebagai tamu yg ga di undang pada pertemuan KMM 2.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Banyak ilmu yang didapat disana yang sngat power full, kita di paksa mengisis workbook terutama pada bagin Tabel Indikator Bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama pak Sonny memberikan contoh bisnis saya (http://www.maximart.co.cc) indikatornya seperti apa, pak Sonny dengan piawai memberikan arahan kemana alur bisnis seharusnya. Jika kita menentukan target sebesar Rp 100.000.000,- pebulan maka ada step-stepnya yang mengharuskan pencapai tersebut selama sebulan. Sungguh saya tersentak dengan pemaparan pak Sonny yang begitu detail dan jelas. Saya tersadarkan akan pemaparan tersebut begitu juga anggota KMM2 khusunya yang nota bene sebagai anngota tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran anggota berikutnya dicoba untuk menuliskan indikator bisnisnya, kali ini gilirana bu Sri sang perencara keuangan. Beliau awalnya bingung untuk menentukan target di tahun ini, namun berkat bimbingan pak Sonny sang master beliau dengan mudah memulai menargetkan pencapaian-pencapaiannya bagai air mengalir. Akhirnya bu Sri mulai akrab dengan angka-angka dan dari sana lah bu Sri memaparkan target beberapa bulan ke depan. Pak Sonny memaparkan.., bahwa otak kita tidak menerima bayangan (istilahnya pulau-pulau.. Sonny red) terutama otak kanan. Otak kita (kanan) hanya menerima yang pasti-pasti saja, contohnya berapa target omset bisnis kita perbulan; ini harus dijawab dengan tegas dengan angka... katakan omset bisnis dalam satu bulan Rp 100 juta. Maka otak akan memproses untuk tahap selanjutnya dari mana jalannya agar mencapai Rp 100 juata tersebut. Banyak sekali masukan-masukan yang didapat oleh KMM2 terutama saya sebagai tamu tanpa di undang... he he heeee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Siska... yang bergerak di toko online, memaparkan target bisnisnya di "white board" sebagai panduan mengisi "workbook" yang ga sempat diterangkan pada waktu Raker di Puncak. Bu Siska yang tadinya tidak tahu (sama dg saya) dari mana memulainya untuk menuliskan indikator bisnisnya karena bisnis beliau bergerak di online. Namun bagi sang "MASTER" tidak ada yang tidak mungkin, semua mungkin untuk dilakukan. Berkat arahan dari beliau bu Siska mulai memahami apa yang menjadi target atas bisnisnya ke depan. Akhirnya bu Siska menagkap dengan jelas apa saja step-stepnya yang akan dilakukan untuk mendukung target pencapaian bisnisnya di bulan depan. Perekrutan agen-agen baru adalah salah satu bagian dari jalan menuju pencapaian yang beliau tagergetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia pak Tjarli dan anggota MM Jaksel... giliran berikutnya maju ke depan untuk memaparkan terget bisnisnya. Dengan semangat '45 beliau maju sebagai pendatang baru di MM Jaksel tidak lain beliau adalah Bu Isse. Bisnis beliau bergerak dibidang design grafis di daerah kemang, terutama menangani corporate dan wedding invitation dll. Bu Isse ini memaparkan target bisnisnya begitu piawai tanpa panduan dari sang master, menuliskan angka-angka pencapaiannya begitu dahsyat dan sangat menantang tapi cukup realistis untuk ukuran bisnis beliau. Dengan terget Rp 200 juta perbulan, sungguh membuat terkesima para anggota KMM2 yang hadir, sungguh luar biasa perjuangan ibu yang satu ini... dahsyat... funtastic... bombastic... go triple. Bu Isse menuliskan indikator bisnisnya bukan tanpa alasan, beliau menjelaskan di papan tulis dengan rinci alurnya dan ketika audience bertanya dengan tanggap dan tangkas beliau menjawab penuh dengan percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternya di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, jika kita menyakini akan hal apa pun di depan kita. Jika pikiran kita mengatakan tidak maka tidaklah itu, begitu sebaliknya jika pikiran kita mengatakan terjadi terjadilah itu. Pikiran positif tersebut pernah saya lakukan dan terjadi. Ketika belum memiliki bisnis pikiran saya arahkan ke hal-hal yang postif bahwa sutu saat saya akan memiliki bisnis retail dan alhamdulillah sekrang telah berdiri "MAXIMart". Itu adalah hasil dari pikiran positif yang sering orang bilang "LOA".  Mohon dukungan dari teman-teman TDA, MM Jaksel dan semua MM yang ada dibawah naungan Yayasan TDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah KMM 4 memulai ber mastermind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear all,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau sharing saja bahwa kelompok Mastermind (KMM) 4 hari sabtu memulai pertemuan yang pertama. Bertempat di McDonal Sarinah kami memulai pertemuan jam 7 pagi. Salut buat para anggota kelompok yang mau bersusah payah untuk keluar dari comfort zone nya di sofa rumah sambil nonton tv ataupun membaca koran di sabtu pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan berjalan penuh dengan canda tapi serius pokoknya fun banget deh. Sambil sarapan menu dari Mcdonal kami berdiskusi tentang bisnis masing-masing. Pemandangan gedung-gedung perkantoran menciptakan atmosphere tersendiri bagi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan latar belakang bisnis yang beragam membuat diskusi sangat mengasyikan, masing-masing bisa saling melengkapi ilmu bisnis yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Junaedi dengan pengalaman mengembangkan bisnis retailnya, yang dimulai dari warung kecil dgn modal 4 juta samapia mempunyai MAXImart, Pak Firman dengan bisnis susunya yang bercita cita mempunyai bisnis ice cream dengan brand sendiri, Ibu Liany dengan semangatnya membuat bisnis kumon sampai rela resign dari tempat kerja yang nyaman dengan penghasilan lebih dari cukup, mba Yuli yang sedang dipersimpangan antara kantor dan bisnisnya, Pak Iim dengan bisnis grosir solo.com nya dan saya sendiri dengan bisnis kuliner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan pertemuan kami yang pertama sehingga belum menemukan pola yang tertatur tapi bagi kami yang penting adalah dimulai dulu. Mudah-mudahan pertemuan kami yang kedua bisa berjalan lebih seru dan menyenangkan lagi dengan pola yang lebih teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Wijayanto&lt;br /&gt;0811894791&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang lain diuntungkan dari bisnis kita, maka kita akan dikayakan..(inti dari pertemuan KMM4 sabtu kemarin)...kalimat  tersebut diulang2 oleh sang leader (mas imam) lebih dari 10x..hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iipmilan@gamil.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;081310004288&lt;br /&gt;http://www.maximart.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-176017184559589377?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/176017184559589377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=176017184559589377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/176017184559589377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/176017184559589377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/04/tamu-yang-ga-di-undang.html' title='Tamu yang ga di Undang...'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SdR0N_QHnAI/AAAAAAAAAfU/HvRKnzXziPM/s72-c/Indikator.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-230229338744156531</id><published>2009-03-24T19:25:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T19:55:36.412-07:00</updated><title type='text'>CARA CERDAS DAN CEPAT PENSIUN DINI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Scmc90wGj9I/AAAAAAAAAfM/GTjxeLJshr0/s1600-h/YM.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 175px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Scmc90wGj9I/AAAAAAAAAfM/GTjxeLJshr0/s200/YM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316953421033934802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Resume TDA Ym Biz Conference Edisi Maret 2009: Cara Cerdas dan Cepat Pensiun Dini!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Moderator:&lt;/span&gt; Dengan ini diinformasikan acar TDA YM Biz Conference akan segera dimulai. Terima kasih atas kesediaan rekan semua, meluangkan waktu untuk acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperkenalkan host yang akan menginvite anda: mas Fuad Muftie (fuadmuftie) dan Dody Naftaly (dnaftali). Dengan moderator saya sendiri: Lutfiel Hakim (lelhakeem) dan Hilman Dale (hilmandale)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara sumber kita kali ini adalah : Bapak Sonny Sofjan yang memiliki alamat blog pribadi http://sonnysofjan.bogspot.com, Blog bisnisnya adalah : www.sonnysofjan.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip hidup beliau adalah: menjadi talang rejeki dan kesuksesan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiriiiiiiiiiiin.............. Kita sambut Mas Sonny Sofjan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada beliau kami persilahkan menghantarkan materi dengan tema : CARA CERDAS DAN CEPAT PENSIUN DINI.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Assalamu'alaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sya mendapat amanah memberikan materi tentang Cara Cerdas &amp;amp; Cepat Pensiun Dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam meberikan materi saya akan menganut prinsip mengalir saja karena ini semua adalah experiential learning saya selama menjalani karir profesional saya di perusahaan mutlinasional sampai akhirnya mengambil keputusan pensiun dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penisun Dini dengan Passive Income yang sering didambakan orang-orang adalah suatu hal yang sebenarnya bisa dicapai oleh siapa saja asal tahu RAHASIANYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bisa dilakukan dalam satu kerangka grand strategi yang bisa dimanage, bukan sesuatu yang didasari oleh karena nafsu ingin cepat2 penisun, sebal dengan kantor, atau yang lebih parah ikut2an teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi PENSIUN DINI ITU ADALAH AKIBAT BUKAN SEBAB dari suatu proses yang terencana dengan matang. DImulai dari pola mindset, strategi berkarir, strategi resources management, dukungan keluarga, jenis karir yang dikembangkan, jenis bisnis yg dikembangkan, portofolio investasi dll dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ini bisa dijalankan secara konsisten dan terukur oleh teman-teman semua, wacana Cara Cerdas dan Cepat Pensiun Dini dalam waktu singkat bisa menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri sudah mengalaminya, dan alhamdulillah berhasil, paling tidak sampai di tiitk dimana saat ini saya berada. Sudah pensiun, memiliki passive income, bisnis berjalan namun waktu dengan keluarga tetap terjaga dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mindset awal adalah hal yang paling penting... Bahwa Anda bekerja bukan untuk perkembangan karir atau cari uang dari pekerjaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi karir Anda itu dikembangkan dalam kerangka untuk pensiun dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala effort yang akan anda lakukan dalam karir Anda adalah dalam rangka mencapai kemandirian finansial melalui bisnis yang Anda kemabangkan secara konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu supaya bisa cepat pensiun, mengandalkan hanya dari bisnis itu lama dan repot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus anda kombinasikan dengan property sebagai inevstasi dan sumber pendanaan dari bisnis Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa pengantar dari saya cukup, saya serahkan ke moderator..silahkan p moderator...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Moderator:&lt;/span&gt; Baik, rekan2 bisa mengetik dahulu pertanyaannya, nanti pd saat sesi tanya jawab tinggal ketik diluar YM aja, nati copy paste ke Conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Dari awal pak sonny, langkah pertama apa yang bpk siapkan ketika keinginan untuk pensiun dini itu menguat pak, silahkan dijelaskan pak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; yang saya tentukan dulu adalah start form the end of mind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tentukan kapan saya harus pensiun, kemudian saya tarik kebelakang apa-apa yang harus saya siapkan. Mulai dari jenis bisnis yang harus saya kembangkan selama saya masih berkarir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian jenis karir yang harus saya ambil dalam kantor. Jadi bisnisnya disiapkan untuk pensiun saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karirnya juga disiapkan untuk pensiun saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh : saya akan menghindari karir yang menuntut saya untuk stnd by di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memilih jalur marketing, business development, investor relation dst yang memiliki exposure ke luar lebih besar dan jenis pekerjaan yang tidak deadliners.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bisnis sendiri saya fokus betul mencari bisnis yang bisa saya tinggal, bisnisnya tetap jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun ada bisnis yang harus saya kembangkan dari nol, maka saya sangat mengandalkan system. Saat mendevelop awal bisnis, saya akan relatif repot untuk beberapa bulan di awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Mungkin ada target2 jangka pendek yg sdh pak sonny tetapkan sebelum target besarnya, pensiun dari kantor terlaksana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Ada sih pak... Saat itu saya dan istri menetapkan target kalau pendapatan dari bisnis sudah bisa melebihi 2x pendapatan gaji (yang passsive income ya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sdh saatnya saya keluar. Jadi saya lebih banyak konsentrasi pada "show me the money" kalau saya mau resign.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Dalam berapa lama pak target itu akhirnya bisa bpk capai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Dalam 3 tahun, Karena meleverage property saya.. kalau dengan bisnis saja berat pak.. Lama dan capek..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Apa saran bpk agar bisa konsisten mengejar target itu dalam waktu sepanjang itu pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Itu tadi mindset kita harus dibangun untuk menjadi istilah saya EMPLOYPRENEUR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir bagus bisnis bagus.... doube gardan bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa karir itu adalah solusi jangka pendek kita (hidup dari bulan ke bulan) dan bisnis kita adalah soluis jangka panjang kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi setiap kita melakukan sesuatu di karir itu dalam kerangka agar bisnis kita bisa tetap berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Ada pepatah mengatakan, bermimpi itu mudah, namun tetap konsisten mengejar mimpi itu dari hari ke hari itu yang sulit. Ada saran mengenai hal ini pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Sekali lagi pak...mindset bapak harus betul2 untuk tujuan pensiun dini itu, mau hujan lebat, mau petir itu harus dipegang kuat2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terlalu larut dalam kerja kantor krn itu hanya menghidupi Anda bulan ke bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Apakah keluarga bapak mendukung keputusan bpk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; awalnya tidak.... tapi prinsip "show me the money" betul sakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Bagaimana mengubah mindset mereka pak, sehingga mendukung bpk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Jalan yg plg mudah adalah show me the money...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya bapak bisa menunujukkan kepada keluara bahwa ada sumber uang lain yang ternyata besarnya melebihi sumber uang dari gaji. Ini yg paling mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengubah mindset, gaya komunikasi persuasif perlu dikembangkan. Libatkan istri dalam bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali pasangan kita sudah merasakan nikmatnya berbisnis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah saat itulah kita bisa relatif mudah untuk membelokkan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak temen2 yg belum apa2 bisnisnya...sudah ngomong ke pasangannya kalau mau keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha tentu saja pasangannya bingung...dari gaji aja gak cukup..sekarang mau gak ngandelin gaji yg kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Artinya, selama keuangan belum bisa menjamin kita bisa selamat ketika pensiun, atau pendapatan 2x gaji, jangan dulu keluar dari bisnis ya pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Betul pak.. Jangan jadi pahlawan di siang bolong...bahaya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Bisnis spt apa yang harus dimasuki pertama kali ketika teman2 karyawan ingin terjun ke bisnis pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Bisnis yang gak perlu banyak waktu kita terpakai untuk mengurusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis yang walaupun kita gak ada, dia tetap jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Tolong jelaskan kiatnya pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Begini, sebagai karyawan, waktu kita habis di kantor. Saat ini banyak ditawarkan franchise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Indonesia, franchsie itu spectrum nya luas banget. Dari yg BO sampai yg beneran franchise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya biasanya ambil franchise yang semuanya sudah diurusi sendiri oleh franchisor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau saya sendiri punya bisnis yg saya kembangkan dgn skema franchise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita jeli dalam menggali info...banyak koq bisnis yg gak perlu kita urus bisa jalan sendiri dan proven lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saya ambil bisnis yg gak perlu saya terjun daily, mutasi kreditnya atas nama saya....aksesibilitas saya ke bank meningkat, dan bisa bikin usaha lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisik usaha bisa disurvey sama bank... Exist, Di mata bank saya adalah karyawan yang punya banayk usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini perlahan2 pendapatan dari usaha menggeliat sampai melewati gaji..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sibuk dengan bisnisnya saja...Ambil propertynya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasikan mindset entrepreneur &amp;amp; inevstor sekaligus. Sehingga kecerdasan finansial kita terasah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Keahlian apa yg harus dikembangkan rekan2 kita ini, agar bisa semakin piawai mengurusi bisnisnya pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Poeple management, Finansial management, Marketing &amp;amp; sales, Business development, System development.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya tidak sendirian dalam mengembangkan ini semua. Saya libatkan pasangans saya sebagai partner yg paling bisa saya percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaanr:&lt;/span&gt; satu2 pak, mana yang paling penting dipelajari terlebih dahulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Pertama : kemampuan untuk melihat dari helicopter view (bisa melihat bisnis kita dari atas) kemudian kemampuan logika system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf ya kalau kata2nya kurang dipahami,,,saya sendiri sulit cari padanan bahasa indonesianya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Tadi dikatakan bahwa bisnis harus dikombine dengan investasi seperti property. Apakah ini harga mati? Maksud saya, jika ingin berhasil property adalah solusinya..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Kalau mau cepat pensiun dengan cepat, Property adalah solusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena harga property di Indo itu naik terus.. dan itu seperti susu sapi murni yang bisa kita peras tiap tahun. Bisnis dan property tidak bisa dipisahkan kalau di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kenaikan harga property tiap tahun, ibu bisa dapat modal tanpa perlu pusing2 carinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Tahapannya seperti apa pak? apakah ketika kita punya uang cukup, langsung terjun, atau gabung dulu dengan orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; mulailah dengan ambil rumah dengan KPR...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unutk pemula...prperty di harga 500 jtaan sudah bisa kita leverage dalam waktu 1-2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; cara menilai propertinya bagaimana pak..? karena banyak kejadian orang punya properti malah sulit menjualnya...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; pernah dengar refinance property gak..via bank. Ini adalah produk bank yang paling saya cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah KPR yang sudah Anda ambil itu jangan dilunasi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap 1-2 tahun, pindahkan lah ke bank lain. Biasanya bank yg baru akan menghargai proerty anda dengan harga psar yg baru yg lbh tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti akan ada lebihan buat Anda dari bank, karena :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Harga property naik terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bank yg baru terimkasih ke Anda krn dah mindahin pinjaman anda ke bank yg baru..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They are very happy...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yag saya bilang sumber modal gak ada batasnya buat bisnis Anda. Inilah yang saya lakukan sehingga mendadak saya bisa beli bisnis yang sudah proven dengan harga premium tapi modalnya dengkul..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Pak Sonny, terimakasih atas sharingnya, saya membaca di blog bapak, bahwa untuk mempercepat pensiun dini, bapak menggunakan strategi investasi di sektor keuangan (apakah pasar modal?) dan properti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi ekonomi yang cenderung bergejolak sekali saat ini (pasar keuangan yang bergejolak liar, pasar properti yang tak terduga harga kedepan nya), apakah strategi ini masih dipertahankan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam langkah konkrit nya investasi seperti apa yang menurut pengalaman bapak baik untuk dilaksanakan saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sonny Sofjan: Kalau untuk property...: IT IS TIME TO BUY...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau untuk keuangan : saya termasuk manusia yang gak punya jantung dua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya ambil yang aman yg dijamin negara, Sukuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Kenapa skrg saat yg tepat ambil property..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Karena suku bunga lg tinggi, yg beli sedikit, yg jual frustasi, Harga dibanting deh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi mau pemilu, banyak yg butuh dana kampanye..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Dari sisi harga memang time to buy, tapi bank nya susah bener kasih kreditnya, trauma dg kredit macet sektor property?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Tidak, siapa bilang bank trauma..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau profil kita bagus...bank akan kasih koq.. Bodoh dia kalo gak kasih padahal kita mampun bayar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting sering2lah bergaul dengan bank..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Ada pepatah :&lt;/span&gt; tak kenal maka tak sayang . Jadi sering2lah bergaul ke bank..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Semua tentu ingin pensiun dini,apalagi dgn properti investasi.. buat sy tantangannya adalah sy hanya berminat dgn skema syariah. Sedangkan yg saya dengar refinance itu dilarang secara syariah. Jadi bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Saya penggemar berat bank syariah pak.. info darimana ya bank syariah gak bisa refinance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Dari manager bank P syariah. Sudah lama sih mungkin dah berubah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Dari pengalaman saya main2 ke bank syraiah...semuanya bisa. Ini masalah jam terbang.. sering2 ke bank, mainkan property anda dengan bisnis..pensiun Anda bisa cepat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan: &lt;/span&gt;Bank apa &amp;amp; cabang mana yg disarankan oleh pak Sonny?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Semua bank syariah.. kecuali bank P yg sudah bapak datangi, packagenya kurang bagus....Datangi saja semua bank syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu bank bapak datangi, lain cabang bisa lain approach nya. Karena bank isinya manusia dengan masing2 interpretasi thd perturan bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Pak sonny apa yg bpk lakukan, jika melihat sebuah property usang yg memerlukan renovasi ulang, terletak dilokasi yg strategis, tp bpk ga punya uang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; tawar semuarah2nya..Masukkan ke semua bank syariah dokumen rumah itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti tinggal tunggu hasilnya dan banding2kan mana yang paling asik buat kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti yang akan terjadi adalah masing2 bank akan memberikan penawaran terbaik buat kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaui gak punya uang... Kita tinggal effrot buat DP saja koq.. cDP pun bisa negosiasi kalau harga property murah sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan: &lt;/span&gt;Pak sonny, yg bapak lakukan: bisnis dulu baru properti atau properti dulu baru bisnis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus kriteria properti2 spt apa yg bapak incar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Dua2nya barengan pak.. gak berurutan … tapi sama2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bapak bisa menemukan jacking bisnis dan property....gak lama pensiun pak… Memang property itu part of strategi sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Sepertinya dari tadi hanya bahas property, Ada cara lain kang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Bisa konsisten di bisnis pak..cuma waktunya relatif lebih lama bila dibanding kita gak "mainkan" jurus property.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat semut2 sedang lomba lari di lintasan atletik. Semut yang satu hanya dengan bisnis, ibaratnya standard equipment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah semut yang satu dibantu dengan property, maka ada tambahan equipment shg larinya lebih kencang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Saya pikir bukan propertinya yang penting. Tapi kuda tunggangannya. Saya bisa pensiun dari 92 buku. Tanpa modal. Intinya, pakai isi kepala.. Saya hanya ingin memberikan perspektif. Tidak harus property. Tidak hatus hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting, manfaatkan potensi. Yang kita punya. Ada banyak cara dan kendaraan. Properti hanya salah satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Begini pak...Saya kebetulan penganut aliran bagaimana menciptakan passive income, artinya kalau income itu datang tanpa saya perlu negapa2in, itu lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa kerjakan hal lin. Nah kalau dibanding dengan buku, ada hal yang tidak apple to apple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku itu memang bisa menjadi sumber passive income kita, kayak penulis buku harry potter ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada effort dari kita untuk menulis, berfikir yang kata bang jay modalnya otak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalau lewat property saya tidak ngapa2in saja harga property itu naik sendiri. Sifat property yang seperti ini yang saya manfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh di PBB rumah tertera nilai NJOP, misalnya 500jt. Tahun berikutnya kantor pajak menaikkan NJOP 15%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu artinya, tanpa kita apa2kan rumah kita, ada modal fresh sebesar Rp 75 juta yang bisa kita ambil dari property itu via bank… Ini hanya dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fresh momey inimemang hutang, namun kalau kita belanjakan investasi yg proven tentunya ROI nya bagus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama property kita naik lagi harganya tahun depan. Kira2 begitu ilustarasi property&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Pak saya sudah pensiun. Saya udah invest di properti. Tapi kok pertumbuhannya tdk sampai 10% per tahun ya pak. Misal saya beli 10jt, Tahun depan dijual 10,5jt. Lokasi di daerah purwokerto dalam bentuk tanah pekarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Jelas pak.. Daerah itu property nya gak bergerak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Jadi tolong jelaskan tip dan trik beli properti pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Kalau mau beli property minta ke pemilik PBB 3 tahun terakhir, supaya kelihatan tumbuh atau tidak. Setelahitu decide mau beli atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup pak mods..kayaknya koq ketarik ke property semua ya pertanyannya. Ini hanya salah satu startegi lho..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan :&lt;/span&gt; Sebenarnya apa arti pensiun buat bapak? apa TDA berarti pensiun? lalu bagaimana menemukan reason yang paling kuat sehingga kita benar-benar "pensiun"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Pensiun artinya : saya tidak perlu bekerja dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya mengerjakan sesuatu yg saya sukai, itu artinya saya bukan sedang bekerja tetapi sedang menikmati hobby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Bagaimana menentukan kita siap pensiun (bekerja sendiri)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; TDA bukan berarti pensiun dari pekerjaan kita, tapi kita bisa sesuka hari mengerjakan yang kita suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya pribadi reasonnya adalah anak2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Bagaimana dengan income? misal jika bisnis sudah bisa 3 jt per bulan berarti siap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Saya berfikir, saya tidak akan bisa melihat 2x saat anak2 saya tumbuh besar. Saya harus jadi saksi bagaimana mereka tumbuh dan dekat dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yg selalu saya rasakan kalau pulang malam dri ktr atau SPJ berhari2/bahkan berminggu ke luar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini driven saya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Pak, sekarang ini status masih PNS. Udah ada bisnis yangsaya jalankan. Tapi belum bisa terlalu besar, sehingga untuk resign saya belum berani. Nah, dalam rangka mau resign atau pensiun dini, saya coba untuk berbisnis dengan membeli franchise yang di awal dikelola oleh adik saya. kebetulan yang saya ambil belum ada di kota saya ( sepengetahuan saya ). dari bisnis ini akan saya jadikan pijakan untuk pensiun dini. bagaimana menurut pendapat pak sonny tentang langkah saya ini????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; Bagaimana pendapatan dari usaha ini..?? Apakah sudah bisa melebih gaji bapak..? bisnisnya belum jalan toh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; itu yang pertama pak, kalo gaji belum pak, baru mau buka. Yang saya tanyakan, apakah langkah saya ini bisa diterima atau ada koreksi? Prediksi, dalam 1 tahun ke depan udah bisa pensiun dini pak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; justru itu sudah benar pak..cuma hati2 lihat bisnisnya. Apakah bisnis ini bapak yg hrs terjun sendiri atau tidak..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan: &lt;/span&gt;Tidak pak, yang pegang selama 6 bulan ini adik saya yang kuliah. Dia cuti selama 1 semester. Nanti saya mau cuti 3 bulan untuk pegang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; lihat dulu performance nya pak.. Jangan gegabah. Lihat kinerja bisninsya dulu.. Apakah dengan berbagi dengan adik bapak sudah bisa melebih gaji bapak .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat brp yag bapk dapat, nanti setelah setahun.. Biarkan bisnis berjalan satu putaran lengkap dlm setahun. Cuma hati2 lihat bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; p mods boleh saya kasih penutup..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau mau pensiun dini secara cepat dan cerdas : ada 4 hal yang harus dilakukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;1. Kembangkan bisnis&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;2. Invest di property&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;3. Invest di logam mulia dan&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;4. Invest di instrumen keuangan yg aman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohya internet marketing juga perlu digaraop..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalau ke empatnya bisa jalan sama2 insya allah ada hasilnya untuk bisa pensiun dini dengan cepat dan cerdas.. begitu p mods..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Moderator: &lt;/span&gt;Baik terima kasih banyak pak Sonny. karena waktu yang terbatas, biz conf hari ini kita cukupkan sampai disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Sonny Sofjan:&lt;/span&gt; mudah2an apa yg saya berikan ada manfaatnya. kalau ada yg salah mhn maaf sebesar2nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Moderator:&lt;/span&gt; Kami dari tim Moderator Biz Conf mengucapkan terima kasih yg sebanyak2nya atas kesediaan pak Sonny menjadi nara sumber dalam acara ini. Dan mohon maaf atas kekurangan dan semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;http://www.maximart.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-230229338744156531?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/230229338744156531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=230229338744156531' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/230229338744156531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/230229338744156531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/03/cara-cerdas-dan-cepat-pensiun-dini.html' title='CARA CERDAS DAN CEPAT PENSIUN DINI'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Scmc90wGj9I/AAAAAAAAAfM/GTjxeLJshr0/s72-c/YM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-6636453351430786544</id><published>2009-03-24T03:03:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T03:13:55.527-07:00</updated><title type='text'>Tip Praktis NLP#33: Patahkan Pensil Terapi Membuang Emosi Negatif.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SciyRZVqilI/AAAAAAAAAfE/EFlgfO-Xq_0/s1600-h/Pensil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SciyRZVqilI/AAAAAAAAAfE/EFlgfO-Xq_0/s200/Pensil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316695372040145490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;May 01, 2008 By: Krishnamurti Category: NLP &amp;amp; Motivasi, NLP &amp;amp; Pelatihan, NLP &amp;amp; Trauma/Phobia&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ah, simulasi itu mestinya bisa lebih bermanfaat, dari sekedar mengatasi rasa takut atau membangun keyakinan diri bahwa apapun bisa” demikian komentar suara dalam diri saya saat melihat teman trainer di Malaysia melakukan simulasi mematahkan pensil ke teman trainer lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, terlalu sederhana simulasi kekuatan pikiran manusia hanya dengan mematahkan sepotong pensil kayu yang tentu pastilah sangat rapuh, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jujur ingin saya sampaikan bahwa mematahkan pensil dengan satu jari telunjuk, sungguh sangatlah menarik. Hanya bagaimana memanfaatkannya tidak hanya sekedar motivasi yang bisa bersifat sementara, tapi bagaimana memanfaatkan lebih dari itu? Pasti ada manfaat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Bertanya pada Unconsious yang sangat kreatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan saya jika ingin mencari suatu ide baru, saya selalu minta bantuan Unconscious saya untuk mencari ide baru. Sejak SMP saya sering menggunakan kalimat kurang lebih seperti berikut:  Krishna, berikan ide baru atau manfaat lain dari simulasi tersebut?” Setelah itu, let go and let God!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyebut Unconscious saya dengan nama:  Si Krishna, nanti saya bagikan pengalaman bagaimana saya berkomunikasi dengan Unsconicious saya, sederhana dan mudah sekali, kok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatlah ide berikut ini, lalu saya mulai ber-eksperimen dalam berbagai kesempatan. Mungkin setelah 3-4 tahun, sudah ribuan peserta yang saya uji untuk melakukan terapi sederhana dan cukup” bermanfaat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Berikut ini tekniknya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Terapi ini harus dilakukan berdua. AA sebagai Terapis dan BB sebagai Klien. Lalu berganti peran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pertama, AA dengan menggunakan kedua belah telapak tangan, genggam erat di kedua sisi ujung pensil kayu dengan posisi telapak tangan menghadap keatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. AA atur posisi genggaman di kedua ujung pensil, agar ada tempat yang cukup leluasa bagi BB untuk memukul pensil tersebut. Jarak yang lebar ini membuat pensil lebih mudah dipatahkan, karena tujuan kita adalah terapi bukan melatih kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Setelah AA siap, sekarang AA membantu BB untuk proses men-download” memory lama yang perasaannya mau dibuang, caranya sebagai berikut dan tentu saja bisa Anda rubah sesuai kebutuhan dan situasi si BB:&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;1. AA memandu BB dengan suara yang pelan saja, katakan: Pikirkan sebuah pengalaman yang mungkin pernah membuat Anda kecewa, sedih, marah, sakit hati (dan sebagainya), dihina orang, disepelekan orang, direndahkan orang atau pengalaman lainnya yang membuat perasaan Anda kacau balau.. (boleh diganti yang lain, lebih spesifik, tentu lebih baik)&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;2. Setelah kira-kira memory tersebut ter-download, AA dapat melanjutkan panduannya dengan:  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Sekarang, rasakan kembali perasaan yang tidak nyaman itu, rasakan, rasakan. Gandakan perasaan tersebut.., keluarkan, lepaskan, keluarkan, lepaskan &lt;/span&gt;(boleh diulang-ulang, sampai terlihat cukup emosional)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lalu, keluarkan atau pindahkan emosi negatif” dari memory lama tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. AA bantu BB mengepalkan tangan kanannya dengan posisi telunjuk jari menunjuk. Karena BB akan mematahkan pensil kayu tadi hanya dengan satu jari telunjuk kanan (kalo kidal ya jari telunjuk kiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. AA meng-kalibrasi bahasa tubuh si BB, jika AA merasa perasaan yang tidak nyaman tersebut sudah muncul, lanjutkan dengan:  Sekarang, pindahkan, pindahkan seluruh dan pindahkan seluruh, seluruuuh perasaan yang tidak nyaman yang saat ini ada dalam diri Anda, ke ujung jari kanan Anda. Pindahkan semuanya. Anda boleh mengatakan kalimat ini dengan suara lembut perlahan, atau sangat keras, ikuti saja feeling Anda.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;3. AA boleh mengganti kalimat diatas dengan ide lain atau menambahkan kalimat lain, misalnya:  Anda bisa memindahkan seluruh perasaan tidak nyaman dalam diri Anda ke ujung jari telunjuk kanan Anda, saat Anda membuang nafas yang panjaaang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sekarang bagian pelepasan emosi. Setelah AA merasa bahwa si BB sudah sangat atau cukup emosional, minta BB untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengepal tangan kanan sekeras mungkin, dengan posisi jari telunjuk kanan tetap menjulur ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lalu, mengangkat tangan kanan setinggi mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pandu BB dengan kalimat (pilih yang dirasa pas):&lt;br /&gt;              1. Satuuu!!! Duaaa!!! Tigaaa!!!&lt;br /&gt;              2. Siaaap!!! Hajaaar!!!&lt;br /&gt;              3. BISAAA!!! BISAAA!!! GOOO!!!&lt;br /&gt;              4. Tarik nafas, tahaaan, GOOO!!!&lt;br /&gt;              5. Atau kalimat semangat lainnya&lt;br /&gt;              6. Atau ajak BB untuk teriak sama-sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. BB dengan emosional memukul pensil kayu yang digenggam oleh AA, sekuat mungkin dan patahlah (semoga sih he..he..) si pensil kayu. Beban emosi negatif yang tersimpan selama inipun, ikut patah dan sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. AA memandu BB untuk tarik nafas yang dalam dan dilanjutkan dengan rasa syukur atau rasa ikhlas, seperti: Ikhlaaas, ikhlaaas dan ikhlaaas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Manfaat lain dari simulasi ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tentulah motivasi atau keyakinan diri bahwa kita bisa melakukan apapun jika kita percaya atau yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melatih kekuatan imajinasi, jika kita membayangkan bahwa pensil itu tidak ada, atau membayangkan pensil tersebut sangat rapuh dan jari telunjuk tangan kita adalah besi baja, atau ide lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengalahkan rasa takut, walau masih ada hal lain yang harus digali lebih dalam untuk mengatasi sumber rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Beberapa pengalaman, saya mendapatkan bahwa kasus trauma yang menimbulkan perasaan emosi negatif yang berlebihan, dapat sembuh dengan baik. Namun, apakah teknik terapi ini bisa pas untuk trauma apapun, tentu masih memerlukan kajian lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Harapan saya untuk pembaca;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga teknik terapi yang sederhana ini, dapat berguna untuk siapa saja yang membaca artikel ini. Setelah itu tolong (banget) bagikan teknik ini ke siapapun yang (mungkin) memerlukan, agar makin banyak orang yang bisa melepaskan emosi negatif yang sering kali ngumpet” dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga main banyak pula orang yang makin tenang, makin damai dan (semoga) makin bahagia dalam mengarungi lautan kehidupan ini, yang kadang memang tidaklah pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketenangan Menciptakan Kemenangan…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Krishnamurti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;http://www.maximart.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-6636453351430786544?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/6636453351430786544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=6636453351430786544' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/6636453351430786544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/6636453351430786544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/03/tip-praktis-nlp33-patahkan-pensil.html' title='Tip Praktis NLP#33: Patahkan Pensil Terapi Membuang Emosi Negatif.'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SciyRZVqilI/AAAAAAAAAfE/EFlgfO-Xq_0/s72-c/Pensil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-8687425593746574939</id><published>2009-02-27T00:56:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T01:02:09.043-08:00</updated><title type='text'>Apa Yang Anda pikirkan Itulah Yang Akan Anda Dapatkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Saer1bCzcpI/AAAAAAAAAe8/pIo7Yfl3vLE/s1600-h/Pikirankan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Saer1bCzcpI/AAAAAAAAAe8/pIo7Yfl3vLE/s200/Pikirankan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307399620160352914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa Yang Anda pikirkan Itulah Yang Akan Anda Dapatkan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;By: Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda pikirkan itulah yang Anda dapatkan. Tuhan YME menciptakan manusia memiliki dengan kemampuan untuk berpikir. Dari pikiran manusia menuju dunia berkembang dari peradaban awal manusia menjadi super modern. Segala kreasi manusia berasal dari kemampuan untuk mau berfkir. Kekuatan pikiran seringkali kita lupakan. Apabila kita berfikir kita telah kalah maka kita akan kalah sebelum melakukan sesuatu, terkadang kita berfikier tidak mampu maka hal itu yang membuat kita jadi lemah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Jadi Pemenang kita harus berfikir kita bisa, tapi kita tidak akan menjadi pemenang manakala kita berfikir kita kalah. Bila kita berpikir bahwa kita benar-benar kalah maka kekalahan akan segera menghampiri kita. Semua kesuksesan adalah wujud dari kemampuan orang mewujudkan sebuah ilustrai fikiran tentang keinginanya untuk menjadi sukses. Kesuksesan adalah kemampuan anda untuk dapat menterjemahkan keinginan fikiran pada satu tujuan yang anda tuju atau inginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati dengan pikiran anda biasanya orang sukses berpikir. Seperti yang telah saya paparkan kesuksesan selalu berfkir peluang dan kesempatan, ketika kita ingin sukses kita harus segera merubah fikiran kita menjadi lebih optimis, selalu berfikir peluang dan jangan lupa menginterpretasikan apa yang ada dari mimpi dan fikiranya menjadi kenyataan. Orang yang ingin sukses atau pun yang sukses tidak lepas dari kemauanya untuk belajar dan mencari ilmu yang lebih baik. Satu hal biasanya orang sukses meratapi ingatan tentang kegagalan setelah dia mengevaluasi apa kesalahan dan manfaat dari kegagalan yang didapatnya, serta focus bagaimana mewujukan mimpinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang anda harus ingat untuk menjadi sukses adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;1. Saya bisa merubah Nasib saya, asal Mau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita hanya mengisi waktu kita dengan datangnya suatu keajaiban, maka kita hanya membuang sisi kreatif dari kita, kita juga membuang kesempatan kita untuk menjadi sukses, terkadang orang sukses berfikir keajaiban harus diperjuangkan, berpangku tangan menunggu keajaiban adalah sesuatu yang sia-sia atau nihil. Maka untuk menggapai suksesi bergerak, lakukan sesuatu, susun rencana atau strategy untuk menggapainya, maka bergerak dan bertindak. Ingat Nasib anda berada ditangan anda sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;2. Saya bisa mewujudkan itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda mempunyai mimpi menjadi Manager, Direktur, Pengusaha, atau berhasil menyelesaikan Tugas akhir, mendapat pasangan, maka anda sudah memulai sebuah langkah awal menuju sukses, tapi itu hanya sebuah langkah awal, langkah selanjutnya adalah Segera bergerak, mewujudkanya. Sesorang yang tidak punya mimpi atau keinginan maka anda tidak tahu langkah apa yang diambil, maka anda hanya berpangku tangan, maka berfikirlah meliki impian, dan berkatalah “saya bisa mewujudkan apa yang saya mau”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;3. Lakukan dengan Maksimal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini kita selalu dinilai, entah oleh atasan, lingkungan, ataupun oleh tuhan. Anda harus terbiasa melakukan pekerjaan dengan yang terbaik, ingat seorang staff yang bekerja maksimal akan mendapat promosi lebih cepat, atau seorang yang berusaha maksimal mendapat pasangan hidup akan memperoleh lebih cepat atau pun lebih baik. Anda juga akan senang jika sesorang bekerja atau menunjukan sesuatu maksimal untuk meyakinkan anda bukan, nah seperti itu pula anda harus bersikap atau berusha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;4. Berpengalaman gagal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pasti anda akan tertawa membaca hal diatas, berpengalaman gagal? Orang sukses adalah orang yang tahu bagaimana gagarl. Tetapi orang sukses akan belajar dari kegagalan yang pernah didapatinya Perbedaan antara orang yang sukses dan orang yang gagal adalah dari bagaimana mereka menghadapi kegagalan yang dialami.orang sukses memiliki pengalaman dari gagalan yang diperolehnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;5. Anda orang yang tepat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita merasa pekerjaan atau suatu hal tidak cocok dengan apa latar belakang anda, kerena merasa anda bukanlah orang yang tepat untuk suatu pekerjaan, suatu jalinan asmara, maka anda akan bertindak tidak maksimal, semaunya. Tapi orang yang sukses akan berusaha mencocokan apapun yang anda lakukan, melihat hal tersebut sebagi kesempatan, menjadi professional di bidang yang anda geluti. Keberhasilan melakukan tugas yang dibebankan kepadanya dengan sebaik-baiknya tanpa peduli di mana mereka berada. Orang sukses adalah orang yang tepat untuk segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;6. Semua orang itu penting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda ingin di anggap penting, begitu pula orang lain ingin pula dianggap penting. Tahukah anda betapa berharganya tukang penjual minuman ketika anda haus? Ataupun begitu berharganya seorang rekan kerja ketika pekerjaan kantor anda menumpuk. Atau betapa berharganya pasangan anda ketika anda membutuhkanya. Satu hal yang perlu anda ingat sukses itu memerlukan bantuan banyak orang, karena kembali ke dasar manusia adalah mahluk social yang membutuhkan bantuan orang lain. Maka anda perlu menjalin hubungan baik dengan orang sekitar. Bersikaplah sopan dan ramah terhadap orang-orang di sekeliling Anda. Soalnya, kita tidak pernah tahu, sikap baik itu mungkin memegang peranan penting bagi masa depan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;7. Persahabatan atau Koneksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sukes selalu memiliki sahabat yang banyak, koneksi yang kuat bergaul dengan siapa saja. Anda perlu bersikap terbuka untuk mengembangkan hubungan professional, hubungan sosial. Ajak dan undang rekan sekerja untuk makan siang di luar. Atau berinteraksi dengan teman lama anda, dengan Milist, atau apapun yang membuka jaringan luas untuk hidup anda. dengan mempunyai jaringan yang luas kesempatan sukses akan semakin besar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;8. Perlihatkan kemampuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Percaya atau tidak di dalam diri anda itu terdapat segudang kemampuan dan bakat, orang yang sukses adalah orang yang mampu menunjukan kemampuan yang dimilikinya memaksimalkan bakat yang dimilikinya. Jangan malu untuk menunjukan kemampuan dan bakat anda. Seorang yang sukes mengerti cara memperlihatkan keberhasilan mereka tanpa terkesan sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;9. Peluang itu di ciptakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya mau, tapi belum ada peluang, itulah kalimat yang sering keluar dari orang-orang yang kurang bisa melihat atau menciptkan peluang. Orang sukses adalah orang yang mampu melihat atau menciptakan peluang, orang sukses selalu mencari kesempatan untuk maju dan berkembang. Pasang mata, buka telinga, dan buka wawasan untuk tantangan dan kesempatan baru. Anda tidak pernah tahu, kapan akan mendapatkan ses&lt;br /&gt;suatu yang dapat mengubah hidup Anda menjadi lebih cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;10. Selalu berdoa dan percaya Tuhan YME&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sukses adalah orang yang percaya dan selalu berdoa kepada Tuhan YME, ingat di dalam doa orang akan menuangkan semua harapan yang ingin dikabulkan, maka orang yang sukes akan menanamkan keinginan dalam setiap doanya. Dan ingat ada factor X yang harus anda ingat, terkadang kita sudah berusaha maksimal tetapi kita masih saja gagal, maka Tuhan adalah factor penentu kesuksesan anda. Usaha dan Doa adalah sebuah factor kesuksesan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah 10 hal tersebut untuk mewujukan kesuksean anda, dengan komitmen anda untuk menjadi sukses, maka anda sedang bergerak mendekati kesuksesan yang anda inginkan. Jangan lupa kesuksesan akan dating hari ini bukan esok, atau lusa, maka lakukan segala sesuatu mulai hari ini. Dan yakinlah kesuksesan akan dating hari ini, Sebuah keyakinan kan membuat anda menjadi mampu melakukan hal yang tidak mungkin. Perkuat tekad lakukan saat ini lakukan langkah awal anda hari untuk menggapai tujuan sukse anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi anda adalah apa yang anda pkirkan, tapi jangan hanya terus berfikir wujukan segala yang ada didalam fikiran anda. ayo segera gapai sukses dalam hidup. Membuat suatu pemikiran adalah satu langkah awal Menggapai mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;"Mimpikan.. FIkirkan.. dan Lakukan... itulah kunci menggapai sukses".&lt;/span&gt; (EA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;081310004288&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-8687425593746574939?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/8687425593746574939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=8687425593746574939' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/8687425593746574939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/8687425593746574939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/02/apa-yang-anda-pikirkan-itulah-yang-akan.html' title='Apa Yang Anda pikirkan Itulah Yang Akan Anda Dapatkan'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/Saer1bCzcpI/AAAAAAAAAe8/pIo7Yfl3vLE/s72-c/Pikirankan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-4864208844057396698</id><published>2009-02-23T19:56:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T20:13:55.802-08:00</updated><title type='text'>The power of No!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SaNzt5uVasI/AAAAAAAAAe0/0JVqdSe-qqI/s1600-h/Tidak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 172px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SaNzt5uVasI/AAAAAAAAAe0/0JVqdSe-qqI/s200/Tidak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306212018399046338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pembaca, saya ingin share kepada Anda soal kekuatan dari mengatakan TIDAK dalam hidup kita. Bukankah kita lebih banyak diajar untuk mengatakan YA kepada orang lain serta tidak menolak orang lain, sejak kita masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, adakah sisi positif dari mengatakan TIDAK dalam hidup kita. Tentu! Dan saya berikan contoh kasusnya. Saya teringat saat saya memutuskan untuk mengambil ilmu psikologi sebagai dasar basis ilmu saya, saat kuliah. Sanak saudara saya mengatakan "Jangan deh. Apa sih yang bisa diharapkan dari ilmu psikologi". Saya mengatakan TIDAK kepada mereka. Dan saya sangat gembira karena bisa teguh pada keputusan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ilmu psikologi menjadi fundamental yang bagus bagi saya dalam menulis, memberikan training serta menjadi seorang pembicara. Begitu juga, saat memulai karir sebagai trainer. Saya keluar dari perusahaan dan meninggalkan karir yang begitu menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjadi freelance trainer, berbagai perusahaan dan eksekutif search mencari saya dengan berbagai paket yang menggiurkan. Tapi, saya senang bisa berkata TIDAK pada tawaran mereka sehingga saya bisa berfokus untuk mewujudkan impian saya, dalam usia yang relatif muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, memang betul sejak kecil kita dibiasakan untuk mengatakan YA, tidak boleh mengecewakan orang lain, membuat orang lain senang dengan setuju ataupun memberikan peng-YA-an kepada mereka. Tetapi, ujung-ujungnya banyak cita-cita dan mimpi yang akhirnya terkorbankan karena kita tidak mampu berkata TIDAK. Percayalah, untuk bisa sukses kadang kita harus bisa belajar mengatakan TIDAK pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Sikap negatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mengatakan TIDAK kepada orang yang bersikap negatif terhadap ide dan mimpi Anda. Saya seringkali mengingatkan bahwa ‘opini adalah komoditas yang paling murah’. Saat Anda memberikan ide Anda, biasanya Anda harus siap menerima berbagai komentar, termasuk segala komentar yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, lihatlah baik-baik dan lihat kredibilitas orang yang mengatakan. Jika perlu, jangan membiarkan mereka mencuri mimpi Anda hanya karena sebuah kata TIDAK yang mereka ucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penulis buku Chicken Soup for the Soul berisi kumpulan artikel inspirasi terkenal sempat dibilang TIDAK oleh penerbit. Tetapi, karena mereka tidak mau terpengaruh akhirnya buku tersebut hingga sekarang menjadi buku yang begitu banyak menyentuh orang. Jadi, jika ada orang yang bermaksud negatif dan mengatakan tidak kepada mimpi yang Anda yakini, katakan saja, TERIMA KASIH dan teruslah berjuang untuk mimpimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengatakan TIDAK kepada aktivitas yang mengacaukan Anda dari kegiatan yang produktif dan bermanfaat. Adalah sangat umum, godaan untuk istirahat dan bersenang-senang memboroskan waktu dengan tidak produktif. Terkadang ada pula godaan untuk chit-chat, godaan untuk ngobrol yang tidak produktif ataupun acara-acara popular yang berlebih-an, yang akhirnya banyak menghabiskan waktu Anda yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, agar hidup Anda menjadi lebih berbuah, maka Anda harus berani mengatakan TIDAK kepada mereka yang ingin mencuri waktu Anda. Ingatlah selalu, ‘kalau Anda tidak mulai belajar mengendalikan waktu Anda maka orang lainlah yang mulai akan mengendalikan waktu Anda’. Take control of your own time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mengatakan TIDAK kepada tawaran-tawaran yang tampaknya menggiurkan tetapi mengacaukan Anda dari cita-cita Anda. Memang, musuh dari sesuatu yang baik adalah sesuatu yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang, ada hal-hal yang kelihatannya berguna dan bermanfaat, tetapi kalau ki-ta perhatikan baik-baik, maka hal tersebut sebenarnya tidaklah membawa kita lebih dekat dengan cita-cita kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya salut dengan seorang rekan saya yang membaktikan hidupnya untuk melayani kehidupan rohani para mahasiswa. Saya tahu bahwa ia pun mungkin membutuhkan dana untuk kehidupan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saat ada undangan untuk berbicara di kota lain. Ternyata ia menolak dengan mengatakan dengan sopan, "Iya saya memang membutuhkan dana tetapi saya sudah memutuskan menghabiskan minggu ini untuk memberikan konseling pada para mahasiswa dampingan saya. Terpaksa saya katakan TIDAK karena saya sudah punya komitmen waktu dalam minggu ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, mengatakan TIDAK kepada berbagai godaan yang justru menjatuhkan Anda dari sisi martabat dan moral Anda. Dikatakan bahwa seringkali HARTA, TAHTA dan WANITA banyak menjadi godaan yang menjatuhkan. Kisah yang terjadi sejak penciptaan manusia pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sering godaan ini akan bagus jika sejak awal kita tidak menerimanya. Misalkan pernah tawaran mendapatkan proyek tertentu tetapi harus dengan menyediakan wanita ataupun sejumlah uang suap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya sekali kita terbiasa dengan proses kerja seperti ini, maka kitapun akan jadi keterusan menjalankan bisnis dengan cara seperti itu. Dalam situasi seperti ini, maka akan menjadi sulit bagi kita untuk mengajarkan nilai-nilai yang positif dan baik kepada bawahan maupun anak-anak kita, kalau kita sendiri tidak punya integritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aya masih ingat, betapa kagetnya saya saat seorang aktivis yang dulunya dikenal jujur akhirnya terbukti korupsi dan masuk penjara. Ternyata segala sesuatu dimulai dari ‘menerima’ dan terlalu toleran dengan hal yang kecil. Ketidakmampuan mengatakan TIDAK akhirnya menjeratnya ke penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, mengatakan TIDAK kepada orang yang mengatakan TIDAK kepada Anda. Dalam hidup kadang-kadang kita harus persisten. Inilah maksud dari keberanian mengatakan TIDAK ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat dengan cerita lucu tentang seorang direktur yang mengatakan bahwa dia telah menolak lima kali seorang sales yang melamar lewat sekretarisnya untuk jadi sales di tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si sales ini dengan tersenyum hanya berkata, "Saya orang yang lima kali ditolak itu!". Tetapi, akhirnya justru dialah yang diterima jadi sales. Pembaca, kadang kita pun harus berani bilang TIDAK kepada orang yang berkata TIDAK kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: The power of No! oleh Anthony Dio Martin, Director HR Excellency&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;081310004288&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: resensi.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-4864208844057396698?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/4864208844057396698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=4864208844057396698' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/4864208844057396698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/4864208844057396698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/02/power-of-no.html' title='The power of No!'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SaNzt5uVasI/AAAAAAAAAe0/0JVqdSe-qqI/s72-c/Tidak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-7816666104525685615</id><published>2009-02-20T00:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T01:00:56.123-08:00</updated><title type='text'>Kiat aman bagi karyawan yg ingin berwirausaha</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SZ5xBCGmmiI/AAAAAAAAAek/FtatCKWjCo8/s1600-h/office.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 126px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SZ5xBCGmmiI/AAAAAAAAAek/FtatCKWjCo8/s200/office.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304801673647397410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bahwa profesi pengusaha (entrepreneur) menjanjikan peluang peningkatan penghasilan yang berlipat? Yes, karena itulah banyak diantara kita ingin jadi entrepreneur sukses. Bahwa profesi pengusaha memungkinkan kita bebas finansial di hari tua karena tabungan cukup sehingga kita bisa pensiun lebih tenang dan fokus untuk misi hidup yang lain? Betul demikian dan sudah banyak yang membuktikan. Hanya saja memang tak mudah menjadi entrepreneur sukses, terbukti banyak pula yang gagal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tak sedikit orang yang masuk ke dunia wirausaha dengan terburu-buru dan emosi. Tanpa pikir panjang dan pertimbangan matang ia langsung tinggalkan pekerjaan sebelumnya yang notabene merupakan andalan mata pencaharian keluarga. Angan-angannya langsung melambung, membumbung, dan membayangkan hidup serba-enak bila menjadi pengusaha sukses dengan penghasilan berlipat. Ia lupa bahwa berwirausaha juga punya resiko, resiko gagal dan bangkrut. Ia lupa merencanakan bagaimana seandainya ia gagal memulai. Harus diakui, banyak sekali orang bertindak semacam ini, yang akhirnya bukannya makin bersemangat berwirausaha namun justru menjadi antipati alias benci dan menyesal kenapa melangkah jadi entrepreneur. Bahkan kadang jadi menyalahkan orang lain. Apalagi kalau yang hingga cerai dengan istri atau dibenci sanak keluarga. Cara pandang dan cara memulai entrepreneur 'yang asal berani' seperti ini tentu saja kurang elegan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu ada beberapa alternatif cara aman masuk menjadi entrepreneur sesuai yang saya tahu dari relasi-relasi saya pengusaha yang sudah terbukti sukses. Kalau kita ingin mandiri berwirausaha alias menjadi entrepreneur, kita tidak harus langsung cabut dari profesi lama kita. Tidak perlu grusa-grusu. Kita harus dengan dingin membedakan antara berani dan nekad. Apalagi kalau yang sudah punya tanggungan keluarga, kita juga harus menimbang ada sekian jiwa yang ikut dalam gerbong kita sehingga kalau kita salah kemudi mereka juga bisa kejeblos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Berikut ini beberapa informasi cara yang lebih aman untuk pindah ke kuadran entrepreneur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama; kita bisa memulai berwirausaha dengan melakukan penyertaan saham (setor modal) di bisnis teman kita sembari kita tetap kerja dulu di perusahaan lama kita. Jadi kita setor modal ke kawan yang punya bisnis bagus, dan nantinya kita mendapat bagi hasil dari keuntungan. Dari sini kita juga sekalian mulai belajar bagaimana mengelola usaha. Pelan-pelan kita mulai aktif terjun di dalamnya dan membantu dan kerja bareng dengan si teman itu. Kalau skala usaha joinan dengan teman itu bagus dan penghasilan dari bagi hasil sudah bisa menutup kebutuhan hidup kita dan keluarga, barulah kita putuskan keluar. Jadi ketika kita keluar dari perusahaan lama tidak kaget karena tetap ada penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jurus menginjak dua kapal. Artinya, kita masih sebagai karyawan di sebuah perushaaan mapan, namun di waktu yang sama juga merintis usaha alias menjalankan usaha milik sendiri. Cara ini dimungkinkan bagi mereka-mereka yang punya cukup waktu luang sehingga bisa nyambi. Sebenarnya cara ini sekarang lebih dimungkinkan karena adanya HP dan telpon yang memudahkan koordinasi. Jadi, sementara kita di kantor, kita bisa sembari mengendalikan bisnis sendiri dari jarak jauh. Hingga skala tertentu nyambi ini sangat dimungkinkan, namun kalau bisnisnya mulai membesar kita pasti harus cabut. Strategi menginjak dua kapal ini merupakan pilihan aman dan realistik. Jadi sementara satu kaki kita masih ada di kapal milik perusahaan lain, satu kaki kita melakukan test market untuk membangun bisnis (kapal) sendiri. Cara ini juga paling umum dijalankan oleh para perintis usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kalau anda tidak mau joinan dengan orang lain dan tidak bisa berdiri di dua kapal, kita bisa berdayakan pasangan kita (istri/suami). Jadi, sementara kita masih kerja di perusahaan lama, pasangan kita (istri atau suami) yang mengurusi bisnis sendiri untuk masa-masa perintisan. Artinya sekoci pendapatan keluarga masih ada yang bisa diandalkan, baik buat beli beras atau susu anak-anak. Kalau usaha sendiri ini sudah jalan, silahkan saja keluar dari kerja di perusahaan orang lain itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal tip ketiga ini saya juga punya contoh kasus riel. Ada pengusaha sukses kawan baik saya, Pak Budiyanto Darmasatono yang beliau pengusaha kurir ekspress yang sudah kaeryawan 2.700 orang padahal waktu awal-awal di jakarta selulus D3 UGM juga gelantungan naik bis kota. Waktu beliau memulai usaha, dia tidak langsung keluar dari pekerjaan lamanya sebagai supervisor di Dinners Club, namun istrinya dulu yang menjalan usaha. Soal ide dan konsep-konsep bisnisnya tetap Pak Budiyanto yang memotori dan istrinya yang melakukan eksekusi. Kalau ada meeting2 yang penting, beliau juga cuti dari kantornya dan ikut istri melakukan presentasi ke calon klien. Jadi dia tidak gegabah langsung cabut dari kerjaan kantor lamanya. Nah, ketika usahanya sudah berjalan baik dan pendapatannya sudah mulai bisa diandalkan, barulah ia keluar secara baik-baik dari perusahaan lamanya, berpamitan dengan sopan untuk usaha sendiri. Kini bisnis sendiri yg ia komandani sudah punya 2.700 karyawan dengan kantor operasional sudah ada di semua propinsi di Indonesia. Yang pasti, tip ketiga ini tentu saja berlaku untuk yang ketika akan mulai mandiri berwirausaha sudah berkeluarga, kalau yang masih single, tentu saja pasangan Anda bisa kakak atau Adik anda. Ini juga cara sukses dan aman untuk masuk ke kuadran entrepreneur namun tidak mengganggu keamanan sumber penghasilan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, kalau Anda sudah ngebet sekali untuk menjadi entrepreneur dan yakin bakal sukses serta merasa tak perlu pakai ban serep seperti itu, setidaknya Anda tetap bisa melakukan pengamanan lain, yakni dana pendidikan anak. Bagaimanapun kita capek-capek kan utamanya untuk anak. Cara ini juga dilakukan salah satu pengusaha kawan saya, Pak Harijanto, pengusaha sepatu produsen Nike dan Piero yang punya karyawan 9.000 orang. Ketika beliau akan menjadi entrepreneur dengan membeli saham perusahaan dimana beliau bekerja, beliau juga mempertaruhkan masa depannya: bisa sangat sukses namun juga bisa menjadi miskin kalau gagal. Nah, untuk mengamankan proses untuk menjadi entrepreneur ini, beliau dan istri mufakat: diputuskan maju menjadi entrepreneur dengan membeli perusahaaan dimana beliau bekerja namun sebelumnya tabungan pendidikan untuk anak tidak boleh diotak-atik. Tabungan anak harus tetap ada dan disendirikan. Jadi katakanlah proses menjadi entrepreneur itu gagal, dana pendidikan anak2 tetap aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi itu beberapa kiat aman pindah ke kuadran entrepreneur. Semoga dengan cara itu proses transisi menjadi pengusaha sukses menjadi melegakan semua pihak, tidak ada penyesalan-penyesalan. Silahkan kawan2 yang ingin memulai usaha memilih jalan yang terbaik. Kawan-kawan semua bisa meyimak lebih dalam tentang kiat-kiat menjadi entrepreneur ini (termasuk kisah Pak Budianto Darmastono dan Pak Harijanto) di buku terbitan Gramedia, "10 PENGUSAHA YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI 0" disusun Sudarmadi yang baru saja dicetak ulang. Di buku itu kawan2 bisa belajar dari 10 pengusaha sukses yang benar2 berangkat dari bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga informasi ini bermanfaat dan saya ikut berdoa semoga sukses buat kawan2 semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;081310004288&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: darmaactivation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-7816666104525685615?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/7816666104525685615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=7816666104525685615' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/7816666104525685615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/7816666104525685615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/02/kiat-aman-bagi-karyawan-yg-ingin.html' title='Kiat aman bagi karyawan yg ingin berwirausaha'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SZ5xBCGmmiI/AAAAAAAAAek/FtatCKWjCo8/s72-c/office.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-5651408005548376351</id><published>2009-02-19T18:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T18:47:37.807-08:00</updated><title type='text'>Be The Best</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SZ4ZNn2CvYI/AAAAAAAAAec/r7WH6j6iidA/s1600-h/anak+sd.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SZ4ZNn2CvYI/AAAAAAAAAec/r7WH6j6iidA/s200/anak+sd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304705132913671554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di dalam masyarakat terutama di negara berkembang, banyak sekali masyarakatnya yang terjangkit penyakit mitos-mitos yang menyesatkan. Di antara mitos itu adalah: mitos pendidikan, ’saya tidak bisa sukses karena pendidikan saya rendah’. Mitos nasib, ‘biar berjuang bagaimanapun, saya tidak mungkin sukses karena nasib saya memang sudah begini dari sononya’. Mitos kesehatan, merasa diri tidak kuat secara fisik. Mitos usia, ‘ini pekerjaan untuk anak muda, saya terlalu tua untuk pekerjaan ini’. Mitos gender, ‘jelas aja bisa, dia kan perempuan sayakan pria’ atau sebaliknya. Mitos shio, ‘dia shio macan memang bisa sukses, saya kan shio babi’ dan lain sebagainya. Dan penyakit mitos-mitos lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mitos-mitos itu telah dijadikan pedoman hidup, maka nasib kita akan sulit berubah. Sikap mental negatif seperti di atas, jelas merupakan pengertian yang salah. Apalagi jika sudah masuk ke alam bawah sadar kita, maka akan membawa dampak sangat negatif dalam kehidupan kita secara menyeluruh. Membuat kita kalah dan gagal sebelum berjuang!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memasuki dunia bisnis, ada dua mitos yang berpengaruh paling besar, yaitu masalah modal dan pendidikan. Saya justru tidak memiliki keduanya saat memulai usaha dulu. Yang saya miliki hanyalah ide membuat kartu kata-kata mutiara dan keberanian untuk mencoba. Saya memiliki kemampuan kungfu, dan potensi diri itulah yang saya manfaatkan. Saya mengajar kungfu secara privat untuk mendapatkan modal awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya berangkat tanpa modal, tanpa uang, tanpa pendidikan formal yang memadai, tapi mana yang mendahului usaha saya? Ide! Dan keyakinan bahwa saya bisa sukses, saya berhak untuk sukses! Dengan pemahaman itu, muncul keberanian untuk mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penolakan-penolakan dan melalui proses perjuangan yang luar biasa ulet, ulet, dan ulet, usaha itu baru bisa berkembang baik. Kegagalan dan penolakan adalah konsekuensi dari setiap keputusan yang kita ambil. Kita hanya punya dua pilihan, berhasil atau gagal. Kuncinya dalah action dan mental yang positif. Sebab kedua pilihan itu bisa jadi ‘benar’ karena di balik setiap kegagalan terdapat proses pendidikan, sebuah pelajaran untuk kita berbuat dan bertindak lebih bijak di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata-kata mutiara yang sering saya ucapkan: "Harga sebuah kegagalan dan kesuksesan bukan dinilai dari hasil akhir, tetapi dari proses perjuangannya". Jika itu disadari oleh semua orang, maka tidak ada lagi yang namanya larut dalam frustasi, kecewa, depresi, apatis, kehilangan motivasi, apalagi putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;TETAP MENJADI YANG TERBAIK.&lt;/span&gt; Memang bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Perlu motivasi yang kuat, komitmen pada tujuan, serta melewati proses latihan dalam praktek kehidupan yang nyata. Sebagai manusia yang mengerti, menyadari, dan dapat berpikir jernih, maka kita harus bisa dan berani menentukan sikap dengan segenap tenaga, waktu, dan pikiran untuk tetap mengembangkan diri semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu untuk memelihara motivasi diri bisa dipelajari oleh siapa pun. Salah satu latihan yang paling mudah untuk menguatkan diri sendiri adalah melakukan self talk. Kita gali potensi-potensi positif dalam diri kita dengan melakkukan dialog dengan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinkan bahwa diri kita memiliki kemapuan untuk sukses. Jika orang lain bisa sukses, kita pun mempunyai hak untuk sukses sama seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan kepada Tuhan, serta doa dan praktek dalam kehidupan ini merupakan upaya yang mampu memberikan kekuatan motivasi diri yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap mental lain yan perlu kita pelihara adalah menyadari bahwa sukses yang kita raih bukan hanya sekedar mengandalkan diri sendiri, selalu ada andil orang lain di dalamnya. Rendah hati adalah kata kuncinya, tetapi sebaliknya, tidak rendah diri pada saat mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian tidak hanya semakin dewasa dalam mengarungi kehidupan ini, yang pasti kualitas kehidupan kita akan semakin baik, semakin sukses, yang pada akhirnya akan bermanfaat pula bagi orang lain. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;PASTIKAN menjadi yang terbaik !!! BE THE BEST!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success is my right - sukses adalah hak saya&lt;br /&gt;Salam sukses luar biasa&lt;br /&gt;Andrie Wongso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;081310004288&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Resensi.net&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-5651408005548376351?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/5651408005548376351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=5651408005548376351' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/5651408005548376351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/5651408005548376351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/02/be-best.html' title='Be The Best'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SZ4ZNn2CvYI/AAAAAAAAAec/r7WH6j6iidA/s72-c/anak+sd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-850010054995870287</id><published>2009-02-17T20:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T20:55:51.922-08:00</updated><title type='text'>Berubahlah sebelum Mengubah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SZuUqBLx2fI/AAAAAAAAAeU/RlvK0D53aEs/s1600-h/Lari.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 138px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SZuUqBLx2fI/AAAAAAAAAeU/RlvK0D53aEs/s200/Lari.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303996435752147442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Waktu sangat singkat. Ini adalah satu fakta yang tidak dapat kita hindari; ini sudah takdir. Jika waktu kita pendek, maka kita tidak boleh menyia-nyiakannya sedikit pun. Menurut pengamatan saya, orang yang sukses dalam hidup adalah orang yang memaksimalkan setiap energi dari kehidupan ini. Mereka melakukannya dengan menggunakan aturan sesedarhana ini. Mereka memerhatikan apa yang dapat mereka kontrol dalam kehidupan ini dan membiarkan yang lainnya apa adanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang meminta bantuan Anda secara langsung, Anda dapat membantunya. Jika seluruh dunia meminta bantuan Anda, tak banyak yang dapat Anda lakukan. Menyiksa diri sangatlah kontraproduktif dan hanya membuang-buang waktu saja. Saya tidak mengatakan bahwa Anda tidak boleh peduli pada orang lain atau harus menghindari orang yang membutuhkan bantuan. Justru sebaliknya. Namun ada banyak tempat di mana Anda dapat berbuat banyak. Ada juga tempat di mana Anda tidak dapat berbuat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda menyia-nyiakan waktu dengan berusaha mengubah hal-hal yang tidak jelas berubah, kehidupan ini akan cepat berlalu dan Anda kehilangan semuanya. Jika sebaliknya Anda mendedikasikan dari pada hal-hal yang dapat Anda ubah, area-area di mana Anda dapat berbuat banyak, maka kehidupan ini akan lebih kaya dan bermakna. Semakin kaya kehidupan ini, semakin banyak waktu yang Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bersatu, kita memang mampu mengubah apa pun. Namun ini aturan untuk Anda - ini adalah pronsip pribadi Anda - dan karenanya ini tentang apa yang dapat Anda ubah. Jika Anda berada dalam posisi seorang Presiden atau Perdana Menteri, Anda mungkin mampu membuat kebijakan yang memengaruhi seluruh negeri. Jika Anda dalam posisi Paus, Anda mungkin mampu membuat surat pengesahan dari Paus. Jika Anda berada dalam posisi seorang jenderal, Anda mungkin mampu mencegah perang. Jika Anda berada dalam posisi seorang editor, maka nama Anda mungkin akan dicetak. Jika Anda berada dalam posisi seorang kepala pelayan, Anda mungkin dapat memperoleh meja terbaik. Dan seterusnya dan seterusnya. Jadi, dalam posisi apa Anda sekarang? Pengaruh apa yang Anda miliki, dan perubahan apa yang dapat Anda lakukan dengan pengaruh itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali posisi yang kita milki adalah sebagai diri sendiri. Pengaruh pasti yang kita miliki hanya untuk diri kita sendiri. Hal yang benar-benar dapat kita ubah hanyalah diri kita sendiri. Hebat. Sungguh merupakan sebuah kesempatan untuk berbuat sesuatu. Suatu kesempatan untuk melakukan perubahan. Mulailah dengan diri Anda sendiri dan biarkan perubahan itu menyebar pada orang lain. Dengan begitu, kita tidak harus membuang-buang waktu menyampaikan khotbah pada mereka yang tak mau mendengarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak harus membuang-buang nergi, usaha, atau sumber daya kita untuk hala-hal yang tidak dapat kita ubah dan yang tidak memiliki kepastian akan berhasil. Dengan mengubah diri kita sendiri, dapat memastikan sebuah hasil. Sebuah hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dkutip dari buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Rules of Life&lt;/span&gt; karangan Richard Templar, Aturan 16, terbitan ESENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;081310004288&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-850010054995870287?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/850010054995870287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=850010054995870287' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/850010054995870287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/850010054995870287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/02/berubahlah-sebelum-mengubah.html' title='Berubahlah sebelum Mengubah'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SZuUqBLx2fI/AAAAAAAAAeU/RlvK0D53aEs/s72-c/Lari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-3725462798164193339</id><published>2009-02-16T00:34:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T20:51:55.147-08:00</updated><title type='text'>TDA Ym Biz Conf Edisi Perdana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SZuS-cavSjI/AAAAAAAAAeM/enmTyvA2Xh0/s1600-h/YM.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SZuS-cavSjI/AAAAAAAAAeM/enmTyvA2Xh0/s200/YM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303994587636779570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Minggu, 2009 Februari 15&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;TDA Ym Biz Conf Edisi Perdana: Bagaimana Membangun Bisnis &amp;amp; Mempertahankannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema: &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Bagaimana Membangun Bisnis &amp;amp; Mempertahankannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi Kasus Manet Vision&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara Sumber: &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni Yuzirman, Founder TDA, Owner Manet Vision&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Q = Question&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;A = Answer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;O = Opninion&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Q :Dwi Wahyono:&lt;/span&gt; Ass wr.wb.... Pak Roni...mungkin bisa cerita..pergolakan batin saat "diusir" dari Tanah Abang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;A:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; Sebenarnya perasaan saya seperti mendapat blessing in disguise, di balik kesulitan pasti ada kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa wkt sebelumnya saya baca buku who moved my cheese. Udah pada baca? Ceritanya tentang 3 ekor tikus yang setiap hari makan keju. Lama kelamaan kejunya mulai tinggal sedikit dan basi. Intinya kalau keju itu udah mulai basi dan berkurang, kita harus pindah mencari sumber keju yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keju saya di tanah abang sudah mulai kering dan basi. Keju yang nikmat sempat saya nikmati dari 2001-2002. Awal 2003 mulai terasa basi. Saya ikut berbagai seminar, baca buku utk meningkatkan bisnis saya. Nggak begitu menolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya hubungi pak tung. Mulai dicoach pak tung maret 2003. Tapi mindset saya masih tertutup, belum terbuka, istilahnya saya sering ngeyel, membantah apa yang ditawarkannya, saya jawab: mana mungkin ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan di coach belum dapat hasil. Akhirnya saya mikir, saya udah bayar mahal2 kok nggak mau ngikutin ya. Akhirnya saya mulai open mind. Membuka kepala saya thd segala kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah saya aktif browsing, cari2 jawaban. Akhirnya ketemu gak sengaja, ebook berjudul instant cashflow. Isinya menarik sekali. Bikin saya gak bisa tidur memikirkannya. Idenya, kita di rumah aja, uang masuk sendiri ke rekening kita. Enak kan? Tapi saya membayangkan, mungkinkah ? Bisnis saya kan busana muslim, marketnya ibu2 ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, September 2003 saya kontak pak Iim, sahabat saya. 'Im, gue mau bikin website nih, tolong dibantu ya hostingnya'. Akhirnya 1 hari jadi. Saya bikin web site sendirian, pake publisher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hubungi paman di Riau utk lihat2. Paman itu kemudian memberitahukan teman2 kantornya. Mulai ada yg minat. Mulai ada yg beli. Saya kmd iklan di iklan baris.co.id. Mulai masuk pelanggan baru dari berbagai daerah. Bahkan kadang2 omset toko bisa kalah dari online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertepatan saat itu kios saya mau digusur. Saya sebenarnya sudah siap2. Bahkan berpikir seandainya kios ini kita kembalikan, dan uang sewanya kita pakai utk modal bisnis online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The power of thinking, terjadi lagi! Kami diusir dari tn abang! Jadi, sebenarnya bukan kisah sedih, malah saya bersyukur sudah diusir. Uang sisa sewanya bisa dipakai utk tambah modal kami mulai lagi dari garasi rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Hikmahnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. di balik kesulitan ada kemudahan&lt;br /&gt;2. kalau anda didzholimi, dan anda ikhlas dan sabar, tandanya sebentar lagi anda akan dapat rizki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's true.... Jangan lupa: doa orang tua, doa dari karyawan, mitra anda sangat mendukung kesuksesan anda. Walau pun kami hengkang dari Tn Abang, hubungan dgn mitra tetap baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama baik adalah segalanya. Karyawan saya kebanyakan anak yatim. Saya jadi agak spiritual nih. Saya bicara yang sebenarnya. Benteng dari bisnis kita bukanlah semata kepintaran kita, kelihaian kita berbisnis, bukan. Saya banyak terinspirasi dari Aa Gym&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;O :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;CakBukhin:&lt;/span&gt; Betul mas Roni, bisnis tidak hanya uang. Siapa seorang MasCakBukhin, baru 4 tahun di Jakarta. Baru 2 tahun membangun bisnis. Kalau tidak Allah yang maha 'welas' yang menolong, tidak jadi bisnis seperti sekarang. Perjumpaan dgn orang2 besar, juga komunitas ini gak lepas dari suratanNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; Satu lagi moment yang membuka pikiran saya waktu bertemu pak herman dari action international. Saya ceritakan masalah saya kondiri makro yang kurang mendukung, dsb. Dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Jawabnya:&lt;/span&gt; sebenarnya masalahnya bukan di situ, katanya sebenarnya masalah ada di anda sendiri&lt;br /&gt;anda kurang KNOWLEDGE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaget saya menerima vonis itu saya ini sarjana lho, sudah berhasil membuka 3 toko dalam 3 tahun gak terima saya dibilang kurang knowledge. Tapi, saya gak ada pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi sakit, pil sepahit apa pun harus ditelan... saya terima vonis itu saya mulai belajar lagi investasi di pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah tulis di blog selama ini yang saya pikir investasi adalah: sewa toko, isi, toko dll yang bersifat fisik sekarang saya balik saya mulai investasi utk isi kepala saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai open mind. Dari situ mulai muncul titik terang, tepatnya september 2003 pak iim sebagai saksinya satu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memberanikan berpikir melawan arus tepatnya berpikir thd segala yang gak mungkin. Mungkin saya mulai mengajukan pertanyaan yang menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Contohnya:&lt;/span&gt; Bagaimana caranya supaya uang mengejar kita? Bagaimana caranya supaya uang tetap masuk meskipun kita di rumah aja? Bagaimana caranya pendapatan setahun diperoleh dalam sebulan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;CakBukhin:&lt;/span&gt; Saya melihat mas Roni ini sudah beberapa step di atas pemula Kalau di awal2 terlalu banyak teori saya yakin akan ragu2 untuk memulai Jadi mas ROni kan sudah memulai, melewati pasang surut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat usaha menjadi besar, income lebih gede lagi, diperlukan ilmu2 yg lebih kompleks Makanya, yang belum mulai, segera mulai. Yang sudah mulai, harus naik kelas lagi agar prosesnya lancar dan sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ada harga yang harus pak Roni bayardari segi waktu, uang, hubungan keluarga, hubungan sosial&lt;br /&gt;Sambil terus belajar, termasuk kita berkomunitas ini kan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Q :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;hera_erikson :&lt;/span&gt; Mengubah mindset kita sendiri adalah hal yang sulit. Apalagi kendala keluarga. Sudah berkeluarga tapi belum punya penghasilan tetap. Kan untuk memulai suatu usaha yang jelas berbeda dg yg dijalankan sblnya pasti menimbang resiko yang mungkin saja gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;A :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;Roni :&lt;/span&gt; Anda harus berani menantang pikiran anda utk mewujudkannya itu kan kendala, harus ditantang utk kendala keluarga, caranya dgn memberi contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun hampir kehabisan akal utk meyakinkan keluarga dgn cara saya. Setelah melihat contoh akhirnya mereka ikut. Keluarga di sini maksud sy adalah ayah, ibu, saudara. Kalau dgn istri, Alhamdulillah kami kompak dan saling dukung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;hera_erikson:&lt;/span&gt; Contohnya apa dengan ikut coaching banyak membantu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; Tidak! sebelumnya yang penting adalah perubahan mindset anda. Coach itu hanya orang yang membukakan "kunci" pikiran anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kunci itu terbuka, anda bebas masuk ruangan, menari2, berlari, berjingkrakan, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pak tung tidak mengajari how to saja, tapi dia berhasil membuka 'kunci' pikiran saya itu yang sulit. Beliau cukup sabar dlm membuka kunci pikiran saya setelah itu saya belajar sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;hera_erikson:&lt;/span&gt; tapi musti survey sana sini dan yakinin diri sdr dulu ya. Memang ngelawan diri sendiri yg plg sulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;Roni:&lt;/span&gt; betul, satu kesimpulan PENTING: tantangan terbesar anda adalah melawan diri sendiri.Bukan pesaing anda. Ingat cerita mengenai teman saya yang bangkrut krn serakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;hera_erikson:&lt;/span&gt; ingat banget. remind me my self. Maksudnya supaya nggak kayak gitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; saya pun kurang lebih spt itu dulunya. Aagak2 serakah juga. Ini itu mau... musti sering2 ikut pengajian aa gym...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;arief ahmad:&lt;/span&gt; sprt yg saya katakan td kebetulan saya bergerak di bidang jasa one stop wedding, saya punya website, gmn caranya untuk bisa on line dan bgmn penyebarannya websitenya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;Roni:&lt;/span&gt; pertanyaan pak arief kayaknya lebih cocok utk klinik bisnis deh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kybenk:&lt;/span&gt; bu febby yang mau berpendapat, silakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;febby Rudiana:&lt;/span&gt; Saya melihat kecenderungan orang takut memulai usaha baru. Apalagi kalau belum pernah masuk sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Hera...kalau saya lebih cenderung pada kegagalan yg dapat ditolerir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; pertanyaan2 itu yang kita cari jawabnya di TDA ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. bgmn take action utk mulai usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. bagaimana mengubah minset dari TDB jadi TDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagaimana mendapatkan coach secara murah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu yang tengah diupayakan di TDA ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;febby Rudiana:&lt;/span&gt; Artinya kalau kita coba usaha yg masih baru buat kita, siap&lt;br /&gt;aja kalau gagal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;Roni:&lt;/span&gt; ini berdasarkan pengalaman saya mendapatkan coach itu mahal. Tapi semua itu gak ada arti apa2, kalau mindsetnya belum&lt;br /&gt;berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;CakBukhin:&lt;/span&gt; Mindset. Saya selalu belajar dengan mentor yg lebih senior, termasuk mas Roni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ikut Financial Revo pak Tung, sengaja potong gundul, karena, siap jadi cantrik, meskipun saya juga mentor bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; saya lebih senang disebut provokator drpd mentor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;CakBukhin:&lt;/span&gt; Saya siap berguru, manut ke pak Purdie, meskipun saya sudah punya bisnis. Itu semua, untuk memudahkan diri meresapi ilmu mereka di EU, sesuai otak kanan, berdebat mendapat nilai 2. Makanya, saya manut saja kalau mentornya cocok&lt;br /&gt;Karena Mentor ini kadang kayak Madzhab, mana yg cocok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau dengan semua mentor Anda gak cocok, berarti yg bermasalah itu ANDA sendiri ok, lanjut dulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kybenk:&lt;/span&gt; bu hera silahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;hera_erikson:&lt;/span&gt; seiring dg perubahan mind set bu Febby. Kan ada yang mesti&lt;br /&gt;kita tanggung hidupnya. mungkin ada selah atau aha yang bisa kita selami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;febby Rudiana:&lt;/span&gt; Itulah...makanya saya lebih suka resiko atau kegagalan yg&lt;br /&gt;sanggup saya tolerir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni: &lt;/span&gt;bu hera, mungkin perlu waktu utk klinik dgn saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;febby Rudiana:&lt;/span&gt; Kecuali kalau saya sudah siap untuk reach higher. Saya selalu buat plan A, B, C. Dan selalu kasih ukuran brp kira2 saya sanggup rugi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;hera_erikson:&lt;/span&gt; OK Pak Roni bisa saya lanjutlan dijadwal clinic saya. tx.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kybenk:&lt;/span&gt; ibu febby ada masukan dengan topik atau kita lanjutkan pembahasan&lt;br /&gt;pak ronny&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kybenk :&lt;/span&gt; Silahkan pak bukin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;CakBukhin:&lt;/span&gt; Saya mau komen ttg TAKUT MEMULAI. Seperti saya belajar di Tantowi Yahya Public PSeaking School&lt;br /&gt;Sesenior apapun pembicara, ngomong di depan umum juga masih ada dag dig dug nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sesenior apapun pebisnis, kalau mau buka usaha baru juga ada dag dig dugnya&lt;br /&gt;Tapi semakin lama jam terbangnya, dag dig dugnya makin berkurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketakutan Anda itu sebenarnya wajar. Untuk melawan ketakutan itu, Lakukan saja apa yg Anda takutkan. lanjut mod..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni :&lt;/span&gt; cara mengatasi ketakutan: take action! Kebanyakan ketakutan kita itu tidak terbukti dan tidak terjadi. So, buat apa takut? berapa sih ruginya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik mana rugi uang atau rugi waktu? buat saya lebih baik rugi uang...&lt;br /&gt;Kenapa orang naik pesawat? mahal kan? karena mereka mementingkan waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, waktu lbh penting daripada uang. Uang hilang bisa dicari, waktu hilang gak bisa kembali&lt;br /&gt;semakin lama anda merasa takut, tidak berbuat, khawatir, waktu akan menggerogoti anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Think about it, deeply....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kybenk :&lt;/span&gt; oke pak yudanto silahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yudanto Hendratmoko : kalo trauma setelah gagal gimana pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni :&lt;/span&gt; Beraaat sekali pak. Saya pernah, melibatkan keluarga. Sekarang solusinya aja ya pak. Ssegera take action yang lain. Jadi pikiran kita gak sempat terfokus ke trauma tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, cerita ttg teman sy yg bangkrut itu. Sekarang dia udah sibuk lagi. Cuma sempat bengong seminggu katanya. setelah itu, life goes on...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;yudanto Hendratmoko :&lt;/span&gt; dulu saya ada mentor juga, tetap gagal. bahkan mentor saya kabarnya juga ikut gagal bisnisnya turun drastis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; Wah ini kasus menarik. itu namanya, anda bersandar ke tembok yang salah... Hikmahnya: jangan menyandarkan nasib kita kpd org lain. Mentor itu harus yang sudah punya jejak sukses yang panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya saya keberatan utk jadi mentor. jejak saya masih pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Tanto:&lt;/span&gt; Saya ada problem dalam hal manajemen untuk mempertahankan dan memperluas bisnis pak. Beberapa kali sayahampir kehabisan modal. Belom sampe ke Show Me The Money&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; omset anda sudah mencapai 1 M/tahun? Sebaiknya kontak action international nih. Masalah cashflow ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tanto:&lt;/span&gt; wah belom pak, iya cashflow&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; bisnis yang utama adalah profit! Profit itu harus benar2 ada di rekening anda&lt;br /&gt;Jadi, dalam 3 bulan, bisnis itu harus dapatkan profit. Minimal 3 bulan. Kecuali yang proyek besar ya. uangnya kan kuat utk kita yg kecil2 gini, harus minimal 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari profit itu barulah bisa diputar utk pengembangan. Bukannya ditambah terus modalnya...&lt;br /&gt;Ini ilmunya street smart pak. show me the money&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, bikin warung bakso, berapa lama sih bisa dapet profit? Apakah harus nunggu setahun?&lt;br /&gt;Minimal 3 bulan itu sudah bisa membiayai sendiri operasionalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Owner harus tahan puasa dulu minimal 6 bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tanto:&lt;/span&gt; wah berat juga yah, strateginya gimana pak ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; Jangan diambil uangnya, digulung terus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tanto:&lt;/span&gt; jadi owner harus bisa menyisihkan uang buat modal selama 6 bulan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni :&lt;/span&gt; maksud saya uang dari keuntungan itu jangan diambil minimal 6 bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tanto:&lt;/span&gt; strategi untuk bisa terus naik omsetnya dan bisa capai 3 bulan bisa profit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; tergantung bisnisnya, saya bicara bisnis skala kecil ya. Modal di bawah 50 juta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tanto:&lt;/span&gt; ya memang saya aku kadang profit masih saya pakai untuk kebutuhan pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; jangan banyak uang mati di asset. semua uang sebisa mungkin dialokasikan utk yang menghasilkan penjualan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tanto:&lt;/span&gt; termasuk sewa kios ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; Ya, seminimal mungkin, kl bisa cari yg gratis, atau sewa setahun dibayar 2-3 kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tanto :&lt;/span&gt; kondisi kios saya sekarang lagi meurun omzetnya udah banayk pesaing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; baca tulisan saya di blog berjudul "hati2 jebakan biaya tetap"&lt;br /&gt;pokoknya cari bagaimana pun caranya supaya uang yang kita keluarkan sekarang langsung kembali bulan berikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tanto:&lt;/span&gt; sekarang saya memang ada 2 bidang bisnis yg lagi jalan, dengan modal yg mepet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; dengan modal mepet anda justru bisa lebih kreatif saya pun pernah mengalaminya&lt;br /&gt;success is a lousy teacher...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kybenk:&lt;/span&gt; oke pak tanto untuk lebih detailnya bapak bisa ke clinicnya pak rony selanjutnya ibu siska silahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni :&lt;/span&gt; jangan lupa, lakukan test and measure!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Siska Handayani:&lt;/span&gt; Tadi dibilang yang paling penting adalah mengubah mindset. Bagaimana kita tahu mindset kita masih tertutup atau sudah terbuka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah semua TDB pasti masih tertutup mindsetnya ? Mohon penjelasannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; gampang, lihat aja actionnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siska Handayani: seperti apakah mindset yang sudah terbuka itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; Kalau actionnya udah berubah, berarti mindsetnya udah berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Siska Handayani:&lt;/span&gt; berati meskipun sudah action belum tentu sudah terbuka ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; jangan harapkan sesuatu yang berbeda dengan melakukan cara yang sama. Itu topiknya beda lagi. namanya action strategy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Siska Handayani:&lt;/span&gt; apakah ini maksudnya cara pandang kita terhadap suatu masalah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; copet juga action, baca buku anthony robbins deh: unlimited power&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kybenk: udah ada yang bahasa indonesianya dengan judul kekuatan tanpa batas,&lt;br /&gt;antony robbins&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Siska Handayani:&lt;/span&gt; minta 1 contoh yang simple, dari yang belum terbuka .. trus action yang sudah terbuka mindsetnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; contoh strategy action?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Siska Handayani:&lt;/span&gt; 1 contoh ..bentuk action ini adalah dari orang yang masih tertutup dah kalo action ini adalah dari orang yang sudah terbuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar saya bisa membedakan, maaf saya belum baca bukunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni :&lt;/span&gt; di buku itu semua ada jawabannya, step by step&lt;br /&gt;mulai dari bgmn mengubah ketakutan menjadi action, strategy, action, dll&lt;br /&gt;atau ikuti seminarnya pak tung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kybenk:&lt;/span&gt; ada pertanyaan lagi ibu siska?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Siska Handayani:&lt;/span&gt; cukup dulu, nanti kalo dah baca mungkin baru nanya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kybenk:&lt;/span&gt; pak rony saya mau tahu, resep apa aja sih yang dikasih ama pak tung&lt;br /&gt;desem waringin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; semuanya ada di buku financial revolution, rugi juga sy bayar mahal2, ternyata semua ada di bukunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kybenk:&lt;/span&gt; yang pak ronny ngeyel ndak mau nerapin yang bagian mananya? sepertinya bukunya juga bagus dan make sense, tapi kok ditolak ama pak rony&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni :&lt;/span&gt; dulu kan saya nggak spt sekarang pak, dulu masih tertutup pikirannya, banyak ketakutan juga&lt;br /&gt;sekarang, alhamdulillah, jalan itu sepertinya terang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kybenk:&lt;/span&gt; maksud pertanyaannya boleh tahu ndak tertutupnya seperti apa, mungkin bisa sekalian membantu bu siska&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; contohnya dulu saya disuruh pak tung naikin harga produk, mana mungkin, kata saya, di tn abang semua orang berlomba2 menurunkan harga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masak saya malah naikin harga, nggak masuk akal kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya disuruh pasang bandrol di toko, pasang spanduk dll, ternyata berhasil, hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kybenk:&lt;/span&gt; iya, trus hikmah apa dibalik menaikkan harga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; sekarang profit saya makin tinggi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kybenk:&lt;/span&gt; masang bandrol itu maksudnya tulisan harga di pakaiannya kayak supermarket ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; ya, kasih bonus, kasih servis gratis dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anaqinabil01: maksudnya spanduk buat promosi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; ya, di tn abang kan gak ada yg spt itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kybenk:&lt;/span&gt; kalau pak ronny analisis, kok melakukan berbeda seperti ini kok malah naik, padahal mungkin kan toko sebelah bisa lebih murah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; kasih bonus, kasih hadiah, macem2 lah sarannya...&lt;br /&gt;Benar juga kan: jangan mengharapkan hasil yg berbeda dgn usaha, yg sama, lakukan yg berbeda, hasilnya pun akan beda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa test and measure, gak semuanya berhasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80% usaha kita itu sia2, yg 20%nya menghasilkan jadi, lakukan 100% utk dapat yg 20% itu test and measure terus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;anaqinabil01:&lt;/span&gt; bagaimana seorang karyawan ingin berubah menjadi pengusaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; ini masalah mind set lagi pak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;anaqinabil01:&lt;/span&gt; mana yang baik, dengan cara revolusioner atau evolusioner ? dengan modal yang pas2an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; tergantung orangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kybenk:&lt;/span&gt; mungkin bisa diperjelas maksud revolusioner atau evolusioner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; kalau sdh berkeluarga, sebaiknya evolusioner,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;anaqinabil01:&lt;/span&gt; revolusioner maksudnya langsung pindah kuadran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; istilahnya pak tung: bakar kapal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;anaqinabil01:&lt;/span&gt; tapi kalo evolusioner bertahap pak pindahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; evolusioner aja pak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;anaqinabil01:&lt;/span&gt; mungkin spt Pak CakBukhin kali ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni :&lt;/span&gt; bikin usaha sampingan dulu, kalau income sudah sama dgn gaji, baru resign CakBukhin incomenya mungkin udah lebih dari gaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;anaqinabil01:&lt;/span&gt; tapi apakah hasilnya juga setengah2 pak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni:&lt;/span&gt; itu dia, pasti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu kan strategi jangka pendek pak, tidak selamanya, target misalnya 1 th saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;anaqinabil01:&lt;/span&gt; Ok pak understand&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Roni: &lt;/span&gt;Ok, Terima kasih teman2 atas partisipasinya. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf ya kalau ada salah kata dan kurang berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukse,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;081310004288&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Sumber:&lt;/span&gt; http://tdabiz.blogspot.com/2009/02/tda-ym-biz-conf-edisi-perdana-bagaimana.html?showComment=1234772760000#c7521388815289628399&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-3725462798164193339?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/3725462798164193339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=3725462798164193339' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/3725462798164193339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/3725462798164193339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/02/tda-ym-biz-conf-edisi-perdana.html' title='TDA Ym Biz Conf Edisi Perdana'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SZuS-cavSjI/AAAAAAAAAeM/enmTyvA2Xh0/s72-c/YM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-8276007725614257087</id><published>2009-02-03T20:37:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T21:02:00.081-08:00</updated><title type='text'>Resume TDA YM Business Conference</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SYkdfTSba4I/AAAAAAAAAeE/Kq6Bzc1XnY8/s1600-h/Bisnis+konfren.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 144px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SYkdfTSba4I/AAAAAAAAAeE/Kq6Bzc1XnY8/s200/Bisnis+konfren.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298798860168817538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Resume TDA Ym Business Conference, Edisi Januari 2009: Formula Sukses&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;Nara Sumber:&lt;/span&gt; Agustav Alvi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Moderator:&lt;/span&gt; Jonru &amp;amp; Lutfiel Hakim&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Host Moderator:&lt;/span&gt; Wahyu Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari: Selasa, 27 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Moderator:&lt;/span&gt; Assalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba'da tahmid dan sholawat Sebelumnya kami team Biz conf meminta maaf kepada para TDAers para members atau fans : ) yang kelamaan menunggu karena tadi ada error di YM moderator. Inysa ALloh acaranya akan segera dimulai dengan Nara sumber: Pak Agustav Alvie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya Lutfiel Hakim bersama pak Jonru akan memandu acara ini dengan Tema kita adalah " FORMULA SUKSES"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara sumber kita Pak Agustav, Seorang entrepreneur yang baru-baru ini resign dari sebuah bank terkemuka. Sebuah action yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Agustav Alvi, akan membebeberkan apa dan bagaimana mencapai sukses kepada pak Agustav... dipersilahkan...... Applausssssss......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Agustav Alvi:&lt;/span&gt; Assalamu'alaikum wr wb, Alhamdulillah, siang ini kita berkesempatan melakukan temu bisnis via YM Conference diberi topik Formula Sukses oleh Bp. Junaidi. Seperti hal masing2 pribadi pasti sudah memiliki pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What is success? Apakah yang dimaksud dengan sukses? ibu Hj. Ita pasti punya apa arti sukses, pak Junaedi juga begitu terlebih bang Jay, beliau adalah salah seorang pakarnya sukses. Saya hanya ingin berbagi tentang sedikit yang saya tahu tentang sukses versi Suksesnya Paul J Meyer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan di dunia ini banyak lebuh banyak jumlah orang merasa tidak sukses dibandingkan yang merasa sukses. Sebagian kecil orang yang sukses ini telah melakukan secara praktek terhadap versi suksesnya Paul J. Mayer. Menurut Paul J. Meyer: "Sukses adalah kemajuan dari tujuan-tujuan yang mulia yang telah ditentukan sebelumnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pengertian sukses mengandung 3 aspek:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;1. Adanya tujuan yang mulia&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;2. Adanya kemajuan dari usaha mencapai tujuan yang mulia tersbut&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;3. Tujuan yang mulia tersebut harus ditentukan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke 3 aspek ini harus ada untuk mencapai sukses, Sukses harus diartikan pada tujuan yang POSITIF, jadi kalau tujuannya NEGATIF, misalnya korupsi, tidak dapat dikatagorikan SUKSES,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk tahap pertama kita biscrakan dulu mengenai Definisi Sukses. "Success is progressive realization of worthwhile, predetermined personal goals".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertantanyaan:&lt;/span&gt; Bisa dijelaskan lebih lanjut pak aspek dari kesuksesan?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;Agustav Alvi:&lt;/span&gt; Kebanyakan dari kita sebagian besar waktunya dalam 1 hari = 24 jam dihabiskan hanya untuk mencari uang/karir/bisnis saja, lihat saja kita yang menjalankan formula kehidupan sebagai pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat pagi sekali dan pulang sudah larut malam, waktu yang seharusnya dapat diluangkan untuk aspek-aspek kehidupan yang lain nyaris tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pau J. Meyer membagi sukses tersebut meliputi paling sedikit 6 bidang kehidupan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;1. bidang keuangan/karir/bisnis,&lt;br /&gt;2. bidang keluarga &amp;amp; rumah tangga,&lt;br /&gt;3. bidang agama &amp;amp; estetika,&lt;br /&gt;4. bidang sosial masyarakat,&lt;br /&gt;5. bidang pendidikan,&lt;br /&gt;6 bidang kesehatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sukses harus meliputi ke enam aspek kehidupan tersebut. Boleh saja anda sukses dalam bisnis, punya toko sampai puluhan, uang berlimpah? tapi bagaimana kehidupan keluarga anda? anak2 anda, istri anda, bagaimana kehidupan sosial anda, apakah anda bergaul baik dengan masyarakat? bagaimana pendidikan anda? apakah seacara berkala anda meningkatkan pendidikan anda, pengetahuan anda selalu meningkat? dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pertanyaan yang mendasar dari hidup yang sukses penuh berkah. Jadi jika roda kehidupa anda dalam enam aspek kehidupan tersebut berada pada keseimbangan yang baik, 24 jam dalam hidup dapat anda bagi rata untuk semua kepentingan tersebut, termasuk bidang kesehatan, maka anda dapat disebut sukses karena anda mempunyai nilai-nilai yang progressive dan mulia yang anda telah susun dan tentuka sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Mencapainya kan satu-satu, Pak. Ada skala prioritas dari ke-6 jenis sukses itu? Misalnya, sehat dulu biar mudah cari duit. Atau cari duit dulu biar kesehatan terjamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Agustav Alvi:&lt;/span&gt; Betul ada skala prioritas, skala prioritas ditentukan ke enam bidang tersebut disesuaikan oleh masing-masing kebutuhan individu yang bersangkutan. Bila pertanyaannya menyangkut skala prioritas, maka ini berkaitan dengan efektifitas dalam mencapai sukses yang diinginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mencapai sukses setiap bidang kehidupan, setiap orang memerlukan arah yang jelas dan spesifik. banyak orang tidak sukses karena directionnya lemah, sedangkan arah yang kuat dapat diibaratkan sinar laser yang tidak mengalami dispersi cahaya, sinar yang berfokus pada satu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara mengenai sukses, sudah banyak sekali seminar, workshop, buku2, majalah, tabloid yang mengupasnya, pada prinsipnya kita semua mengulang kembali apa yang pernah kita ketahui, pengulangan ini sangat penting karena salah satu point dalam ilmu sukses adalah mengulang. nenek moyang kita sudah menasehati kita sejak zaman baheula: kata nenek moyang kita: "LANCAR KAJI KARENA DIULANG, PASAK JALAN KARENA DITEMPUH".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sering mengulng-mengulang sesuatu keahlian dapat kita kuasai dengan baik. Hari ini kita menguang kaji kita yang lama tentang FORMULA SUKSES versi Paul J. Meyer yang lebih lengkap dan applicable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Paul J. Meyer menciptakan dua bagian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;1. Manual dari formula sukses.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;2. Cara menerapkan formula sukses kedalam tindakan nyata sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sukses dan orang yang tidak sukses bidanya tipis. Bedanya adalah orang yang sukses mempunya SUCCESS HABIT (kebiasaan sukses) dan orang yang tidak sukses tidak mempunyai Habit of Success.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; kalo kita berbisnis, apalagi kalo masih dalam tahap awal (saya baru 4 tahun), terkadang kita merasa bahwa sebagian besar waktu kita habis untuk ngurusin usaha kita, apalagi bila kita melihat belum ada hasil yang signifikan, kira-kira bagaimana kita mengelola waktu kita pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Agustav Alvi:&lt;/span&gt; Pertanyaan yang bagus, bagaimana kita mengelola karena baru memulai bisnis. Jawabannya adalah kita musti memeliki apa yang disebut "My Time Success Planner".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus membuat suatu perencanaan sukses menurut kebutuhan minimal ke-enam aspek kehidupan tersebut. Caranya dapat saya bimbing secara personal kaena tidak memungkinkan buat saya untuk membuat peraga atau oret2an di YM Conference ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sekilas saja, kita berbisnis hari apa saja?, untuk keluarga hari apa saja, untuk bermasyarkat kapan? untuk kesehatan, berolahraga, pikinik kapan? untuk nambah pengetahuan, membaca, sekolah S2 misalnya kapan? untuk mencari duit sebanyak2nya kapan, dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sesuai dengan anjuran Rosulullah: "Carilah dunia mu sebanyak2nya se-kan2 engkau akan hidup selamanya, dan carilah akherat mu se-akan2 enagkau akan mati esok hari". Tapi untuk semua ini erlu "CARA", inilah caranya yang diajarkah oleh Paul J. Meyer yang non muslim tapi ajarannya sangat ISLAMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Formula sukses ini adalah formula sukses penuh berkah, dunia akhirat. Sekarang kita masuk satu bidang kehidupan saja dari ke-enam bidang kehidupan yang dipaparkan diatas. Yaitu bidang kehidupan bisnis/keuangan/karir. bagaimana kita menggunakan ilmu sukses Paul J. Meyer ini untuk mewujudkan impian-impain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisnis kita sukses besar, kita dapat bermanfaat bagi sebanyak-banyak orang, dapat menciptakan lapangan pekerjaan, dapat menggaji orang, kita benar2 menjadi "tangan diatas", tangan yang memberi, tangan yang mulia. Paul J. Meyer mengatakan: "If you calim your independency, you will finf freedom for all aspect of your life". Jika anda mengklaim kemandirian Anda, anda akan mendapatkan kemerdekaan dalam seluruh aspek kehidupan anda".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; maaf pak, apakah menjadi tangan di bawah alias pegawai tidak bisa dikategorikan sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustav Alvi: If you claim your independence, you will find freedom for all aspects of your life Jika kita menuntut diri kita untuk menjadi MANDIRI, kita akan merdeka dalam seluruh aspek kehidupan kita karena kita sendiri yang mengontrol diri kita, kalau kita sebagai kita diktrol leh orang lain. Maksudnya kalau kita sebagai PEGAWAI, diri kita dikontrol oleh orang lain. kemerdekaan yang kita peroleh dengan kita MANDIRI adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;1. Freedom of time,&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;2. freedom of financial,&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;3. frredom of well-being,&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;4. frredom emotion dan&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;5. frredom of spirit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Jadi memiliki gaji besar, jabtan penting, selama kita masih jdi pegawai berarti kita blum sukses ya pak?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;Agustav Alvi:&lt;/span&gt; Kembali kepada pengertian sukses versi siapa dulu. Punya gaji besar, jabatan tinggi, masih pegawai? namun jika ngga kenal sama tetangga, sholat sering di abaikan, sakit-sakitan, ya belum sukses Sukses minimal harus meliputi 6 bidang tersebut, boleh saja ditambahkan dengan hal2 yang lain. Kalau masih PEGAWAI belum bisa disebut mandiri dalam arti yang luas, pegawai tidak punya FREEDOM OF TIME, tidak punya FINANCIAL FREEDOM, tidak punya FREEDOM OF WELL-BEING, tidak punya FREEDOM OF SPIRIT, tidak punya FREEDOM OF EMOTION.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Lalu bagaimana langkah2 menerapkan formula sukses dalam bidang bisnis ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Agustav Alvi:&lt;/span&gt; Penerapan sukses dalam bisnis ada beberapa point:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;1. Tentukan goal bisnis Anda&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;2. Bebaskan imajinasi Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;3. Explore potensi anda yang tak terbatas, setiap manusia dianugerahkan potensi yang luar biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;4. Keberanian untuk mencapai gol bisnis yang anda buat&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;5. 5 kunci untuk sukses mencapai gol bisnis anda&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;6. Memberikan arah dan control kepada gol2 pribadi anda&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;7. Motivasi diri sendiri dan selalu mengarah pada tujuan2 bisnis anda&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;8. Ciptakan visualiasi, mesin untuk bermimpi sesuai keinginan anda dalam bisnis&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;9. Kuasai dan lakukan afirmasi&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;10. Selalu merencanaka hidup dengan pengharapan yang positif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh point tersebut adalah formula sukses untuk mewujudkan impian-impian anda dalam bisnis, detail dari ke 10 point tersebut tidak dapat saya buat rinciannya disini tapi dapay saya jelaskan secara personal dan membimbing anda secara personal untuk sukses dalam bisnis-bisnis anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelajaran formula sukses dibagi kedalam dua bagian atau 2 buku besar, 1 lesson manual (buku manual) dan 2 plan action book (buku rencana tindakan yang terperinci dan seksama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran Formula Sukses ini disebut juga Dyanamics of Personal Goal setting yaitu suatu pelajaran yang dapat menjembati antara IMPIAN2/KEINGINAN/CITA2 dengan PENCAPAIAN2/PRESTASI untuk sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Saya masih nguli nih pak, Tiap bulan terima upah. apa saya nggak bisa dapat freedom yang bapk sebut di atas? Apakah semua pegawai itu TDB? Trims&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Agustav Alvi:&lt;/span&gt; Baik, if you claim your independecy, you will find freedom for all aspect of your life. kalau masih pegawai, apakah pegawai bebas keluyuran pada jam kerja? apakah pegawai kalau rajin sekali bisa memperoleh financial freedom? apakah pegawai bebas bicara sesuka hatinya dikantor sesuai emosinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah pegawai punya well-being seperti orang2 yang inginmenjaga kebugaran tubuhnya kapan saja setiap saat dia mau?. Untuk batas2 tertentu pegawai punya freedom tapi bukan freedom dalam arti luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Cara simple utk mencapai definisi sukses versi bpk bisa dijelaskan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Agustav Alvi:&lt;/span&gt; Cara simple untuk mencapai sukses adalah mengambil program bimbingan personal untuk sukses, saya dapat membimbing setiap TDA yang ingin sukses secara personal, itu cara yang sangat simple dan sangat mudah, karena semua dari kita membutuhkan mentor untuk sukses, orang yang sudah suksespun perlu mentor untuklebih sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri punya mentor mr. Paul J. Meyer. Banyak materi dari Formula Sukses yang tidak dapat disampaikan dalam acara TM ini karena keterbatasan waktu dan sarana visualaisasi (video) Acaya YM Conference ini hanya dapat melihat dari sisi luarnya saja, sedangkan kita semua memerlukan bimbingan ACTION, setiap tindakan kita memerlukan SMART : (Spesifik, Measurable, Achievable, Realistic, Tangible.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt; Bagaimana menerapkannya agar efektif?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;Augustav Alvi:&lt;/span&gt; Apapun yang ada dalam imajinasi anda, sertai dengan hasrat yang membara dan kepercayaan diri yang tinggi serta gairah yang tinggi untuk bertindak maka cepat atau lambat sesuatu itu akan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk mencapai sesuatu itu dengan cepat anda memerlukan CARA, memerlukan ilmu, inilah yang disebut ilmu sukses. Rosululah SAW bersabda; "Serahkan segala sesuatu kepada ahlinya, kalau tidak tunggulah kehancurannya", dan kebetulah ahli dalam ilmu sukses ini adalah Paul J. Meyer, yang buku ini telah diterjemahkan kedalam 23 bahasa dan telah menghasilkan Rp 40,000,000,000,000.- (40 trilyun Rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sudah orang yang ditolong untuk sukses termasuk Anthoni Robbin, Coach no.1 di dunia adalah salah seorang murid Paul j. Meyer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira cukup dulu, bagi yang menginginkanbimbingan personal silahkan japri saja kepada saya, saya kan presentasi lengkap dengan video dan buku2 yang dimakusd akan saya perlihatkan serta testimoni dari orang2 yang sudak sukses menggunakan FULL POTENTIAL untuk mencapai WORLDWIDE SUCCESS. Jazakalah khiron kathiron&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;Moderator:&lt;/span&gt; berhubung waktu sudah habis, kita akhiri dulu Bila masih ada yang hendak bertanya2, silahkan dilanjut di luar konferensi. Dari moderator, kami ucapkan terima kasih buat Pak Agustav selaku nara sumber Terima kasih atas partisipasi rekan2 sekalian Insya Allah kita akan ketemu dalam konferensi sesi berikutnya, Mohon maaf atas segala kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;081310004288&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-8276007725614257087?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/8276007725614257087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=8276007725614257087' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/8276007725614257087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/8276007725614257087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2009/02/resume-tda-ym-business-conference.html' title='Resume TDA YM Business Conference'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SYkdfTSba4I/AAAAAAAAAeE/Kq6Bzc1XnY8/s72-c/Bisnis+konfren.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-7327496430690849813</id><published>2008-12-17T23:14:00.001-08:00</published><updated>2008-12-17T23:17:04.794-08:00</updated><title type='text'>MAXIMart telah terdaftar...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SUn4fwL64YI/AAAAAAAAAcM/WDhUOVHR2Ok/s1600-h/Maxilogo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SUn4fwL64YI/AAAAAAAAAcM/WDhUOVHR2Ok/s200/Maxilogo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281025262463148418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bismillahirohmannirohiim,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur serta salam tak lupa kami sampaikan kehadirat Allah SWT. semoga dalam perjalanan kami mendapat ridhoNya, dimuluskan urusannya serta dikabulkan semua permintaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen-teman.., harini tepatnya tanggal 5 Desember 2008 kami resmi mendaftarkan merk dagang kami &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;MAXIMart&lt;/span&gt;, di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dengan no anggota: J00.2008.043224.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan telah terdaftarnya merk dagang kami ini akan semakin memacu kretivitas kami dalam berkarya dan memberikan semangat baru menyongsong tahun 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa saya mohon do'a restu dan dukungannya dari teman-teman (sedulur) dimana pun berada untuk kami berkarya leih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;http://www.maximart.co.cc&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-7327496430690849813?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/7327496430690849813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=7327496430690849813' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/7327496430690849813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/7327496430690849813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2008/12/maximart-telah-terdaftar.html' title='MAXIMart telah terdaftar...'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SUn4fwL64YI/AAAAAAAAAcM/WDhUOVHR2Ok/s72-c/Maxilogo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-2522201292130262149</id><published>2008-12-16T23:24:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T23:44:05.232-08:00</updated><title type='text'>Resume TDA Ym Business Conference Edisi Desember 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SUitTX4B1dI/AAAAAAAAAcE/OwT_GuBNS9Q/s1600-h/Bisnis+konfren.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 144px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SUitTX4B1dI/AAAAAAAAAcE/OwT_GuBNS9Q/s200/Bisnis+konfren.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280661111430043090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Minggu, 2008 Desember 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Resume TDA Ym Business Conference Edisi Desember 2008&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Nara Sumber: Frieddy Pieloor&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Moderator: Lutfiel Hakim &amp;amp; Zaidi&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Host Moderator: Wahyu Hidayat &amp;amp; Arief Budiono&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Hari: Kamis, 12 Desember 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Lutfiel Hakim:&lt;/span&gt; SELAMAT DATANG di TDA YM Biz Conference 2008. Saya LUTFIEL HAKIM akan memandu anda semua dalam acara siang ini. Tamu kita siang ini adalah Bpk. Freddy Pieloor&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beliau Konsultan Keuangan Keluarga dan Asuransi atau yang lebih dikenal sebagai Insurance Brokers, sejak 2001. Menikah tahun 1993 dan kini dikaruniai 3 orang anak. Beliau telah membuat sebuah buku yang penuh inspirasi berjudul: BENAHI CARA HIDUP - RAIH KEKAYAAAN&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagi anda yang belum memiliki..silahkan bisa berebut membeli atau melihat previewnya di link ini: http://books.google.com/books?id=pUZzuRPGqtAC&amp;amp;pg=PT56&amp;amp;lpg=PT56&amp;amp;dq=freddy+pieloor&amp;amp;source=bl&amp;amp;ots=-6aky1YZjL&amp;amp;sig=BEXVm6snKOv1My6ig78-czSwgcg&amp;amp;hl=en&amp;amp;sa=X&amp;amp;oi=book_result&amp;amp;resnum=1&amp;amp;ct=result#PPP1,M1&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Baiklah para member, tepat jam 2 siang ini saya akan memulai acara ini. Kepada Narasumber kita terhormat waktu kami persilahkan Salam Fuuntastiic!!!!!!!!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Selamat siang kembali Rekan2, semoga semua dalam keadaan sehat dan tetap semangat, pantang menyerah walau krisis ada di depan mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benahi Cara Hidup adalah buku pertama saya, dan sekarang buku ke 2 "Bangun Kekayaan Sejak Belia" sdh nongkrong di Gramedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bangun bisnis "Insurance Brokers" setelah menjadi pegawai selama 14 tahun, dan akhirnya tahun ke 15 saya berani pindah kuadran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun bisnis memerlukan perhitungan dan juga "keberanian" (tekad + nekad). Selama 14 tahun bekerja, saya tidak memiliki apa2. Rumah saja hasil dari uang pesangon PHK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah 7 tahun membangun bisnis sendiri, saya bersyukur telah memiliki paling tidak total asset pribadi hampir 2 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin angka tsb. bukan merupakan angka yang besar bagi Rekan2, namun bagi saya sudah merupakan prestasi lumayan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terus membangun dan tetap belajar dari Pak Budi Rahmat dan dari Rekan2 lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses bukan berada di suatu titik, melainkan terus bergerak maju ke standar yang lebih tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin Rekan2 semua sudah mencapai titik pertama tujuan Anda, dan sekarang terus meningkatkan "plafon" sukses Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepuasan yang terbesar yang saya rasakan adalah memberikan lapangan pekerjaan kepada 19 orang Staff saya, dan memiliki kesempatan ker-kreasi sepuas dan semampu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis Global memang sedang melanda Dunia &amp;amp; Indonesia, tapi yakinlah bahwa krisis tsb. tidak berlaku bagi Anda yang dapat memanfaatkan momen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tetaplah optimis dan tingkatkan kreatifitas, serta selalu mencari cara untuk meningkatkan penjualan dan manejemen biaya yang efisien/efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo, kita tetapkan pikiran dan tenangkan hati, mantapkan langkah, bersama kita "terjang" krisis global ini. Saya pun yakin bahwa, setiap saat peluang akan ada &amp;amp; muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda sudah mempersiapkan mental, pikiran dan perasaan Anda melakukan semua itu. Mari kita songsong tahun baru ini dengan semangat yang membakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Lutfiel Hakim:&lt;/span&gt; Ya para peserta yang luar biasa... Demikian paparan singkat untuk termin pertama saya mengingatkan tema kita kali ini adalah: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENGHADAPI KRISIS GLOBAL 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita akan temukan jawabannya, saya buka 5 penanya pertama silahkan......................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrian: ?, Abel Riza: ?, Ade Aan: ?, Fery: ? Sabrul: ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Lutfiel Hakim:&lt;/span&gt; oke, cukup, silahkan pak andriansah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Abel Riza:&lt;/span&gt; bagaimana cara menghadapi krisis global ini dengan cara meningkatkan penjualan dan manajemen biaya yg efektif &amp;amp; efesien?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Meningkatkan penjualan, merupakan ilmu umum dan lama. Saya percaya Anda pun tahu. Dengan meningkatkan kwalitas produk, dan harga yang bersaing. Serta dengan promosi yang terus ditingkatkan. Maka penjualan mudah2an dapat ditingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Biaya, saat ini kita tidak bisa serta merta mengharapkan penjualan meningkat, yang dapat langsung kita kendalikan adalah biaya. Menghapuskan segala biaya yang tidak perlu dan menekan biaya yang dapat diturunkan, merupakan salah satu cara efektif, untuk bertahan dan keluar dari segala krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sebab gagalnya sebuah usaha dan bangkrutnya perusahaan, karena tidak bisa me-manajemen-i biaya yang ada. Atau lebih besar biaya daripada pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil Cashflow terganggu dan akhirnya usaha tutup. Sehingga kita harus berhati2 dan berhitung atas setiap sen yang akan kita belanjakan bagi usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat usaha sudah maju, manajemen biaya harus tetap dijaga. Jangan mentang2 sudah untung besar, kemudian royal/boros. Lebih baik keuntungan disimpan dan ditanamkan kembali (serta untuk jaga2 di masa sulit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga menjawab pertanyaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Andrian:&lt;/span&gt; Pak freddy, saya mau tanya bagaimana menjaga agar biaya bisa tetap kita jaga tapi kebutuhan transportasi terus meningkat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin untuk memperjelas, bagaimana melakukukan efektifitas dan efisiensi biaya transportasi di saat biaya lain meningkat. demikan silahkan pak freddy&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Masih banyak cara menekan biaya transportasi. Bila Anda memakai mobil saat ini, maka cari partner yang mau join satu arah, atau banting setir dengan memakai sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Listrik, Cetakan, BBM dan biaya lain tsb di luar kendali kita. Tapi kita masih memiliki banyak pilihan atau alternatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa cara yang saya lakukan di kantor, adalah memajukan jam kerja, agar listrik dan ac dapat diirit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memelihara alat2 kantor dengan baik, agar bisa dipakai untuk jangka waktu lama. memakai kertas bekas untuk photo-copy &amp;amp; dokumentasi internal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menambah tenaga kerja, melainkan meng-optimal-kan tenaga yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mematikan lampu dan alat2 listrik saat tidak dipakai. Dan buka jendela, saat udara pagi masih sejuk (ac mati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya kita harus "Hara Kiri" untuk segala biaya yang dalam kendali kita, tidak ada cara lain. Namun jangan memotong gaji karyawan (dosa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Andirain:&lt;/span&gt; Ok, terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Lutfiel Hakim:&lt;/span&gt; next, pak Aan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Ade Aan:&lt;/span&gt; Bagaimana caranya untuk memproteksi kontrak pekerjaan kita dengan pihak yang kemungkinan akan terkena dampak krisis global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada proteksi dari asuransi, atau yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Kontrak kerja berisi pasal2. Apakah dalam kontrak ada pasal yang memproteksi hal tsb.? Bila tidak atau belum ada, silahkan tambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak ada, kemudian batal, maka tidak ada pasal yang menjamin Anda. Anda tidak bisa menuntut apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Ade Aan:&lt;/span&gt; saya di industri software dengan beberapa client di luar negeri. waktu awal2 kita mulai, kita disyaratkan memiliki asuransi. Namun dalam hal ini, perusahaan kita yang harus memiliki asuransi, tapi ada kemungkinan nggak untuk proteksi dari pihak client (karena sekarang kita yang khawatir nih)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Saya sarankan Anda lihat kembali kontrak tsb. dan tambahkan pasal2 yang Anda anggap perlu. Satu cara untuk memprotek adalah minta "Bank Garansi" atau "uang jaminan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak mudah untuk minta "Bank Garansi" atau ang Jaminan (Uang muka). karena selain berbiaya tinggi, mungkin si Nasabah di luar negri akan ber-keberatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk proteksi asuransi untuk menjamin kegagalan bisnis tidak ada yang jual Pak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Ade Aan:&lt;/span&gt; ok, tks&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Lutfiel Hakim:&lt;/span&gt; Sudah cukup sayarasa next question Pak Benny&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Benny:&lt;/span&gt; saya pak, dari purwokerto. jenis usaha saya perfum isi ulang kulak pakai US $ dari buka saya tidak pernah naik, tapi sekarang dollar udah naik di ubun2...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah perlu price increase??? sementara competitor harga masih murah, krn pake yang bermutu rendah.... heheh minyak wangi bikinan prancis pak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Bahan baku dari luar negri? Tidak ada material dari dalam?&lt;br /&gt;Bila menaikkan harga, membuat pasar turun, jangan dilakukan Pak. Lebih baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda membuat diversifikasi produk, maksudnya ada produk kelas 1 dan ada produk kelas 2 (untuk yang berbahan baku murah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya yang dilakukan Aqua dengan Vit-nya. Anda juga harus mempertahankan pasar Anda, baik yang kelas atas, yang tetap setia walau harga mahal, asal mutu-nya bagus (tinggi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi yang konsen dengan harga, Anda sediakan juga yang sesuai dengan harga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan menurunkan mutu produk, untuk menekan harga. Lebih baik jumlah atau volume-nya Anda kurangi. Semoga membantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Benny:&lt;/span&gt; ok mtur kesuwun&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Lutfiel Hakim:&lt;/span&gt; Ya kang benny , next Fery&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Fery:&lt;/span&gt; terimakasih pak moderator, pertanyaan saya yg tadi,.. hampir sama dengan Pak benny . Cuma pak benny meracik lagi, yang ada kemungkinan komponen lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisnis di product yg mengandung komponen import tinggi. Padahal kami menjual dengan nilai Rupiah didalam negeri. bagaimana menurut bapak mensikapi kondisi ini ke depan, terutama menghadapi fluktuasi US$ vs rupiah yg tidak menentu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon saran dan petunjuk kami Full US$ dalam membeli product, tapi menjual di retail dalam Rp&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Bahan baku US$. jual Rupiah, dilematis bila gonjang2 valas. Bila ada material dalam negri, segera alihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak ada alternatif, Anda sampaikan secara terbuka kepada Pembeli tentang keberadaan Anda. Keterpaksaan Anda untuk menaikkan harga sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak mungkin, berarti Anda harus memilih "jual rugi" atau "tidak buka toko dulu".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Fery:&lt;/span&gt; Pak, Pembeli tetap ada, cuma berkurang,.. yg jadi kebingungan kami saat ini, menatap kedepan dalam hal stockist..... jika kami stock banyak,.. khatair Rp menguat,.. harga kami tidak kompetitif...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian sebaliknya..... Bila Rupiah melemah,.. tagihan US$ kami bernilai melambung&lt;br /&gt;demikian, mohon pencerahan,... apa prediksi yg harus dilakukan menghadapi krisi ini kedepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Untuk itu Anda harus mencari Client baru. Dan jangan menyimpan stock terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cari alternatif bahan baku dari dalam negri, saya yakin ada beberapa parts yang bisa diproduksi dalam negri. Ke 2 negosiasikan harga dengan luar negri dengan kurs berapa, atau Anda jual seperti jual note-book, dengan memakai US$.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi, jangan menurunkan mutu produk. Saat ini kalau kita mau beli note-book selalu pakai US$.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga negosiasikan harga dengan Pembeli (nasabah), saya yakin mereka mau mengerti.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Lutfiel Hakim:&lt;/span&gt; Jadi kesimpulannya adalah bagaimana mensiasati agar tetap survive bisa menggunakan teknik yang dipake seperti notebook menggunakan dolar, namun hal penting adalah tidak sampe menurunkan kualitas produk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Ferry ada lagi? Saya cukupkan ya Penanya berikutnya Pak Sabrul&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sabrul:&lt;/span&gt; terima kasih pak mod dan pak Freddy. Sy IT freelancer. Penguasaan saya di web programming. kesulitan saya adalah sulit mempercayai pekerjaan ke orang lain, sehingga sy selalu ragu untuk membentuk tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya saya hanya menangani pekerjaan dalam skala kecil, tim 2-3. Tapi kan saya juga ingin jadi besar. Ada saran buat saya yg pemula di bidang bisnis ini?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Inilah kendala bagi berkembangnya usaha. Di satu sisi kita mau besar, di sisi lain kita takut dikhianati. Saran saya, bentuk sebuah perusahaan skala kecil, dan ajak beberapa teman yang memiliki kompetensi dan kontribusi yang seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha akan besar bila kepercayaan dan monitoring dapat berjalan seirama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi langkah yang diperlukan:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. bentuk tim dengan kompetensi dan tugas yang seimbang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Semua harus ber-kontribusio&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Bagi kewajiban dan hak masing2 pihak (yang kerja lebih banyak dapat rejeki lebih banyak).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuangkan semua dalam kontrak, jangan percaya omongan lisan saja. Teman is teman, duit is duit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda masih ragu, buatlah projek kecil dahulu bersama2. Kemudian sambil melangkah, cari bisnis yang agak besar. Dari perjalanan bersama, Anda akan melihat siapa "partner bisnis" dan siapa "teman biasa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis Anda tidak akan pernah besar, bila Anda melakukannya sendiri setiap waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sabrul:&lt;/span&gt; Pak, sy sering kurang yakin bahwa orang lain bisa mengerjakan sebaik yg saya lakukan. bgm mngatasi kendala psikologis ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Hukum Bisnis adalah kepercayaan dan hubungan baik, ingat itu.Anda harus belajar, men-transfer kemampuan Anda kepada orang lain, sambil mengawasi/mengamati hasil pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, belajar-lah untuk percaya, walau sedikit demi sedikit. Bila ini tidak Anda lakukan, Anda akan capai sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin ada orang yang dapat mengerjakaan jauh lebih baik dari Anda, mungkin Anda belum menemukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sabrul:&lt;/span&gt; okeh, terima kasih atas pencerahannya ...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Lutfiel Hakim:&lt;/span&gt; Oke Om Sabrul Penanya termin kedua dibuka setelah ini. Demikan termin pertama, untuk termin kedua, acara akan kami serahkan ke pemandu acara berikut yaitu Bapak Zaidi Waktu dan tempat dipersilahkan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Zaidi:&lt;/span&gt; Baik Terima kasih, untuk term kedua ini kita buka dengan 3 penanya, silakan, bagi yang mau bertanya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Khanif:&lt;/span&gt; ? Aulia: "?" Duryat: ? Arif: ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Zaidi:&lt;/span&gt; oke baik, untuk pertama silakan mas khanif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Khanif:&lt;/span&gt; Terimakasih. salah satu dampak krisis ini adalah fluktuasi harga emas.bisnis saya adalah distributor perhiasan emas ke toko-toko emas.masalah yg sering dihadapi adalah seringkali kita jual barang dengan harga A, tetapi sampai rumah harga sudah naik, sehingga bukannya untung tapi rugi. kalo kita naikkan harga, toko pada nggak mau ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saran untuk mensiasatinya?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Harga emas dan komoditi barang berharga selalu ber-fluktuasi. Beberapa cara yang dilakukan oleh toko emas adalah cash and carry (dan harga tidak mengikat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita tidak bisa mengikat harga emas di suatu harga tertentu. Namun, dengan kondisi Anda, mungkinkah Anda mengikat harga emas di sebuah harga tertentu dan minta Down Payment?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan Anda sudah diikat oleh toko emas, tapi pada saat Anda mengambil harganya malah naik lagi. Anda bisa rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Khanif:&lt;/span&gt; nggak bisa pak, toko slalu minta harga baru&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Saat Anda beli harga juga tidak mengikat 'kan? Begitu sebaliknya Anda jual juga tidak mengikat. Harga mengikat saat Anda delivery. Sehingga disini Anda memiliki potensi kerugian dan juga sekaligus keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu cara yang pernah saya dengar, untuk melindungi fluktuasi harga emas ini dengan "Hedge Fund". Namun harus menghubungi Bursa Komoditi, tapi apakah mereka sudah menjual "hedge fund" ini atau tidak, saya tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Khanif:&lt;/span&gt; menarik nih...tapi sebenarnya bisa nggak kita memprediksi harga emas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Emas ini seperti Valas, tidak mengikat sebelum Anda datang untuk transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga emas atau komiditi lainnya sangat sulit untuk diprediksi secara tepat. Dahulu banyak yang bilang emas mengikuti harga minyak dunia. Namun sekarang nyatanya Minyak turun, emas tetap tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya, jangan bermain dalam jumlah besar, kecuali Anda memiliki dana cadangan besar. untuk menahan loss. Semoga membantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Khanif:&lt;/span&gt; ok terimakasih&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Zaidi:&lt;/span&gt; oke mungkin cukup untuk pak khanif, baik selanjutnya untuk id Aulia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Aulia:&lt;/span&gt; 1.kasus di perush saya,ada cust yang nunggak melebihi termin,apakah boleh saya kirim surat tentang pasal pengenaan denda karna di awal invoice tidak disebutkan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Bila dalam kontrak tidak ada penalti atau denda, tidak ada dasar hukumnya Anda mengenakan denda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga utk ke depan, silahkan tambahkan pasal denda dalam setiap invoice, bila melebihi termin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian untuk nasabah yang sama, jangan jual ke mereka lagi, sebelum tunggakan yang lama, lunas semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aulia: kalo hal ini saya lakukan supaya cust memperhatikan tagihan saya tetap tidak boleh ya dalam bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Jangan memakai Debt Collector, bila Anda masih ingin berhubungan dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada yang mengatur. Tetapi sebaiknya, hubungi dan lakukan kontak persuasif dahulu. Setelah itu tindak lanjuti dengan surat tegas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Aulia:&lt;/span&gt; saya sedang mencoba bisnis toko online udah mau sebulan ini, udah promosi kesana-kemari tapi belum ada hasil maksimal,kira2 apa lagi yg bisa saya perbuat buat ndongkrak penjualan ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Promosi ke sana-ke mari itu apakah sudah tepat? Bisnis tidak bisa langsung seperti roket langsung meninggi. Diperlukan kesabaran dan keuletan, serta usaha yang tidak pernah kendur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memonitor dan memperbaiki cara yang kita pakai selama ini. Terus terang saya membangun "Private Branding" via milis lebih dari 2 tahun, dan terus menerus saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah berhenti dan kemudian tanyakan kepada Teman2 yang membuka toko on-line juga, saya yakin mereka pun mengalami hal yang sama di saat2 awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak salah di TDA banyak yang buka toko on-line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Aulia:&lt;/span&gt; karena modal belum banyak saya jualan ga seperti toko biasa yang jualan banyak produk,apakah efektif bila saya terus menambah produk padahal yang lama belum laku?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Jangan menambah stok dulu, dan kemudian kalau bisa hanya memajang barang2 orang lain saja. Nanti saat ada yang mau beli/order, baru Anda melakukan pembelian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko online tidak memerlukan modal besar dan stock sendiri. Kita hanya modal web/situs saja. Stok milik orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Aulia:&lt;/span&gt; oke terimakasih pencerahannya&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Zaidi:&lt;/span&gt; oke baik untuk aulia, sudah selesai, selanjut nya untuk Duryat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Duryat:&lt;/span&gt; pak mau tanya, investasi apa yang paling baik saat krisis seperti saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Investasi yang paling baik seperti saat ini, kembali kepada kondisi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah: Profil risiko Anda, kemampuan dan pengalaman Anda, besar kecilnya dana Anda, serta tujuan investasi ANda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seseorang yang cocok bagi setiap jenis investasi. Tetapi yang paling penting adalah: BERINVESTASILAH PADA DIRI ANDA TERLEBIH DAHULU, SEBELUM ANDA MENGINVESTASIKAN UANG ANDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Duryat:&lt;/span&gt; bisa minta tolong disebutkan beberapa jenis investasi yang baik pak?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Saat ini saya hanya bermain di beberapa property, emas dan reksa dana. Satu hal yang saya tentang adalah investasi di UNIT LINK. Anda saat ini ber-investasi di instrumen apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Duryat:&lt;/span&gt; saya ada dana cash tapi belum tahu mau invest dimana. karena kemarin beli ORI 004 tapi nilainya selalu menurun, karenanya saya sekarang ingin lebih berhati hati dalam menginvestasikan uang&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Dana cash tersebut apakah "iddle" yang tidak terpakai paling tidak di atas 1 tahun? Darimana dana tsb. dan untuk keperluan apa Anda ber-investasi? Sangat perlu mengetahui "time horizon" Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Duryat:&lt;/span&gt; iya, dana tersebut nganggur pak, saya ingin investasi agar uangnya muter, kalau di tabungan bunganya kecil sekali :D&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; ORI sebenarnya cukup baik, namun tidak cukup baik untuk mengalahkan investasi, apalagi tabungan dan deposito.&lt;br /&gt;Bila mau muterin dana, sebaiknya Anda ber-bisnis atau ber-investasi dalam bisnis orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di emas, ini untuk jangka waktu panjang. Reksa Dana atau Saham saat ini sudah murah, bila Anda mau masuk, cukup bagus saatnya. Dan tahan paling tidak untuk 2 - 3 tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin akan bagus prospeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Duryat:&lt;/span&gt; ok, kalau gitu emas, reksadana dan saham yah, ok besok saya beli&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Masuk sedikit demi sedikit, sampai 6 bulan ke depan. Misalnya Anda memiliki 60 juta, beli-lah setiap bula Rp.10 juta, sampai 6 bulan ke depan, untuk Reksa Dana dan Saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Duryat:&lt;/span&gt; ok terimakasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Terima kasih kembali. Oh ya, dalam buku saya "BENAHI CARA HIDUP" ada tulisan tentang membangun bisnis dan menjadi karyawan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Zaidi:&lt;/span&gt; oke langsung ke pak Arief silkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Arif:&lt;/span&gt; Salam kenal semuanya. Saya baru memulai berbisnis buka toko komputer di rumah pekalongan, setelah baru wisuda bulan oktober kemarin dari lulusan Teknik Elektro di PTS Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya ingin merekrut sales untuk menjual komputer dan leptop. Sistemnya bukan sebagai karyawan tetapi freelance. Saya masih bingung bagaimana caranya menghitung komisi buat si sales tersebut dengan melihat kondisi saat ini???&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Sebelum Anda merekrut pegawai/sales, apakah Anda memiliki projection plan untuk paling tidak 1 tahun pertama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pasar Anda? Apakah Anda memiliki "captive market"? Atau Anda masuk ke pasar bebas dan mengandalkan para sales?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Arif:&lt;/span&gt; tdk pak, sy hanya mau nyari 1 org sales sj, sy jg akan melakukan penjualan ke luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Walau bukan sebagai karyawan, tetapi Anda harus mengetahui peraturan tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, sebaiknya Anda mencari pengalaman dahulu dengan bekerja di perusahaan sejenis yang akan Anda bangun. Dari sana Anda bisa mempelajari dan mengetahui segala seluk beluk bisnis tsb. Ini akan menghindari ANda dari kerugian waktu dan modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali Anda sudah memiliki tekad kuat untuk membangun bisnis dan siap dengan modal. Karena Anda akan memerlukan dana awal yang cukup, sebelum usaha Anda memberikan keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah projection plan, mulai dari apa saja yang harus Anda siapkan (modal, supplier, ruang kerja dll.) kemudian pelajari pasar yang akan Anda tuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik Anda salah dalam perhitungan di atas kertas, daripada Anda mengalami kerugian nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi kuatkan tekad, namun tekad saja tidak cukup. Sudah banyak orang yang akan menyebrang kuadran dari E ke B dan akhirnya ludes modalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kesalahan membaca bukunya Robert T' Kiyosaki. Sebaiknya Anda cari mentor di kota Anda, bertanyalah dan belajarlah dari mereka, selalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan putus asa, karena bila persiapan Anda matang dan mental Anda kuat, saya yakin Anda pasti jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Arif:&lt;/span&gt; sy sdh bertekad untuk berbisnis pak, jd segala resikonya sy sdh siap menghadapi. Robert T Kiyosaki tdk salah pak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Robert T. Kiyosaki tidak salah, yang salah adalah yang membacanya. Membangun usaha sangat baik dan mulia. Namun membangun tanpa persiapan dan rencana, sama saja melakukan judi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindah kudrant is OK, sayapun pindah kudrant. Tapi pastikan saat Anda lompat, semuanya telah siap, bahkan saat Anda jatuh pun, Anda masih "aman" dan "selamat". Siapkan "jala pengaman diri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tinggalkan pekerjaan dan gaji Anda saat ini, hanya untuk "gagah2an" menjadi pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya bangun bisnis, sambil tetap bekerja. Setelah bisnis berjalan paling tidak 3 tahun, maka melompatlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkan "Dana Cadangan" bila Anda gagal dan harus menggelontorkan dana. Jangan mempertaruhkan masa depan Keluarga dengan tanpa perhitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mantap, jangan pikir 2 kali, langsung lompat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menata hidup masa depan dengan lebih baik dan sukses, dengan membangun bisnis. Baca kembali buku The Cashflow Qudrant baik2, simak dan hayati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Arif: &lt;/span&gt;Terimakasih banyak pak atas pencerahannya&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Aulia:&lt;/span&gt; buku "benahi cara hidup" beli dimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Di Gramedia Pak, tanyakan kepada Customer Servicenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Zaidi:&lt;/span&gt; oke, Baik, terima kasih atas pencerahan dan inspirasinya untuk hari ini dari pak Freddy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Freddy Pieloor :&lt;/span&gt; Terima kasih kembali buat seluruh Rekan2. Sukses selalu ya. alamat saya di fpieloor@cbn.net.id Bye&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Zaidi:&lt;/span&gt; sama sama, saya rasa untuk hari ini sampai disini, ketemu lagi di konfrence lain, mohon maaaf segala kekurangan, wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;http://www.maximart.co.cc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-2522201292130262149?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/2522201292130262149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=2522201292130262149' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/2522201292130262149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/2522201292130262149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2008/12/resume-tda-ym-business-conference-edisi.html' title='Resume TDA Ym Business Conference Edisi Desember 2008'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SUitTX4B1dI/AAAAAAAAAcE/OwT_GuBNS9Q/s72-c/Bisnis+konfren.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-698725294667248833</id><published>2008-12-04T22:51:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T23:12:37.755-08:00</updated><title type='text'>Reflection...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/STjT5Wo3VBI/AAAAAAAAAbs/dnRL3WD6JnE/s1600-h/Reflection.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/STjT5Wo3VBI/AAAAAAAAAbs/dnRL3WD6JnE/s200/Reflection.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276199945747518482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tuhan yang Mahabaik memberi kita ikan, tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya. Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mulailah sekarang... mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya. Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai, tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan, tetapi kehidupan lajang tidak memiliki kesenangan. Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah, dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya. Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya. Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah ... hati seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga. Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilanganNya. Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatiMu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya. Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan, tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain... tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu. Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah. Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kamu bila melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan, kegunaannya terletak pada penerapan yang benar, orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal, sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat. Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja, tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta. Tak seorang pun sempurna. Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak. Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah. Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tak bisa mengubah masa lalu.... tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan. Bila Kamu mengisi hati kamu... dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri. Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;http://www.maximart.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: NN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-698725294667248833?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/698725294667248833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=698725294667248833' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/698725294667248833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/698725294667248833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2008/12/reflection.html' title='Reflection...'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/STjT5Wo3VBI/AAAAAAAAAbs/dnRL3WD6JnE/s72-c/Reflection.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-7716149285611659784</id><published>2008-11-23T22:20:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T23:33:11.668-08:00</updated><title type='text'>Meracik Masalah dengan Tepat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SSpVo9DVqbI/AAAAAAAAAbM/g5VDXftSmQ0/s1600-h/meeting2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 106px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SSpVo9DVqbI/AAAAAAAAAbM/g5VDXftSmQ0/s200/meeting2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272120475862280626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ibarat "bumbu" dalam kehidupan, setiap manusia akan menemui permasalahannya. Tidak sedikit yang akhirnya stres, namun hal itu dapat dihindarai dengan mengelolanya secara terai&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, menerima sebuah masalah dengan sabar dan lapang dada. Biasanya, reaksi awal ketika Anda mendapat masalah adalah merasa tidak percaya bahwa masalah tersebut terjadi. Jika Anda seperti itu, justru akan membuat masalah menjadi semakain berat karena tanpa disadari energi Anda terkuras memikirkan hal tersebut. Cobalah untuk bersikap santai, ikhlas, dan tidak panik. Dengan demikian, pikiran pun akan lebih tenang dan memudahkan ANda mencari cara memecahkan masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, carilah akar penyebab masalah tersebut. Tak ada salahnya meminta bantuan dari kerabat atau rekan yang dapat dipercaya untuk membantu memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Hal ini pun dapat membantu mengurangi kegelisahan dan kekhawatiran Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, cobalah memilah masalah menjadi bagian-bagian kecil, lalu selesaikanlah masalah tersebut secara bertahap. Dengan memilah-milah masalah yang besar, maka secara garis besar gambaran masalah Anda akan terlihat lebih jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, setelah mengidentifikasi berbagai penyebab masalah, Anda akan lebih mudah berkosentrasi untuk mencari solusinya satu persatu. Apabila masalah-masalah yang lebih kecil terselesaikan, maka secara keseluruhan akan membantu menyelesaikan permasalahan yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Ambilah hikmah dari semua permasalahan yang menimpa Anda.Jadiakan hikamah tersebut sebagai sebuah pengalam yang dapat membuat Anda semakin berkembang dari hari kehari. Mental Anda akan semakin kuat bila semakin terbiasa menghadapi dan memecahkan berbagai masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, hindari perasaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"down" &lt;/span&gt;atau rendah diri setelah menghadapi suatu masalah. Tetaplah semangat walaupun masalah datang mendera. Jangan biarkan masalah memadamkan kreativitas Anda, tetaplah bersyukur karena Anda telah diberi "bumbu" kehidupan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;http://www.maximart.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: RAGAM, Kompas/Klasika/Kamis, 20 November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-7716149285611659784?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/7716149285611659784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=7716149285611659784' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/7716149285611659784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/7716149285611659784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2008/11/meracik-masalah-dengan-tepat.html' title='Meracik Masalah dengan Tepat'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SSpVo9DVqbI/AAAAAAAAAbM/g5VDXftSmQ0/s72-c/meeting2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-3207622836525803046</id><published>2008-11-13T22:43:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T23:00:24.218-08:00</updated><title type='text'>Selalu Ada Jalan, Bukan Jalan Pintas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SR0gnO6WATI/AAAAAAAAAbE/CxfUBo7ksF8/s1600-h/Bob+Sadino.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 156px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SR0gnO6WATI/AAAAAAAAAbE/CxfUBo7ksF8/s200/Bob+Sadino.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268402997483143474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ajakan pro&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;vokatif dilontarkan pengusaha kawakan, Bob Sadino, kepada para mahasiswa yang memadati sebuah forum di Universitas Indonesia, pekan lalu. "Siapa saja yang ingin menjadi &lt;/span&gt;entrepreneur&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, keluarlah dari kampus setelah acara ini dan jangan kem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bali ke sini lagi," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha yang sukses mengembangkan agrobisnis dan kini membangun apartemen itu adalah jebolan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Bob (75) sempat mejadi sopir taksi dan kuli bangunan sebelum mengawali karier kewirausahaan dengan berdagang telur.&lt;br /&gt; Provokasi Bob "diimbangi" oleh Wahyu Saidi. Ia memperkenalkan diri sebagai "tukang bakmi" yang mendapat gelar Dr, Ir, dan Msc dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Negeri Jakarta.&lt;br /&gt; "Untuk memulai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneurship,&lt;/span&gt; gelar kesarjanaan benar-benar tak berguna, justru sering negatif. Begitu mau menyebar brosur atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggoreng&lt;/span&gt; makanan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngerasa&lt;/span&gt; diri sarjana. Itu bisa jadi awal kegagalan," ujar Wahyu, yang membuka 410 gerai makanan di 30 kota dan 4 negara.&lt;br /&gt; Menurut Wahtu, ilmu yang didapat dibangku kuliah baru berguna jika bisnis sudah berkembang. Misalnya, terkait tuntutan penguasaan manajemen, mekanisme kontrol, dan distribusi. Namun, tidak bersekolah juga bukan berarti tidak bisa belajar mengusai ilmu-ilmu ini.&lt;br /&gt; Dalam forum diskusi "Entrepreneurship Experiencing 2008", Bob dan Wahyu membagi pengalaman kepada para mahasiswa. Selain berdiskusi, dalam kegiatan dua hari itu juga diberikan simulasi bisnis. Para peserta dipinjami modal kerja dan produk, lalu diminta berinovasi untuk mengembalikan modal itu dan mendapatkan untung.&lt;br /&gt; Para peserta juga difasilitasi magang di perusahaan kecil-menengah dan perusahaan besar selama sebulan. Pusat pelayanan mahasiswa FISIP UI yang menyelenggarakan kegiatan ini juga bekerja sama dengan Pelindo II untuk memberikan kredit bagi calon pelaku bisnis.&lt;br /&gt; Kredit Rp 5 juta - Rp 100 juta dengan bunga 6 persen per tahun itu ditawarkan kepada peserta yang sudah memiliki usaha minimal setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SR0gVN2TRVI/AAAAAAAAAa8/8pc2MdrDAPY/s1600-h/Wahyu+Saidi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 156px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SR0gVN2TRVI/AAAAAAAAAa8/8pc2MdrDAPY/s320/Wahyu+Saidi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268402687960106322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Jangan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt; ditunda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam pertanyaan dan unek-unek disampaikan para mahasiswa dalam diskusi itu. Indah, mahasiswa Diploma Pajak UI angkatan 2006, menceritakan, ia mulai menjajakan makanan kecil di kampus pada satu semester terakhir. Namun, ia berharap menjadi pegawai, sebelum merasa siap total berbisnis.&lt;br /&gt; Tak sedikit pula yang mengeluh sulit meyakinkan orangtua untuk merestui anaknya berbisnis sendiri, tidak menjadi pegawai atau karyawan.&lt;br /&gt; "Kalau mau jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur,&lt;/span&gt; mulailah dari sekarang. Jangan berencana mulai setelah lulus kuliah. Apalagi, kalau Anda berusaha lulus dengan indeks prestasi tinggi, besar kemungkinan muncul harapan dan iming-iming untuk jadi pegawai," ujar Wahyu.&lt;br /&gt; Menurut Bob, sikap mental yang menjadi prasyarat utama menjadi pengusaha adalah tidak banyak berharap, menghilangkan rasa takut, dan mengubah pola pikir. "Harus punya kemauan dan tekad kuat mengubah diri Anda, dari bagaimanapun adanya sekarang. Tekad yang kuat itu tidak cukup kalau tidak ada keberanian mengambil peluang. Namun, Anda baru jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur &lt;/span&gt;kalau sudah terbukti tahan banting dan tidak cengeng", paparnya.&lt;br /&gt; Mendengar pertanyaan, komentar, dan keluhan mahasiswa, Bob menilai, sangat kuat keinginan para mahasiswa untuk menemukan metode paling cepat, atau jalan pintas, agar sukses berbisnis.&lt;br /&gt; Padahal, pengalaman bisnis puluhan tahun mengajarkan, tidak ada jalan pintas untuk mendapat untung besar. "Kecuali Anda jadi koruptor, maling, atau jualan sabu".&lt;br /&gt; Pada usia senja, kesediaan Bob berkampanye mengajak mahasiswa menerjuni dunia kewirausahaan dilatari keprihatinan mendalam. Ia mengingatkan, jumalah pengusaha di negeri ini hanya 0,18 persen dari total penduduk. Padahal, di negeri sekecil Singapura, jumlah pengusahanya 7,2 persen dan perekonomiannya maju pesat. Sebaliknya, dengan segala sumber kekayaan alam Indonesia, penduduk negeri ini masih dijerat kemiskinan.&lt;br /&gt; Para pengajar di sekolah formal turut andil "melemahkan" semangat kewirausahaan. "Saya pernah menyuruh anak saya yang masih SD berjualan mainan ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;temen-temen&lt;/span&gt;-nya di sekolah. Eh, malah dilarang guru. Dari kecil, di sekolah, anak-anak dididik untuk membeli bukan menjual", ujar Wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;081310004288&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: Kewirausahaan, Kompas 13 November 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-3207622836525803046?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/3207622836525803046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=3207622836525803046' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/3207622836525803046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/3207622836525803046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2008/11/selalu-ada-jalan-bukan-jalan-pintas.html' title='Selalu Ada Jalan, Bukan Jalan Pintas'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SR0gnO6WATI/AAAAAAAAAbE/CxfUBo7ksF8/s72-c/Bob+Sadino.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-734955890794680635</id><published>2008-11-03T18:17:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T19:01:55.773-08:00</updated><title type='text'>TDA Biz Conference (31/10/2008)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SQ-6JWZx6FI/AAAAAAAAAVM/yUi8C9X5vUg/s1600-h/yahoo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 153px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SQ-6JWZx6FI/AAAAAAAAAVM/yUi8C9X5vUg/s200/yahoo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264631159214696530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fatimah T.Z. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Assalamu'alaikum. Saya Fatimah dari jakarta, masih TDB baru mulai merintis plazaanak.com. Salam kenal buat semua.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;bujangbogor &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wah rame banget ya. Dah gak sabar nih nunggu sharing dari Bu Yulia. Terakhir ketemu beliau di seminar Quadran Empat, entah tahun kapan. Saya lihat cikal bakal moz5 di jl. margonda waktu kuliah di UI tahun 90an akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Assallamualaikum. Selamat siang teman - teman sekalian. Maaf bila telat, karena YM kita pada error. Sebelumnya, saya sampaikan dulu aturannya. Moderator pakai teks merah, nara sumber pakai teks biru, peserta pakai teks hitam. Pada sesi pertama, kita dengarkan dulu penyampaian materi dari nara sumber, mohon jangan ada yang menyela ketika penyampaian materi. Setelah itu ada sesi dialog. Pada sesi ini, peserta yang hendak bertanya dipersilahkan mengetik tanda ? dan baru diperbolehkan bertanya setelah dipersilahkan oleh moderator. Nanti pertanyaannya antri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok.. btw Bu Yulia sudah masuk apa belum? Saya kok belum lihat ID-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah pak. Yulia=mamanyacaca.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;O maaf Bu. Oke deh, kita langsung saja persilahkan buat Bu Yulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk materi saya sudah kirim via email, semoga cukup jelas ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bisa disampaikan lagi di sini sedikit saja bu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya ingin coba reminder lagi mengenai tahapan - tahapan dalam bisnis. Mulai dari level paling bawah yaitu : Mastery, Niche, Leverage, Team, Synergi, Result. Dari awal itu yang jadi patokan saya dalam pengembangan bisnis saya. Pasti teman - temen sudah banyak yang tahu tentang 6 step brad sugar ini tapi gak ada salahnya kita saling menyegarkan pikiran lagi ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level Mastery adalah masa-masa awal dari usaha kita dimaa kita sedang berusaha mati - matian agar bisnis kita bisa bertahan. Bisa stabil. Kita berusaha keras mengatur waktu, menghasilkan keuntungan, juga menarik pelanggan sebanyak – banyaknya. Intinya supaya bisnis kita jalan atau STABIL. Level berikutnya adalah Niche dimana kita berusaha untuk bisa unggul dalam persaingan pasar. Tujuannya? untuk mendapatkan KEUNTUNGAN. Kalau sudah kita naik lagi ke level LEVERAGE, dimana di sini kita berusaha untuk mensistimasikan business kita. SYSTEM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita tahu leverage itu adalah bagaimana dengan usaha yang sama bisa menghasilkan lebih banyak. Untuk Effisiensi, supaya kita business ownernya mulai punya waktu. Leverage berarti juga TIME. Lalu apalagi? tahapan berikutnya adalah TEAM, The Winning TEAM Building. Inilah yang menjadi dasar dari perkembangan bisnis kita. Tujuannya apa? supaya owner bisnisnya bisa HAPPY. Biar bisa ON the business not IN the business. Kalau TEAMnya sudah kuat dan solid, baru deh kita berSYNERGI dengan team kita. Jadikan bisnis kita sebagai mesin uang kita, supaya kita bisa FREEDOM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakahir adalah RESULT, tapi sebagai catatan ini urut - urutannya gak baku loh. Baru pada tahapan inilah kita bisa multifikasikan bisnis kita. Mau Francise, mau Go Public, monggo. Bisa aja kita udah di tahap TEAM, kita masih harus kembali membenahi NICHE kita. Atau gak usah nunggu sampai level Leverage baru kita mau membangun TEAM. Intinya sih semua berjalan pararel, tapi untuk fokus pembenahan bisa kita pake patokan level-level ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok mods sementara itu dulu, nanti kalo ada yang mau dikembangkan dari materi sebelumnya juga silakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok terima kasih Bu Yulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi teman - teman yang hendak bertanya, silahkan ketik tanda ? Setelah itu akan dipersilahkan sesuai urutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayesha &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;andhika harya p. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tadicahya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aguss310 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ardian Sy &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali, kita persilahkan buat aye_nd. Mohon sebutkan nama, usia dan jenis kelamin ya, biar tidak salah sapa .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayesha &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salam kenal. Terima kasih atas kesempatannya. Nama saya Ayesha, 27 tahun, female, saat ini ngelola kursus bahasa Inggris. Saya mau tanya ke mbak Yulia. Untuk membuka cabang baru kira – kira diperlukan berapa tahun? maksudnya kapan kita tahu kita sudah siap untuk buka cabang n apa yang harus dipersiapkan? Thanks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok silahkan Bu Yulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok mba Aye. Kalo pake patokan dari brad sugar ini buka cabang ada di level leverage. Dimana denga effort yang kurang lebih sama, kita mendapatkan hasil yang lebih banyak. Lalu kapan baiknya? yah setelah kita merasa sudah menguasai segala aspek bisnis kita, kita juga sudah main di ceruk pasar yang tepat, jangan lama-lama, buruan buka cabang. Buka cabang juga salah satu strategi marketing juga, untuk memudahkan pelanggan menikmati fasilitas dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok, gimana Mbak Aye&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayesha &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok, thanks mbak. Berarti lewatin tahap - tahap tersebut dulu ya. Thanks pak Jonru. Nanti ada pertanyaan lagi hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Betul bu, nanti kalo sudah menguasai kan tinggal diduplikasikan ke cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok sama – sama. Berikutnya Pak Andhika, dipersilahkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;andhika harya p. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makasih pak. saya andhika, 30 tahun, pria. Untuk parameter tiap tahap sudah oke bagaimana bu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tinggal di copy paste hehehe masalahnya yang dicopy ini kudu betul dulu dong hehe. Memang pembahasan 6 step ini gak mungkin dibahas sekilas aja ya. ada penjelasan panjang lebarnya, tapi gampangnya. untuk level 1 misalnya. Mastery, kita lah yang punya parameternya sendiri, misalnya profitnya. Bisnis harus menguntungkan dong, atleast ROInya pertahun minimal 20% dari modal misalnya. Kalo udah untung, juga effortnya. Lalu SDM dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kita sudah merasa ok 80% jalan lah, mulai kita focus ke niche, atau ceruk pasar, yang pastnya sejak kita mulai bisnis juga udah kita tangani dong. Di saat kita sudah menguasai pasar, kita siap-siap mulai bermain di leverage. Leverage itu tadi SYSTEM, gimana kita mensistimasikan business. Bapak-bapak dan ibu - ibu mau tahu tahapan dalam mensistimasikan business kita gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah tahapan mensistimasikan business yang sedang kita jalankan:&lt;br /&gt;1. Visi, alias tujuan bisnis kita. Kalo kita mau pergi, pertama tau dong tujuannya kemana. Nah itu dia VISI.&lt;br /&gt;2. MISI apa itu Misi? yaitu Rute kita. Kita mau Ke surabaya, lalu biar sampai sana, lewat mana? rutenya itulah MISI.&lt;br /&gt;3. Budaya (Value)&lt;br /&gt;4. GOAL....&lt;br /&gt;5. Struktur Organisasi, gak masalah Presdir, direktur, manager, semuanya isinya nama kita, GL GL (Gue Lagi Gue Lagi) tapi paling tidak sudah ada struktur organisi.&lt;br /&gt;6. Jobdesc.&lt;br /&gt;7. Indikator kesuksesan, maksute gini. Kita pengen semua team kita sukses, tetapi kita lupa mendeskripsikannya. Kaya misalnya di salon, Capster yang sukses itu yang kaya apa? kasir yang sukses itu yang gimana? Semua didefinisikan.&lt;br /&gt;8. Manual Operasi, alias SOP.&lt;br /&gt;9. Milestone atau tahapan business (Goal 3 bulanan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi deh si SISTEM. Nah jadi jangan takut duluan sama yang namanya sistem bisnis kita,hehe. Kalo bicara tentang business, sistemnya gak jauh - jauh dari 3 hal : 1.Sistem Marketing 2, Sistem Kontrol 3 Sistem HRD. Yah udah ketiganya ini kita utak atik aja dengan tahapan - tahapan sistimasi yang tadi sudah saya jabarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to pertanyaan pak andika, setelah kita meleverage business, kita sudah ada sistemnya, kita kan mulai focus ke TEAM BUILDING, parameternya apa? Bisnis kita bisa jalan tanpa kita karena sudah dijalankan oleh Winning TEAM yang solid dan kuat. Lanjut ke sinergy dengan team dan ke result.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga jelas ya pak andika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok terima kasih Bu Yulia. Lanjut ke penanya berikutnya, Ardian Sy. Silahkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ardian Sy &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih pak moderator. Bu Yulia, penjelasan 6 step dari brad sugar barusan sangat membantu memahami tahapan bisnis. Pertanyaan saya sederhana saja dari ke 6 tahapan itu kira – kira kesulitan - keculitan apa saja yang ditemu dalam perjalanan? Juga berdasarkan pengalaman bisnis bu Yulia di MoZ5 atau yg lainnya. Mohon bisa di share pengalaman menyelesaikan tiap kesulitan yang di temui dalam tahapan itu. Sekian dulu, makasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pak Ardian, yang sulit sih gak ada. Akan sulit kalo kita gak ada gambaran sama sekali. Gini misalnya, waktu saya awal berbisnis buta banget. Semangat aja. Kesulitan - kesulitan sih pasti ada tapi biasanya sifatnya teknis ya. Yang pasti kalau kita tahu tujuan kita, dan tahu kita dalam posisi mana, tahapan mana, insyaallah lebih mudah kita menjalaninya. Akan beneran menjadi sulit kalo kita tidak tahu sama sekali posisi kita, keadaan kita, apalagi tujuan kita berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ardian Sy &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;OK, kalo belum puas ntar disambung ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok selanjutnya Pak Maulana, dipersilahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;maulana nih &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Thank you Pak Jonru, nama Fico, 26, pria. Pertanyaan saya sederhana bu, ketika ibu memilih kandidat investor. Bagaimana cara ibu memilih investor yang memiliki passion yang sesuai dengan visi bisnis ibu? Tolong tips dan kiat kiatnya. Itu saja dulu ibu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memilih kandidat dengan passion yang selaras visi ya, agak ribet memang pak. Ada tahap seleksi dengan isian kemudian yang menentukan sekali adalah pada tahap pengenalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;maulana nih &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pengalaman ibu saja dapat diceritakan.. makasih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Awalnya mengembangkan kemitraan memang saya masih menggunakan tahapan seleksi yang masih sederhana. Gak ketat - ketat amat, tapi makin lama makin pinter dong, mulai bisa mengidentifikasi mana sih yang gak sesuai, mana sih tanda - tanda awal dia gak match sama visi kita. Memang perlu invest waktu untuk saling kenal, ngobrol, ngopi bareng, cerita ini cerita itu, ntar lama - lama keliatan wah bisa lanjut nih. Tapi gak sedikit juga dari tahap awal atau dari isian kuesioner udah keliahatan bahwa dia gak match dengan visi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi kita juga salah, tapi prinsipnya lebih baik kita kehilangan orang yang benar, dari pada kita dapat orang yang tidak tepat. Untuk mendapatkan orang yang tepat memang musti invest di waktu, tenaga dan fikiran, tapi insyaallah hasilnya sebanding. Salah satu tipsnya rajin - rajin bertanya pak Fico. Tanya apa aja, hobbynya, buku yang dibaca, langganan majalah apa, weekend ngapain aja, nonton tv acara apa? bagaimana dia memandang kehidupan yang dijalanin sehari-hari, dan yang penting juga tanyakan APA YANG DICARI? APA ARTINYA BISNIS INI UNTUK DIA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok thanks Pak Fico. Penanya berikutnya, Bujang Bogor. Silahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bujangbogor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih pak momod. Nama Ma'mun, pria. Wah saya kurang gaul nih, jadi belum baca tahapan - tahapan Brad Sugar itu. Kalau menurut bu Yulia, apakah semua bisnis bisa menjalani tahapan itu? Melirik bisnis itu termasuk komoditas, atau kurang sustain. Misal, dulu ramai buka wartel, terus abis, artinya tidak sustainable. Kalau kasus mutahkir, katakanlah bisnis counter pulsa/hp. Kalau kata pak Junaedi ini adalah bisnis sejuta umat, apakah bisa mencapai tahapan - tahapan itu? Sering saya melihat, pebisnis counter pulsa, cepat sekali membuka cabang. Apakah ini karena takut kehilangan momen seperti wartel itu? atau memang cepat sekali menapaki tahapan Brad Sugar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukan bisa pak, tapi harus melalui semua tahapan. Sering kali gagal di tahapan niche. Karena yah itu tadi harus bisa menang di persaingan pasar dengan bermain di ceruk pasar. Yah kan untuk leverage bisnis juga pak. Kalau dengan 3, 4, 10, 15 cabang effortnya sama dengan 1 cabang, kenapa gak buka banyak cabang, asalkan memang sudah masuk itung – itungannya. Gini kita buka cabang untuk apa sih? idealnya kan untuk menambah pemasukkan usaha kita dengan jemput bola. dengan memudahkan juga pelanggan untuk mengakses kita. Juga untuk nge tes sistem business yang sudah kita buat, berjalan tak di cabang?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bujangbogor &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok, jadi sebetulnya kalau memang merasa layak, langsung buka cabang untuk leverage itu ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gitu juga untuk kasus konter pulsa, untuk meningkatkan pemasukkan yah banyak - banyak buka counter, toh effortnya juga tidak terlalu berbeda dengan 1counter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bujangbogor &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukan apa – apa, ternyata buka cabang itu ternyata tidak mudah ya, terutama dalam hal SDM. Ok bu Yulia, saya rasa cukup. Antrian masih panjang. Thanks ya. Silakan pak momod.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok. Silahkan penanya berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;siuhik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maaf bu pertanyaan saya sangat sederhana karena memang belum punya bisnis besar seperti penanya yang lain saya Siwi, masih amphibi. Maaf kalau agak OOT ya bu? nggak ikut dari awal, Bu kalau masih amphibi dan ingin terjun TDA, apa sinyal yang harus kita ikuti? langsung keluar aja, atau sudah ada bisnis yg mulai membesar? atau ada yang lain bu? mohon pencerahannya Bu trus tips dan kiatnya untuk bisa tahu puzzle kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mba Siwi pertanyaan yang sangat menarik, terus terang selama ini banyak sekali yang bertanya kepada saya pertanyaan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Itu pertanyaan sejuta umat para TDB kayaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gini, kalo bicara tentang bisnis kebanyakan kita permasalahannya gak jauh - jauh dari: Modal, Bisnis apa?, Pasarnya bagaimana, support dari keluarga, dan lain lain. Itu kan faktor external ya? Tapi pernah gak kita tanyakan sama diri kita sendiri, apa ya yang saya cari? saya ini siapa ya? kehidupan seperti apa ya yang saya inginkan? Artinya, bertanya kedalam (nunjuk ke dada hehe) Begitu juga saat kita mau berbisnis. Ok, tapi jawab dulu dong, apa benar bisnis ini adalah panggilan saya?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;siuhik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah itu dia. Kadang bisnis ini kayaknya ga cocok buat saya, bisnis itu kayaknya ok deh nah gimana kita tahu puzzle kita kalo masih kutat ama itu - itu aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa benar bisnis ini bisa mengantarkan saya kepada impian - impian saya? Jangan - jangan kita berbisnis karena kita merasa HARUS BERBISNIS, kenapa HARUS?? yah abis semua orang berbisnis sih, katanya ini yang terbaik. Nahhh Lhoooo. Yah kita akan selamanya berkutat disitu - situ aja, kalo kita belum bisa menjawab siapa sebenarnya saya ini apa sih passion saya, apa sih yang saya selalu antusias menjalankannya. Bagaiamana kita bisa memilih suatu bisnis yang tepat kalau kita juga tidak tahu siapa diri kita, apa yang kita mau, apa passion kita, apa KEGAIRAHAN TERBESAR kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cari bu..cari...kalo kita udah dapet itu, TRINGGG semua akan jadi petunjuk buat kita, kemana kita berikutnya harus melangkah. Kadang orang sibuk berkutat di modal, di visibility studies, riset pasar, begitu bisnis jalan, suatu saat BUGGGG bertanya - tanya "Apa iya ya ini yang saya cari?? eh apa bener ya yang saya jalankan ini. Nah lohh. Hehe pengalaman pribadi soalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;siuhik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sip deh Bu, boleh dilanjut diluar ya? Maturnuwun atas pencerahannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadi kembali lagi, jawab ya pertanyaan - pertanyaan mendasar itu, karena kalo kita sudah tau jawabannya, semuanya akan jadi petunjuk, apa kah harus bekerja, atau langsung di bisnis, kita akan tau sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok deh, thanks Bu. Sekadar referensi, bagi teman - teman yang belum ketemu passion-nya, mungkin bisa baca tulisan saya ini: www.jonru.net/ingin-menemukan-lentera-jiwa-ini-kiatnya. Oke Pak Iwan gimana, sudah siap untuk bertanya?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nur Iwan Setiawan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oke. Mengenai awal mula ibu terjun ke dunia bisnis, dari sekian jumlah dana yang dikeluarkan, hasilnya gimana bu, untung atau rugi? Oya, saya Iwan 26 Male.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah Untung Pak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nur Iwan Setiawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernah ga ibu mengalami pengeluaran lebih besar dari pendapatan? kalau pernah, gmn cara keluar dari masalah tersebut kalau belum, gimana kiat ibu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waduh pak, selama ini sih belum pernah ya. gini awal - awal saya berusaha, keuntungan - keuntungan yang didapat gak langsung saya simpan untuk mengembalikan modal, tetapi diputer lagi untuk menambah modal lagi. Kan konsepnya salon bertumbuh, awalnya satu lantai, kemudian dua lantai kemudian melebar kesamping, kemudian buka cabang, buka cabang gitu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nur Iwan Setiawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok cukup Pak Momod, maksih bu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok kita ada waktu sekitar 10 menit lagi. SIlahkan kita beri kesempatan buat 2 penanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sambil nunggu pertanyaan lain, saya ingatkan teman - teman ya 3 sistem dalam bisnis. Yaitu sistem marketing, sistem kontrol, dan sistem SDM. Itu yang menjadi tugas utama kita pada awal - awal membangun bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oke kita persilahkan buat penanya berikutnya ya. Silahkan buat ylabdo. Kalo gak ada, silahkan buat w4w4l.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;w4w4l &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok thanks, wawal 31th, pria. Bu kalau untuk yang new produk alias produk yg baru untuk bisa diterima pasar dengan cepat gimana yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wah saya juga gak ahlinya ya tapi dari referensi - referensi yang selama ini saya dapatkan, pertama kita harus mengenal target market kita. Mengenal loh bukan sekedar tahu. Dengan mengenal dan akrab kita akan tahu apa sih kebutuhan mereka, apa sih yang mereka mau, apa sih yang mereka hargai, nilai-nilai apa yang mereka anut. Apa saja permasalahan - permasalahan mereka,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;w4w4l &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok misal target pasar kita tahu tapi kayaknya butuh edukasi yang lumayan menyita waktu dan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalo ini kita pahami dengan benar, maka mudah sekali kita menciptakan produk atau jasa yang memberikan solusi buat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;w4w4l &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan masalahnya saya sekarang TDB jadi ga bisa fokus bener.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mamanyacaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hehe itu sudah bisa menjawab pak, yah memang harus edukasi pasar juga, dan pastinya ada waktu dan uang yang harus kita INVESTASIkan. Kata Pak TDW, marketing itu kan Memberikan penawaran atau Mengingatkan hehe. Ok, pak wawal ditunggu kabar gembiranya ya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;w4w4l &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok thanks alot bu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jonrusaja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berhubung sudah jam 4 sore, acara kita selesaikan. Kalau mau lanjut informal dipersilahkan. Dari saya, pak arief dan tim moderator mengucapkan terima kasih. Buat Bu Yulia, juga teman - teman lain, maaf bila ada yang kurang. Sampai ektemu lagi, wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;http://www.maximart.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-734955890794680635?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/734955890794680635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=734955890794680635' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/734955890794680635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/734955890794680635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2008/11/fatimah-t.html' title='TDA Biz Conference (31/10/2008)'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SQ-6JWZx6FI/AAAAAAAAAVM/yUi8C9X5vUg/s72-c/yahoo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-2771870357373304430</id><published>2008-10-29T21:58:00.000-07:00</published><updated>2008-10-30T01:45:31.228-07:00</updated><title type='text'>Masalah Adalah Tantangan</title><content type='html'>Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam, keadaan tetap bergerak, anda menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SQln1SfB4bI/AAAAAAAAAU8/HBMZB8YtYoc/s1600-h/Pusing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SQln1SfB4bI/AAAAAAAAAU8/HBMZB8YtYoc/s200/Pusing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262851804751847858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MASA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAH adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TANTANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku! Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak akan menjadi seseorang yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bunga rampai (hikmah):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang telah anda raih, namun kegagalan yang telah anda hadapi, dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan. Jangan hanya berhenti pada langkah pertama!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang. Disitulah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri anda adalah berkarya menemukan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Di balik kejayaan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjauangan dan pengorbanan. Keringat dan kepayahan. Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila anda terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, anda bisa lupa dari keharusan untuk berupaya. Namun bila anda terkagum pada ketegaran seseoarang dalam berusaha, anda akan menyerap energi kekuatan, keberanian dan kesabaran. Tak ada harga diskon untuk sebuah keberhasilan. Ada harga yang harus dibayar untuk meraih keberhasilan itu. Berusahalah terus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah dengan hal kecil, dan jangan berhenti. Bertumbuhlah, belajarlah, dan kembangkan pencapaian anda. Sukses bukan dicapai oleh orang yang memulai dengan hal yang besar, tetapi oleh orang yang memelihara momentumnya dalam waktu yang cukup panjang, hingga pekerjaannya menjadi karya besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati. Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. Anda perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian terselip pengorbanan orang lain. Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati, siapapun rela berkorban untuk keberhasilan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bijak berujar. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Bila busur anda patah dan anak panah penghabisan telah dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh hatimu."&lt;/span&gt; Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda. Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan anda. Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai anda. Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini. Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;081310004288&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diolah dari Buku Motivasi Net, 2004&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-2771870357373304430?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/2771870357373304430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=2771870357373304430' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/2771870357373304430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/2771870357373304430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2008/10/tetaplah-bergerak-maju-sekalipun-lambat.html' title='Masalah Adalah Tantangan'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SQln1SfB4bI/AAAAAAAAAU8/HBMZB8YtYoc/s72-c/Pusing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-394036971367490174</id><published>2008-10-29T02:44:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T03:20:31.277-07:00</updated><title type='text'>Sukses adalah Sebuah Pilihan !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SQg4Zna1uKI/AAAAAAAAAU0/Jp8L3IyjyMY/s1600-h/Sukses2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 151px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SQg4Zna1uKI/AAAAAAAAAU0/Jp8L3IyjyMY/s200/Sukses2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262518177311864994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maukah anda Berjuang untuk kesuksesan Anda Sendiri ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sukses adalah dambaan setiap orang. Tidak ada satu orangpun yang menginginkan kegagalan dalah hidupnya. Untuk mencapai prestasi kesuksesan dalam hidup Anda maka terlebih dahulu Anda harus mempunyai tujuan hidup (goal setting). Tidak adanya tujuan hidup dalam diri Anda akan menyebabkan diri Anda pasif menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda dan biasanya hidup Anda akan menjadi sangat membosankan / tidak menggairahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filosofi "Hidup Mengalir Seperti Air" bisa membuat orang terlena dan menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda, sayang sekali hidup kita yang berharga ini kalo dibiarkan mengalir seperti air yang bisa jadi air tersebut akan mengalir ke got !! Karena hidup kita ini berharga maka kita sendiri-lah yang harus mengatur kemana air kehidupan kita akan mengalir ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang yang hidup tanpa tujuan akan terfokus berjalan ditempat dan menghabiskan waktunya secara membosankan tanpa pencapaian prestasi yang berarti. Mereka hanya menjadi "penonton" dari suatu kehidupan. Mereka hanya bisa melihat kesuksesan orang lain tapi sama sekali tidak pernah membayangkan untuk dirinya sendiri. Inilah yang disebut hidup tanpa tujuan / misi!, Anda harus mempunyai misi hidup di dunia ini agar hidup Anda berarti dan menggairahkan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai sukses tentu saja tidak mudah, karena Anda juga harus menyikapi kegagalan dengan baik jika memang Anda menghadapi kegagalan. Untuk mencapai sukses kerap kali kita harus melewati kesalahan / kegagalan dalam hidup. Banyak orang ingin sukses tapi sedikit sekali yang berani untuk menghadapi kegagalan. Kalau Anda ingin sukses, Anda tidak boleh takut gagal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak "Prestasi Kegagalan" seseorang dan bandingkan dengan diri Anda :&lt;br /&gt;- Gagal dalam bisnis / bangkrut, thn 1831&lt;br /&gt;- Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, thn 1832&lt;br /&gt;- Bisnis kembali bangkrut, thn 1834&lt;br /&gt;- Tunangan meninggal dunia, thn 1835&lt;br /&gt;- Nervous breakdown, thn 1836&lt;br /&gt;- Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, thn 1838&lt;br /&gt;- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, thn 1843&lt;br /&gt;- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, thn 1848&lt;br /&gt;- Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, thn 1855&lt;br /&gt;- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Vice President, thn 1856&lt;br /&gt;- Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, thn 1858 -1860,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Abraham Lincoln akhirnya berhasil Menjadi Presiden USA !!,&lt;br /&gt;You cannot fail... Unless you Quit!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bayangkan selama lebih dari 25 tahun, Abraham Lincoln adalah seorang "juara gagal". Jadi sebenarnya kegagalan itu tidak ada selama Anda terus berjuang, bertahan, belajar dari kesalahan dan mencari cara yang lebih baik mencapai kemenangan. Lain halnya jika Anda berhenti mencoba maka pada saat itulah Anda pantas disebut sebagai orang yang gagal alias pecundang!. Ingatlah bahwa "Winners never quit, Quitters never win !!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil untuk mencapai kesuksesan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Anda HARUS berani menjadi sedikit "GILA" - berani bermimpi dalam hal yang positif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Abraham lincoln yang gagal puluhan tahun, Thomas Alfa Edison yang gagal ribuan kali dalam uji coba lampu pijar, colombus yang mengatakan dunia ini bulat ketika orang lain mengatakan dunia ini datar, Wight bersaudara yang ingin agar manusia bisa terbang, JF Kennedy yang ingin manusia bisa ke bulan dll adalah contoh-contoh manusia yang agak "gila" dan karena keuletannya yang luar biasa hebat inilah hidup mereka bermanfaat bagi banyak orang. Jadi terkadang Anda harus berani melakukan hal-hal yang berbeda dimana orang biasa tidak mau atau tidak berani melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan oleh President Calvin Coolidge "nothing in the world can take the place of persistence, talent will not; nothing is more common than unsuccessful men with talent. Education will not; the world is full of educated derelects. Persistence and determinatiion alone are omnipotent"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang bisa menggantikan arti penting kegigihan dan keuletan. Bakat pun tidak sebab ada sekian banyak orang gagal meski mereka berbakat . Pendidikan juga tidak bisa menggantikannya, sebab banyak orang berpendidikan tinggi tidak bisa mencapai apa-apa kecuali ijazahnya geripis dimakan jamur dan waktu. Kegigihan, keuletan dan tekat yang membara untuk mencapai tujuan hidup Anda inilah yang akan mendobrak rintangan yang Anda hadapi. Jadi jika kekalahan demi kekalahan berusaha menjegal dan menjatuhkan Anda dan kesuksesan nampaknya makin mustahil maka ingatlah pernyataan diatas, bahwa "tidak ada yang bisa menggantikan kegigihan dan keuletan Anda!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Kendalikan Pikiran Anda Pikiran adalah kekuatan luar biasa yang harus Anda bisa kendalikan (ingat : Aku adalah pikiran-ku). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galileo bahkan pernah mengatakan "hati-hati dengan pikiran Anda". Apa yang harus kita kendalikan? pikiran negatif adalah hal yang harus bisa Anda kendalikan. Pikiran negatif memang tidak bisa kita tolak masuk ke pikiran kita, namun Anda harus melawannya dengan lebih banyak memasukan pikiran yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda adalah apa yang Anda pikirkan !! Jika Anda pikir akan gagal, maka sebenarnya adalah Anda sudah gagal. Untuk itu sukses selalu dimulai dari pikiran Anda!. Anda harus memiliki sikap "can do attitude" yakni "aku bisa melakukan hal itu". Banyak orang yang belum apa-apa sudah mengatakan "aku tidak bisa". Memang nantinya Anda akan diuji oleh kekalahan / kegagalan tapi Anda jangan berhenti, tetap jaga pikiran Anda secara positif bahwa setelah malam yang paling gelap, fajar akan segera menyingsing, disana telah menunggu istana emas, Anda cukup hanya melewati kegagalan-kegagalan saja. Ketika tiap kali hati kecil kita gundah karena belum melihat suatu hal menjadi lebih baik maka Anda harus ingatkan kepada pikiran Anda "I refuse to give up, i shall continue firmly, steadily, and persistently until my good appears!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkan diri Anda secara terus menerus bahwa sukses bukan hanya milik orang yang brilian, berbakat, penuh keberuntungan dll tapi sukses luar biasa adalah milik orang yang persisten (pantang menyerah), yang terus berusaha mencari cara lebih baik dalam menemukan formula kemenangan meski berton-ton rintangan menghalangi Anda. Untuk menemukan emas, Anda harus menggali berton-ton tanah lumpur. Jangan pikirkan tanah lumpurnya tapi fokuslah pada emasnya !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penemuan terbesar dalam generasi saya adalah bahwa kita dapat merubah hidup kita dengan merubah pola pikir kita" (William James)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Selesaikan apa yang telah Anda mulai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya! Anda harus menyelesaikan apa yang telah Anda mulai rencanakan sebelumnya, jangan berhenti sebelum Anda menyelesaikannya. Fokuslah sampai tujuan Anda tercapai. Sukses dan gagal memiliki perbedaan yang tipis. Tidak ada orang yang gagal didunia ini, yang ada hanyalah orang cepat menyerah. Jika saja Thomas Alfa Edison berhenti pada percobaan yang ke 900 mungkin namanya tidak akan melegenda hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan repotkan pikiran Anda dengan kegagalan masa lalu apalagi sampai membuat Anda trauma. Ubah rasa tramatik Anda, ubah kegagalan Anda menjadi energi positif untuk memperbaiki diri. Ubah energi kekalahan menjadi kekuatan baru dimana Anda akan melakukan upaya yang lebih baik dan lebih hebat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah menyesali diri ataupun iri hati karena Anda tidak terlahir dalam keluarga kaya, tidak dapat harta warisan berlimpah, tidak dapat suami / istri kaya, tidak dikaruniai bakat, keberuntungan dll. Untuk sukses Anda hanya perlu memiliki tujuan yang jelas, persistensi dan determinasi yang keras untuk mencapai tujuan tersebut. Hidup ini keras dan Anda juga harus keras agar hidup ini melunak kepada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berjuang mencapai kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;081310004288&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: http://www.gsn-soeki.com/wouw/a000261.php&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-394036971367490174?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/394036971367490174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=394036971367490174' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/394036971367490174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/394036971367490174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2008/10/sukses-adalah-sebuah-pilihan.html' title='Sukses adalah Sebuah Pilihan !'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SQg4Zna1uKI/AAAAAAAAAU0/Jp8L3IyjyMY/s72-c/Sukses2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-5699342864374122391</id><published>2008-10-22T23:25:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T03:54:21.822-07:00</updated><title type='text'>Berpikir Sederhana untuk Sebuah Solusi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Berpikir Sederhana untuk Sebuah Solusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Sumber; KOMPAS/KLASIKA, Senin, 13 Oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SQBXfUqWe_I/AAAAAAAAAUs/se7jenWIZ60/s1600-h/Metting.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SQBXfUqWe_I/AAAAAAAAAUs/se7jenWIZ60/s200/Metting.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260300560402643954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kalimat di atas mungkin sudah sering didengar. Namun, bagaimana dengan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari? Tidak bisa dimungkiri, sebuah masalah kerap menghadang dan menuntut kebijakan dari dalam diri untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih dalam dunia kerja, adanya masalah bagaikan makanan sehari-hari yang harus dijalani. Sayangnya, kerap terjadi masalah yang ada justru menjadi berlarut-larut karena setiap orang berusaha untuk mencari tahu subyek yang bersalah dan terlanjur terbawa emosi. Dalam keadaan yang membutuhkan keputusan cepat, fokus pada masalah seperti ini tidaklah tepat. Atau, kalaupun tercapai solusi ternyata malah membuat keadaan lebih panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, cobalah untuk selalu berpikir sederhana saat menemui masalah, dengan menggunakan prinsip fokus pada solusi, buan pada masalah. Dengan demikian, serumit apapun masalah yang dihadapi bisa diselesaikan. Ambil contoh, para astronot NASA dulu kesulitan menggunakan bolpen ketika dalam kondisi gravitasi nol. Pasalnya, tinta bolpen tidak mau turun dan keluar. Menghabiskan waktu yang lama dan biaya yang tak sedikit, mereka pun membuat penemuan bolpen yang bisa digunakan dalam segala kondisi, termasuk jika gravitasi nol. Sementara para astronot dari Rusia berpikir sederhana namun efektif dan efisien, yaitu mengunakan pensil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia kerja sehari-hari, cara berppikir ini juga dapat meredamkan masalah yang ada, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas bekerja yang sangat dibutuhkan manajemen perusahaan. Setelah masalah terselesaikan, barulah dirunut secara kronologis, dengan kepala dingin, agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula, ada banyak manfaat yang bisa dipetik dari cara berpikir seperti ini. Antara lain, dengan diredamnya masalah, setiap orang pun bisa menghinadi konflik yang lebih runcing, sehingga hubungan dengan rekan kerja bisa tetap terjalin dengan baik. Hal ini tentu akan mempermudah pekerjaan, terutama jika sifatnya kerja tim. Di sisi lain, bukan hanya dalam dunia kerja, cara berpikir tersebut juga dapat diaplikasikan dalam menjalani segala hal, seperti kehidupan rumah tangga, sosial, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;081310004288&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-5699342864374122391?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/5699342864374122391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=5699342864374122391' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/5699342864374122391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/5699342864374122391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2008/10/berpikir-sederhana-untuk-sebuah-solusi.html' title='Berpikir Sederhana untuk Sebuah Solusi'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SQBXfUqWe_I/AAAAAAAAAUs/se7jenWIZ60/s72-c/Metting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-8579588789236953152</id><published>2008-10-08T00:35:00.000-07:00</published><updated>2008-10-08T00:57:13.145-07:00</updated><title type='text'>Ini Dia Usaha Sejuta Umat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SOxnOu_9S3I/AAAAAAAAAUM/XF4wdj-dHE8/s1600-h/200179286-001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SOxnOu_9S3I/AAAAAAAAAUM/XF4wdj-dHE8/s320/200179286-001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254688368066644850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada satu jenjang lagi yang boleh dibilang sudah mewabah ke mana-mana. Bahkan, kalau mau disebut, hingga ke kamar pun bisa. Yakni, menjadi penjual &lt;span style="font-style: italic;"&gt;voucher&lt;/span&gt; fisik dan elektrik ke para konsumen langsung alias and user.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun bisa melakukan usaha ini. Para manajer, karyawan, ibu rumah tangga, mahasiswa, siswa sekolah, hingga para penganggur sekalipun dapat menjadi pengusaha pulsa isi ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah, apakah masih ada celah? Tentu saja masih. Asalkan, sekali lagi, Andamesti sunggug-sungguh dalam menjalankan usaha yang siapa tau membuat kocek Anda semakin tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja pengalaman Desi Marwati. Untuk melengkapi toko kelontongnya, ia tidak sungkan-sungkan melengkapi barang dagangannya dengan menjual &lt;span style="font-style: italic;"&gt;voucher&lt;/span&gt; fisik dan elektrik. Usaha yang sudah ia lakoni sejak tahun 2005 ini pun semakin berkembang. Saat ini, Desi kerap menghabiskan uang hingga Rp 20 juta setiap bulannya untuk membeli pulsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, tiga tahun silam, Desi cuma menaruh modal untuk beli pulsa tidak lebih dari Rp 5 juta saja. Desi memang beruntung. Modal yang lainnya tidak perlu ia keluarkan. Misalnya, membuat kios khusus. Pasalnya, ia tinggal menaruh berbagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;voucher &lt;/span&gt;fisik disalah satu sisi toko kelontongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon peritel &lt;span style="font-style: italic;"&gt;voucher&lt;/span&gt; juga bisa mengekor desi. Bahkan, cara tersebut merupakan cara yang paling ampuh untuk menghemat dana. Anda bisa berjualan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;voucher&lt;/span&gt; di halaman rumah atau garasi Anda. Yang penting, calon lahan bisnis Anda cukup luas menampung etalase untuk memajang produk. Ukuran etalse standar adalah 1,5 m2. Etalase ini bisa dibeli di toko atau bisa pula Anda buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, tinggal mencari para agen atau tempat grosir membeli pulsa, entah itu fisik atau elektrik. Anda bisa langsung menyambangi para agen dan grosir yang dapat dipercaya dan meberikan pelayanan yang prima. Agen dan grosir pemasok pulsa fisik dan elektrik tersebar luar si mall-mall, ITC yang mengkhususkan diri sebagai pusat elektronik seperti ITC Roxi, ITC Cempaka Mas, PGC Cililitan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para agen dan grosir pemasok pulsa meminta sejumlah deposit yang harus dibayar pemilik kios. Besar setoran deposit untuk pulsa elektrik besarnya beragam tergantung dari kebijakan masing-masing agen atau grosir. Ada yang mencantumkan angka ratusan ribu rupiah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;plus&lt;/span&gt; uang pendaftaran hingga jutaan rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Desi menyarankan agar Anda kudu keluar dana tidak cuma angka ratusan ribu rupiah saja. Sebaiknya, modal minimal Rp 1 juta atau juga bisa lebih, saran Desi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua modal dagang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;voucher&lt;/span&gt; sudah terkumpul, Anda tinggal memasarkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;voucher &lt;/span&gt;itu. Berapa pelanggan yang datang tentu sangat bergantung dari lokasi kios Anda, serta seberapa bagus Anda melayani pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya Anda melakukan promosi harga terlebih dahulu. Caranya, pajang saja papan harga di depan kios. Sipa tahu, ada pembeli yang kepincut dengan tawaran harga yang Anda buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus memburu banyak pembeli agar keuntungan Anda gendut. Pasalnya, margin keuntungannya cuma 2% - 3% saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;http://www.maximart.co.cc&lt;br /&gt;http://www.maxiphone.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Disadur dari Harian Kontan Edisi Khisus Semptember - Oktober 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-8579588789236953152?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/8579588789236953152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=8579588789236953152' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/8579588789236953152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/8579588789236953152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2008/10/ini-dia-usaha-sejuta-umat.html' title='Ini Dia Usaha Sejuta Umat'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SOxnOu_9S3I/AAAAAAAAAUM/XF4wdj-dHE8/s72-c/200179286-001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-8826157073182569342</id><published>2008-09-11T21:15:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T01:55:36.766-07:00</updated><title type='text'>Membuang 1 juta, Mendapat 37 milyar.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SMonrmo0hcI/AAAAAAAAAT8/5UZKznIjiQo/s1600-h/sedekah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SMonrmo0hcI/AAAAAAAAAT8/5UZKznIjiQo/s320/sedekah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245048346085983682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak salah bila PT Diana, Sidoarjo, diminta untuk melayani catering bagi petugas dan pengungsi akibat mud flow Lapindo senilai 37 Milyar pada tahun 2007 lalu. Namun, di luar pertimbangan bisnis, ada invisible hand yang menentukan deal mereka. Itulah takdir Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bantuan Allah SWT, mustahil kami mendapatka rejeki yang sangat besar sehingga mengubah drastis usaha kami ini, ucapan Imam Syafei, pemilik PT Diana. Inilah berkah dari sedekah, lanjut suami dari diana dan bapak dari Kurnia Adi Prskoso (3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Syafei bertutur, pada 2006, ia dan istri tinggal memiliki uang 1 juta. Saat itu, usaha catering "Diana" milik mereka baru merangkak. Di waktu yang sama, rumah petak kontrakan yang mereka tempati sudah habis masa sewanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi membesarkan usaha, mereka berniat mencari rumah kontrakan yang sewanya sekitar Rp 700 ribu pertahun. Berhari-hari, beberapa rumah yang diincar belum juga cocok harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kelelahan dan kekhawatiran, suatu hari selepas ashar Imam Syafei mendengarkan taushiyah Ustadz Yusuf Mansur. Lima menit terakhir taushiyah yang sempat disimaknya itu, memantapkan keyakinannya akan hikmah sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari bu, kita ikhlaskan dan mantapkan untuk "membuang" uang sejuta ini sebagai sedekah. Insya Allah akan ada pengganti yang lebih baik, Iman Syafei membujuk istrinya untuk menyedekahkan semua uang milik mereka yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulullah, disertai ketekunan ibadah dan do'a, harapan suami-istri itu terkabul. Mereka mendapat order catering partai besar yang memberi keuntungan Rp 5 juta. Uang tersebut, selain untuk membayar kontrakan rumah Rp 600.000,- setahun dan belanja kebutuhan hidup, sebagian keuntungan itu disisihkan untuks sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, rejeki kami terus mengalir. Kami yakin ini berkat do'a santri-santri penghafal Qur'an yang turut kami santuni, kata Imam Syafei yang kini tinggal di Wonocolo, Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah kemudian, catering "Diana" mendapat kontrak sebagai suplier untuk pengungsi Lapindo dengan nilai yang luar biasa besar untuk ukuran usaha kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rejeki itu memacu cepat perkembangan usaha Imam Syafei dan Istri. Kini, dalam tempo setahun, perusahaan mereka telah menjadi tiga yaitu PT Diana (catering), PT Kurnia (persewaan alat catering), dan PT Prakoso (suplier produksi catering). Usaha catering mereka bahkan ditabalkan sebagai yang terbesar kedua di Jawa Timur. Sebanyak 120 karyawan dan keluarga bernaung di tiga perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk syukur Iman Syafei, tahun lalu ia menghajikan 13 anggota keluarga besarnya, termasuk si kecil Kurnia Adi Prakoso. Sedekah pun jalan terus, karena inilah kunci kesuksesan mereka. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(aya hasna)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Disadur dari;&lt;/span&gt; PPPA Daarul Qur'an&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yayasan Daarul Qur'an Nusantara&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;www.wisatahati.com / www.pppa.or.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-8826157073182569342?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/8826157073182569342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=8826157073182569342' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/8826157073182569342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/8826157073182569342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2008/09/membuang-1-juta-mendapat-37-milyar.html' title='Membuang 1 juta, Mendapat 37 milyar.'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SMonrmo0hcI/AAAAAAAAAT8/5UZKznIjiQo/s72-c/sedekah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-589975608126859513</id><published>2008-09-03T19:17:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T19:47:58.204-07:00</updated><title type='text'>Pidato Sang pendiri Apple</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SL9LBD4IDuI/AAAAAAAAATs/TCv0yFMUWPc/s1600-h/APLE1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SL9LBD4IDuI/AAAAAAAAATs/TCv0yFMUWPc/s320/APLE1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241990972875214562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena "kecelakaan" dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran ingin bayi perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: "kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab: "Tentu saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi. Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beri Anda satu contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya dipecat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komisaris ternyata berpihak padanya.&lt;br /&gt;Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya - saya gagal mengambil kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta.&lt;br /&gt;Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, teruslah mencari sampai ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Ketiga Saya: Kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar." Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: "Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hal lainnya hanya nomor dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park , dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole Earth Catalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawahnya ada kata-kata: "Stay Hungry. Stay Foolish." (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stay Hungry. Stay Foolish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diterjemahkan oleh Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggi di Australia )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BONUS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you take a risk and step out of the norm, you run the risk and sometimes you fail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But you only fail if you give up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(J Peterman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi&lt;br /&gt;0813 1000 4288&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794682228889120400-589975608126859513?l=zunaedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zunaedi.blogspot.com/feeds/589975608126859513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794682228889120400&amp;postID=589975608126859513' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/589975608126859513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794682228889120400/posts/default/589975608126859513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zunaedi.blogspot.com/2008/09/pidato-sang-pendiri-apple.html' title='Pidato Sang pendiri Apple'/><author><name>www.zunaedi.blogger.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00006715035065660380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_71lD29Qpu_E/R7lnthRGhYI/AAAAAAAAAI0/7qGW2Z-wlEk/S220/Junaedi1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SL9LBD4IDuI/AAAAAAAAATs/TCv0yFMUWPc/s72-c/APLE1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794682228889120400.post-6673201794165938106</id><published>2008-08-22T02:04:00.004-07:00</published><updated>2008-08-22T02:52:13.289-07:00</updated><title type='text'>20 Jurus Jitu Menembus Bank!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini Materi TDA Ym Business Conference: 20 Jurus Jitu Menembus Bank. Semoga bermanfaat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Fajar S Pramono *)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SK6FPchTBMI/AAAAAAAAATc/uHCVNISQhDk/s1600-h/uang2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_71lD29Qpu_E/SK6FPchTBMI/AAAAAAAAATc/uHCVNISQhDk/s320/uang2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237269917078848706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa yang terlintas di benak seorang pengusaha manakala ia memandang bahwa prospek usahanya begitu besar, namun terbentur ketiadaan modal tambahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, si pengusaha akan berusaha menarik investor ke dalam usahanya. Dan salah satu investor yang seringkali diharapkan adalah lembaga pembiayaan, dalam hal ini lembaga perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, hingga saat ini, bank masih menjadi pilihan utama sebagian besar pengusaha yang membutuhkan tambahan modal bagi pengembangan usahanya. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi. Antara lain, adanya kejelasan regulasi, termasuk di dalamnya adalah kejelasan –bahkan kepastian hukum– mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak (pemberi hutang/bank dan penerima hutang/debitur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejelasan regulasi muncul karena salah satu fungsi bank sebagai lembaga intermediary yang menyalurkan dana pihak ketiga kepada pihak yang membutuhkan. Artinya, kredit telah menjadi suatu produk keluaran bank, sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan kredit telah jelas diatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepastian hukum juga muncul karena perjanjian kredit antara bank dengan debitur senantiasa dilakukan secara notariil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentu sangat berbeda dengan hubungan utang-piutang antara Anda dengan seorang kawan misalnya. Kesepakatan yang terjadi memang sangat flexible dan negotiable, yang bisa jadi akan menguntungkan Anda sebagai pebisnis. Misal, kesepakatan mengenai kompensasi (bunga) atau jangka waktu pengembalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di sisi lain, sifat perjanjian yang cenderung sangat lentur, mencipatkan kepastian hukum kabur. Secara ekstrim, isi kesepakatan cenderung mudah disalahartikan atau bahkan disalahgunakan untuk menguntungkan salah satu pihak. Akhirnya, bukan hanya hubungan utang-piutang yang bermasalah, namun hubungan pertemanan pun bisa menjadi runyam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya sekarang, bagaimana agar upaya menarik investor permodalan dari sebuah lembaga perbankan bisa secara mulus kita dapatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengantar kepada kesuksesan permohonan kredit ke bank, berikut ini akan saya sampaikan beberapa hal yang sebaiknya dilakukan, tidak dilakukan dan dihindari oleh pemohon kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DO : apa yang harus diketahui, dipersiapkan, dimiliki dan dilakukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Usaha telah berjalan dan menguntungkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kepentingannya? Ya, bank berkepentingan mengetahui kondisi past performance usaha Anda. Pendek kata, bank butuh bukti bahwa usaha yang Anda jalankan merupakan usaha yang mampu hidup dan bertahan, memiliki pasar yang baik, dan mampu menghasilkan keuntungan. Termasuk di dalamnya, adalah kemampuan Anda pribadi dalam mengelola usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, bank butuh keyakinan bahwa Anda mampu menjalankan usaha minimal 2 – 3 tahun, dan telah menghasilkan laba positif setidaknya pada satu periode tahun terakhirnya. Ini mutlak, mengingat hanya usaha yang terbukti profitable yang dinilai akan mampu mengelola kredit sekaligus memastikan pengembaliannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Terpenuhinya aspek legalitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek legalitas/perijinan usaha merupakan bentuk pengakuan pihak ketiga atas usaha yang Anda jalankan. Pengakuan ini berarti pula adanya kepastian hukum atas eksistensi usaha, adanya persetujuan dari masyarakat sekitar sehingga tidak berpotensi konflik, serta telah memenuhi kewajiban sebagai “warga negara” yang baik, semisal dalam hal pembayaran pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perijinan minimal yang harus dimiliki adalah Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Ijin Usaha Perusahaan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Apapun bentuk usaha Anda –perorangan maupun badan hukum– harus memiliki syarat legal minimal ini. Khusus untuk industri, pabrikasi dan beberapa pola usaha lain memerlukan syarat legal tambahan, seperti Ijin Lingkungan (HO). Syarat legal lain menyesuaikan dengan jenis usaha yang Anda kelola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Indonesia mewajibkan bank untuk melaporkan kegiatan pemberian kreditnya debitur per debitur. Salah satu entry point yang digunakan adalah, pencantuman NPWP, yang untuk saat ini diberlakukan untuk besaran kredit Rp 50 juta ke atas. Untuk besaran kredit di bawah Rp 50 juta, cukup didukung dengan Surat Keterangan (Domisili) Usaha dari Kelurahan/Kecamatan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Usaha yang bersifat prospektif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus dapat meyakinkan bahwa usaha Anda berprospek cerah. Salah satunya, dari segi komoditi bisnis. Apakah komoditi yang kita angkat dalam usaha ini memang masih terus dibutuhkan di masa depan? Atau sesungguhnya pasar mulai jenuh menerima konten usaha Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, dari aspek makro ekonomi. Akankan komoditi bisnis Anda memiliki ancaman regulasi yang serius dari pemerintah beberapa waktu ke depan? Adakah kemungkinan, pemilik kran bahan baku sebagai hulu usaha akan dikuasai pihak lain yang secara analisis makro akan memonopoli harga sehingga berakibat pada ketiadaan daya beli masyarakat? Juga, apakah iklim politik kenegaraan yang tidak menentu bisa berakibat pada hilangnya pemasok dan larinya pembeli?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank tentu memiliki pengetahuan tentang proyeksi ini. Nah, tugas Anda adalah meyakinkan pihak bank, bahwa kemungkinan-kemungkinan negatif seperti di atas tidak akan berpengaruh banyak pada usaha Anda.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;4. Tunjukkan keunggulan dan keunikan usaha Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain meyakinkan bank tentang cerahnya prospek komoditi usaha, Anda juga harus dapat menunjukkan keunggulan Anda sebagai pebisnis yang mumpuni. So, ini berkaitan dengan pola manajemen usaha, alias cara Anda melakukan pengelolaan usaha. Secerah apapun prospek bisnis yang Anda lakukan, takkan ada artinya bila Anda tidak mampu menunjukkan kemampuan mewujudkan prospek itu menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda memiliki ide-ide dan inovasi yang brilian dalam rangka pengembangan usaha Anda? Tunjukkan kepada bank bahwa Anda memiliki keunggulan komparatif dibanding pesaing atau pemain bisnis serupa. Tunjukkan pula berbagai keunikan usaha dan pengelolaannya, sehingga usaha Anda menjadi “berbeda” dan layak menjadi pilihan bagi konsumen.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;5. Memiliki tujuan/planning yg jelas (berikut besaran keperluan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungannya dengan kredit, Anda harus memiliki rencana yang pasti akan penggunaan kredit yang Anda ajukan. Termasuk juga, besaran kredit yang Anda perlukan.&lt;br /&gt;Anda harus mampu menjelaskan secara rinci rencana pemanfaatan, dan efek positif yang akan mewujud. Berapa persen peningkatan omzet yang bisa didapat dengan adanya kucuran kredit misalnya. Anda harus bisa memproyeksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga harus menyatakan bahwa Anda memiliki komitmen yang tegas dalam pemanfaatan kredit, sehingga bank yakin bahwa kucuran kredit akan dioptimalkan untuk keperluan usaha sebagaimana direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Rencana pengembalian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya rencana yang pasti dan proyeksi kemajuan yang akan diperoleh, maka Anda juga harus mampu memperlihatkan kepada bank tentang rencana sekaligus kemampuan dalam hal mengembalikan kredit. Semisal, dengan progres peningkatan omzet sebesar 40% di dalam satu periode usaha pasca pencairan. Dengan peningkatan laba bersih akibat kenaikan omzet, kapan Anda akan mulai mencicil pokok, atau bahkan melakukan pengembalian sekaligus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, adakah kemungkinan Anda akan mampu memutar hasil usaha itu untuk menghasilkan lonjakan peningkatan omzet lebih dari 40%, sehingga menurut Anda kredit layak diperpanjang? Nah, Anda harus memiliki pandangan ke depan yang jelas seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Job description dan kaderisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang dapat menjamin keberlangsungan usaha di masa depan adalah kejelasan tugas antar pengelola usaha, baik Anda sebagai business owner maupun karyawan. Tidak boleh ada ketergantungan kepada satu personil saja, yang bahkan dapat menghentikan jalannya roda usaha manakala personil tersebut tidak ada. Pendek kata, usaha harus terus berjalan meskipun –misalnya– si pemilik sedang sakit. Jangan one man show.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks demikianlah, kaderisasi juga diperlukan. Anda harus meyakinkan bank, bahwa ketika terjadi sesuatu dengan Anda, maka usaha Anda telah memiliki penerus yang tak kalah cakap.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;8. Siapkan sharing dana sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mekanisme pemberian kredit, bank tidak diperkenankan memenuhi seluruh kebutuhan kreditnya (100%). Contoh, untuk investasi pabrik 
